• BUMDesma Adipala Gelar Pelatihan Budidaya Melon Organik, Dorong Lahirnya Petani dan Pengusaha Melon Baru

    CILACAP – BUMDesma Adipala Mandiri Sejahtera LKD Kecamatan Adipala bekerja sama dengan tim Hayati Nusantara Farm menggelar Pelatihan Pertanian Budidaya Melon Organik di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Rabu (10/6/2026).

    Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari 16 desa di Kecamatan Adipala. Setiap desa mengirimkan dua peserta yang dipilih untuk mendapatkan pembekalan terkait teknik budidaya melon organik, mulai dari persiapan lahan, perawatan tanaman, hingga strategi pengembangan usaha berbasis pertanian modern.

    Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat desa sekaligus mendorong tumbuhnya sektor pertanian bernilai ekonomi tinggi di wilayah Kecamatan Adipala.

    Acara turut dihadiri Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia, S.Psi., M.M., yang memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi dapat diterapkan secara nyata di desa masing-masing.

    Dalam sambutannya, Firdaus berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan petani-petani muda sekaligus pengusaha melon yang mandiri dan berdaya saing.

    “Melalui pelatihan ini saya berharap akan muncul petani dan pengusaha melon baru di Kecamatan Adipala. Potensi pertanian yang kita miliki harus dimanfaatkan secara maksimal agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Ia juga menekankan pentingnya kemandirian pangan di tengah berbagai tantangan global yang masih berlangsung hingga saat ini. Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga ketahanan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat.

    “Kondisi global yang masih diwarnai berbagai konflik dan ketidakpastian menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, masyarakat perlu didorong untuk semakin mandiri dalam sektor pertanian,” tambahnya.

    Sementara itu, tim Hayati Nusantara memberikan materi mengenai budidaya melon organik yang dinilai memiliki prospek pasar yang terus berkembang. Selain memiliki nilai jual tinggi, melon organik juga menjadi salah satu komoditas hortikultura yang semakin diminati konsumen karena dianggap lebih sehat dan ramah lingkungan.

    Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis budidaya, tetapi juga wawasan mengenai peluang usaha, pemasaran hasil panen, hingga pengelolaan bisnis pertanian yang berkelanjutan.

    BUMDesma Adipala Mandiri Sejahtera berharap program tersebut menjadi langkah awal lahirnya sentra-sentra budidaya melon organik di berbagai desa di Kecamatan Adipala. Dengan demikian, sektor pertanian tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi warga desa.

    Kegiatan pelatihan berlangsung dengan antusias dan diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk pendampingan serta pengembangan usaha pertanian organik di masa mendatang.
    BUMDesma Adipala Gelar Pelatihan Budidaya Melon Organik, Dorong Lahirnya Petani dan Pengusaha Melon Baru CILACAP – BUMDesma Adipala Mandiri Sejahtera LKD Kecamatan Adipala bekerja sama dengan tim [hayatinusantara] menggelar Pelatihan Pertanian Budidaya Melon Organik di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari 16 desa di Kecamatan Adipala. Setiap desa mengirimkan dua peserta yang dipilih untuk mendapatkan pembekalan terkait teknik budidaya melon organik, mulai dari persiapan lahan, perawatan tanaman, hingga strategi pengembangan usaha berbasis pertanian modern. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat desa sekaligus mendorong tumbuhnya sektor pertanian bernilai ekonomi tinggi di wilayah Kecamatan Adipala. Acara turut dihadiri Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia, S.Psi., M.M., yang memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi dapat diterapkan secara nyata di desa masing-masing. Dalam sambutannya, Firdaus berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan petani-petani muda sekaligus pengusaha melon yang mandiri dan berdaya saing. “Melalui pelatihan ini saya berharap akan muncul petani dan pengusaha melon baru di Kecamatan Adipala. Potensi pertanian yang kita miliki harus dimanfaatkan secara maksimal agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya kemandirian pangan di tengah berbagai tantangan global yang masih berlangsung hingga saat ini. Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga ketahanan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat. “Kondisi global yang masih diwarnai berbagai konflik dan ketidakpastian menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, masyarakat perlu didorong untuk semakin mandiri dalam sektor pertanian,” tambahnya. Sementara itu, tim Hayati Nusantara memberikan materi mengenai budidaya melon organik yang dinilai memiliki prospek pasar yang terus berkembang. Selain memiliki nilai jual tinggi, melon organik juga menjadi salah satu komoditas hortikultura yang semakin diminati konsumen karena dianggap lebih sehat dan ramah lingkungan. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis budidaya, tetapi juga wawasan mengenai peluang usaha, pemasaran hasil panen, hingga pengelolaan bisnis pertanian yang berkelanjutan. BUMDesma Adipala Mandiri Sejahtera berharap program tersebut menjadi langkah awal lahirnya sentra-sentra budidaya melon organik di berbagai desa di Kecamatan Adipala. Dengan demikian, sektor pertanian tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi warga desa. Kegiatan pelatihan berlangsung dengan antusias dan diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk pendampingan serta pengembangan usaha pertanian organik di masa mendatang.
    0 Comments 0 Shares 10K Views 0 Reviews
  • Camat Adipala Tindaklanjuti Aduan Dugaan Pelanggaran Pelayanan Publik

    CILACAP – Pemerintah Kecamatan Adipala menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap aduan masyarakat terkait pelayanan publik, termasuk laporan dugaan pelanggaran yang belakangan menjadi perhatian warga.

    Camat Adipala menyampaikan bahwa aduan yang diterima saat ini telah masuk dalam proses penanganan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Pemerintah kecamatan menilai setiap laporan masyarakat perlu ditelaah secara objektif agar diperoleh gambaran yang utuh mengenai permasalahan yang terjadi.

    Menurutnya, pelayanan publik harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, setiap pengaduan yang masuk akan melalui tahapan klarifikasi dan verifikasi guna memastikan fakta yang sebenarnya.

    Saat ini, pihak kecamatan telah melakukan pengumpulan informasi serta meminta keterangan dari pihak-pihak terkait sebagai bagian dari proses penanganan aduan tersebut.

    Langkah tersebut dilakukan agar setiap keputusan atau tindak lanjut yang diambil nantinya memiliki dasar yang jelas, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Pemerintah Kecamatan Adipala juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat diharapkan tetap aktif memberikan masukan, saran, maupun pengaduan sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik.

    "Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan setiap aduan masyarakat ditangani secara profesional, transparan, dan akuntabel," demikian pernyataan yang disampaikan pihak Kecamatan Adipala.

    Melalui keterlibatan aktif masyarakat dan pengawasan yang berkelanjutan, Pemerintah Kecamatan Adipala berharap pelayanan publik dapat semakin responsif terhadap kebutuhan warga serta mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
    Camat Adipala Tindaklanjuti Aduan Dugaan Pelanggaran Pelayanan Publik CILACAP – Pemerintah Kecamatan Adipala menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap aduan masyarakat terkait pelayanan publik, termasuk laporan dugaan pelanggaran yang belakangan menjadi perhatian warga. Camat Adipala menyampaikan bahwa aduan yang diterima saat ini telah masuk dalam proses penanganan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Pemerintah kecamatan menilai setiap laporan masyarakat perlu ditelaah secara objektif agar diperoleh gambaran yang utuh mengenai permasalahan yang terjadi. Menurutnya, pelayanan publik harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, setiap pengaduan yang masuk akan melalui tahapan klarifikasi dan verifikasi guna memastikan fakta yang sebenarnya. Saat ini, pihak kecamatan telah melakukan pengumpulan informasi serta meminta keterangan dari pihak-pihak terkait sebagai bagian dari proses penanganan aduan tersebut. Langkah tersebut dilakukan agar setiap keputusan atau tindak lanjut yang diambil nantinya memiliki dasar yang jelas, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah Kecamatan Adipala juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat diharapkan tetap aktif memberikan masukan, saran, maupun pengaduan sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. "Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan setiap aduan masyarakat ditangani secara profesional, transparan, dan akuntabel," demikian pernyataan yang disampaikan pihak Kecamatan Adipala. Melalui keterlibatan aktif masyarakat dan pengawasan yang berkelanjutan, Pemerintah Kecamatan Adipala berharap pelayanan publik dapat semakin responsif terhadap kebutuhan warga serta mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
    0 Comments 0 Shares 13K Views 0 Reviews
  • UBP Adipala Salurkan Bantuan Semen dan FABA, Akses Jalan Bogemanjir Kian Mulus

    CILACAP – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala terus menghadirkan kontribusi nyata melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini, bantuan berupa 270 sak semen dan material FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) disalurkan untuk perbaikan dan perluasan jalan di Dusun Bogemanjir, Desa Bunton (28 -04-2026).Bantuan ini dilatarbelakangi oleh kondisi jalan desa yang masih perlu ditingkatkan.

    Saat musim hujan, akses jalan kerap rusak dan menghambat mobilitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian. Melalui program ini, UBP Adipala berupaya menghadirkan akses yang lebih layak, aman, dan mendukung aktivitas masyarakat.Selain mendukung infrastruktur, pemanfaatan FABA juga menjadi bentuk penerapan prinsip ekonomi sirkular. Material hasil samping pembakaran batu bara ini dimanfaatkan kembali secara produktif, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab.

    Perbaikan jalan dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat Dusun Bogemanjir dengan semangat gotong royong, serta didukung Pemerintah Desa Bunton. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan dampak nyata.

    Kepala Desa Bunton, Sudin, menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi bantuan dari UBP Adipala ini. Dukungan berupa semen dan material FABA sangat membantu percepatan perbaikan jalan di Dusun Bogemanjir. Jalan ini sangat vital bagi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian,” ujarnya.

    Senada dengan hal tersebut, Senior Manager UBP Adipala, I Wayan Arimbawa, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung infrastruktur dasar di sekitar wilayah operasional.“Melalui program CSR ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Kami percaya akses jalan yang baik akan membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.

    Melalui program ini, UBP Adipala berharap dapat terus memperkuat sinergi bersama masyarakat. Pemanfaatan FABA menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan, sehingga manfaat yang dihadirkan tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Desa Bunton.(rin/kominfo).
    UBP Adipala Salurkan Bantuan Semen dan FABA, Akses Jalan Bogemanjir Kian Mulus CILACAP – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala terus menghadirkan kontribusi nyata melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini, bantuan berupa 270 sak semen dan material FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) disalurkan untuk perbaikan dan perluasan jalan di Dusun Bogemanjir, Desa Bunton (28 -04-2026).Bantuan ini dilatarbelakangi oleh kondisi jalan desa yang masih perlu ditingkatkan. Saat musim hujan, akses jalan kerap rusak dan menghambat mobilitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian. Melalui program ini, UBP Adipala berupaya menghadirkan akses yang lebih layak, aman, dan mendukung aktivitas masyarakat.Selain mendukung infrastruktur, pemanfaatan FABA juga menjadi bentuk penerapan prinsip ekonomi sirkular. Material hasil samping pembakaran batu bara ini dimanfaatkan kembali secara produktif, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab. Perbaikan jalan dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat Dusun Bogemanjir dengan semangat gotong royong, serta didukung Pemerintah Desa Bunton. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan dampak nyata. Kepala Desa Bunton, Sudin, menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi bantuan dari UBP Adipala ini. Dukungan berupa semen dan material FABA sangat membantu percepatan perbaikan jalan di Dusun Bogemanjir. Jalan ini sangat vital bagi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian,” ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Senior Manager UBP Adipala, I Wayan Arimbawa, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung infrastruktur dasar di sekitar wilayah operasional.“Melalui program CSR ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Kami percaya akses jalan yang baik akan membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya. Melalui program ini, UBP Adipala berharap dapat terus memperkuat sinergi bersama masyarakat. Pemanfaatan FABA menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan, sehingga manfaat yang dihadirkan tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Desa Bunton.(rin/kominfo).
    0 Comments 0 Shares 22K Views 0 Reviews
  • Rampung Dibangun! Gedung Koperasi Desa Bunton Jadi Harapan Baru Penggerak Ekonomi Warga

    Adipala.com - Kabar gembirakan datang dari Desa Bunton, Kecamatan Adipala. Hari ini, pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih Bunton selesai.

    Kehadiran gedung baru ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol kebangkitan ekonomi dan semangat gotong royong masyarakat desa.

    Setelah melalui proses pembangunan yang cukup panjang, gedung koperasi yang berdiri kokoh kini siap digunakan sebagai pusat aktivitas ekonomi warga.

    Simbol Baru Kemandirian Ekonomi DesaGedung Koperasi Desa Merah Putih Bunton dirancang sebagai pusat layanan ekonomi terpadu. Nantinya, koperasi ini akan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai usaha, distribusi kebutuhan pokok, hingga pengembangan UMKM lokal.

    Kepala desa Bunton dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembangunan gedung ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menciptakan desa yang mandiri secara ekonomi.

    “Kami ingin koperasi ini menjadi jantung ekonomi desa. Bukan hanya tempat transaksi, tapi juga tempat masyarakat tumbuh bersama secara finansial,” ujarnya.

    Dengan fasilitas yang lebih representatif, diharapkan pelayanan kepada anggota koperasi bisa lebih maksimal dan profesional.

    Dampak Nyata untuk WargaPembangunan gedung ini membawa harapan besar bagi warga Bunton, terutama pelaku usaha kecil dan menengah.

    Selama ini, banyak UMKM yang terkendala akses permodalan dan distribusi. Dengan hadirnya koperasi yang lebih modern dan terorganisir, masalah tersebut diharapkan dapat teratasi.

    Beberapa manfaat yang diproyeksikan antara lain:
    - Menjadi pusat distribusi produk lokal
    - Meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat desa
    - Membuka peluang lapangan kerja baruSalah satu warga

    mengungkapkan rasa optimisnya:
    “Dengan adanya gedung koperasi ini, semoga menjadi harapan untuk mengembangkan usaha lebih besar lagi.”

    Semangat Gotong Royong yang Terjaga Pembangunan gedung ini juga menjadi bukti nyata kuatnya budaya gotong royong di Desa Bunton.

    Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga partisipasi masyarakat, menjadi kunci utama terselesaikannya proyek ini.

    Tidak hanya itu, proses pembangunan juga melibatkan tenaga kerja lokal, sehingga secara tidak langsung memberikan dampak ekonomi sejak tahap awal pembangunan.

    Langkah Awal Menuju Desa MandiriRampungnya gedung koperasi ini menjadi langkah awal dari transformasi ekonomi Desa Bunton.

    Ke depan, pengelolaan koperasi diharapkan dapat dilakukan secara profesional dan transparan, sehingga mampu menarik lebih banyak anggota dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

    Program-program inovatif pun mulai disiapkan, seperti pelatihan kewirausahaan, digitalisasi koperasi, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jaringan pasar.

    Lebih dari Sekadar Bangunan tetapi simbol harapan, kolaborasi, dan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat desa.

    Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, bukan tidak mungkin Desa Bunton akan menjadi salah satu contoh sukses desa mandiri yang mampu menggerakkan ekonominya masyarakat desa bunton khususnya.

    #kopdeskelbunton
    Rampung Dibangun! Gedung [kopdesbunton] Jadi Harapan Baru Penggerak Ekonomi Warga Adipala.com - Kabar gembirakan datang dari [bunton], [kecamatan]. Hari ini, pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih Bunton selesai. Kehadiran gedung baru ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol kebangkitan ekonomi dan semangat gotong royong masyarakat desa. Setelah melalui proses pembangunan yang cukup panjang, gedung koperasi yang berdiri kokoh kini siap digunakan sebagai pusat aktivitas ekonomi warga. Simbol Baru Kemandirian Ekonomi DesaGedung Koperasi Desa Merah Putih Bunton dirancang sebagai pusat layanan ekonomi terpadu. Nantinya, koperasi ini akan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai usaha, distribusi kebutuhan pokok, hingga pengembangan UMKM lokal. Kepala desa Bunton dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembangunan gedung ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menciptakan desa yang mandiri secara ekonomi. “Kami ingin koperasi ini menjadi jantung ekonomi desa. Bukan hanya tempat transaksi, tapi juga tempat masyarakat tumbuh bersama secara finansial,” ujarnya. Dengan fasilitas yang lebih representatif, diharapkan pelayanan kepada anggota koperasi bisa lebih maksimal dan profesional. Dampak Nyata untuk WargaPembangunan gedung ini membawa harapan besar bagi warga Bunton, terutama pelaku usaha kecil dan menengah. Selama ini, banyak UMKM yang terkendala akses permodalan dan distribusi. Dengan hadirnya koperasi yang lebih modern dan terorganisir, masalah tersebut diharapkan dapat teratasi. Beberapa manfaat yang diproyeksikan antara lain: - Menjadi pusat distribusi produk lokal - Meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat desa - Membuka peluang lapangan kerja baruSalah satu warga mengungkapkan rasa optimisnya: “Dengan adanya gedung koperasi ini, semoga menjadi harapan untuk mengembangkan usaha lebih besar lagi.” Semangat Gotong Royong yang Terjaga Pembangunan gedung ini juga menjadi bukti nyata kuatnya budaya gotong royong di Desa Bunton. Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga partisipasi masyarakat, menjadi kunci utama terselesaikannya proyek ini. Tidak hanya itu, proses pembangunan juga melibatkan tenaga kerja lokal, sehingga secara tidak langsung memberikan dampak ekonomi sejak tahap awal pembangunan. Langkah Awal Menuju Desa MandiriRampungnya gedung koperasi ini menjadi langkah awal dari transformasi ekonomi Desa Bunton. Ke depan, pengelolaan koperasi diharapkan dapat dilakukan secara profesional dan transparan, sehingga mampu menarik lebih banyak anggota dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Program-program inovatif pun mulai disiapkan, seperti pelatihan kewirausahaan, digitalisasi koperasi, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jaringan pasar. Lebih dari Sekadar Bangunan tetapi simbol harapan, kolaborasi, dan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat desa. Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, bukan tidak mungkin Desa Bunton akan menjadi salah satu contoh sukses desa mandiri yang mampu menggerakkan ekonominya masyarakat desa bunton khususnya. #kopdeskelbunton
    0 Comments 0 Shares 55K Views 0 Reviews
  • 🍈 Wisata Petik Melon Premium Organik Langsung dari Greenhouse

    Lagi cari wisata seru, sehat, dan bisa dinikmati
    bareng keluarga saat Lebaran ?

    Sekarang kamu bisa petik melon
    premium organik di greenhouse langsung !

    Rasakan sensasi panen sendiri dengan kualitas terbaik:

    ✨ Varietas Kinanti & The Blues
    ✔️ Manis maksimal
    ✔️ Tekstur renyah
    ✔️ Aroma wangi khas melon premium*

    🔥 GRATIS MASUK (HTM 0 Rupiah!)
    📅 25 – 29 Maret 2026
    ⏰ 08.00 – 16.00 WIB

    ⚠️ Panen TERBATAS!
    Kalau stok habis sebelum tanggal 29 event langsung ditutup.

    💰 Petik Sendiri Hanya:
    Rp 35.000 / kg

    lebih murah dibanding di toko buah atau di swalayan yang bisa dijual antara 40rb sd 90rb per kg

    📍 Lokasi: Greenhouse KWT Desa Mrenek, Maos

    🎯 Cocok untuk:
    👨‍👩‍👧‍👦 Wisata keluarga
    📚 Edukasi anak
    📸 Konten Instagramable
    🥗 Pecinta hidup sehat

    🚨 Jangan nunggu viral baru datang!
    Tag teman & keluarga kamu sekarang
    sebelum kehabisan! 🍈🔥

    Tanyakan Arah Lokasi Open Farm
    dan Catat Tanggalnya ya..

    Chat WA :
    https://wa.me/6282137281411

    #WisataMelon
    #OpenFarm
    #PetikMelon
    #WisataKeluarga
    #WisataCilacap
    #WisataMaos
    #HealingTipisTipis
    #WisataHits
    #Agrowisata
    #MelonPremium
    #MelonOrganik
    #PetikBuah
    #WisataMurah
    #GratisMasuk
    #HiddenGemCilacap
    #CilacapExplore
    #LiburanKeluarga
    #TempatViral
    #WeekendSeru
    #HayatiNusantara
    🍈 Wisata Petik Melon Premium Organik Langsung dari Greenhouse Lagi cari wisata seru, sehat, dan bisa dinikmati bareng keluarga saat Lebaran ? Sekarang kamu bisa petik melon premium organik di greenhouse langsung ! Rasakan sensasi panen sendiri dengan kualitas terbaik: ✨ Varietas Kinanti & The Blues ✔️ Manis maksimal ✔️ Tekstur renyah ✔️ Aroma wangi khas melon premium* 🔥 GRATIS MASUK (HTM 0 Rupiah!) 📅 25 – 29 Maret 2026 ⏰ 08.00 – 16.00 WIB ⚠️ Panen TERBATAS! Kalau stok habis sebelum tanggal 29 event langsung ditutup. 💰 Petik Sendiri Hanya: Rp 35.000 / kg lebih murah dibanding di toko buah atau di swalayan yang bisa dijual antara 40rb sd 90rb per kg 📍 Lokasi: Greenhouse KWT Desa Mrenek, Maos 🎯 Cocok untuk: 👨‍👩‍👧‍👦 Wisata keluarga 📚 Edukasi anak 📸 Konten Instagramable 🥗 Pecinta hidup sehat 🚨 Jangan nunggu viral baru datang! Tag teman & keluarga kamu sekarang sebelum kehabisan! 🍈🔥 Tanyakan Arah Lokasi Open Farm dan Catat Tanggalnya ya.. Chat WA : https://wa.me/6282137281411 #WisataMelon #OpenFarm #PetikMelon #WisataKeluarga #WisataCilacap #WisataMaos #HealingTipisTipis #WisataHits #Agrowisata #MelonPremium #MelonOrganik #PetikBuah #WisataMurah #GratisMasuk #HiddenGemCilacap #CilacapExplore #LiburanKeluarga #TempatViral #WeekendSeru #HayatiNusantara
    0 Comments 0 Shares 59K Views 0 Reviews
  • PLN Indonesia Power Adipala Jaga Pasokan Listrik Jamali Jelang Lebaran 2026, Program Indesa 2.0 Sentuh 28 Ribu Warga

    CILACAP – PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala memastikan pasokan listrik untuk sistem Jawa–Madura–Bali (Jamali) tetap andal menjelang Idul Fitri 2026. Pembangkit listrik tersebut mampu menjaga produksi listrik stabil di kisaran 400 hingga 450 MWh per hari untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi saat Lebaran.

    Komitmen menjaga ketahanan energi tersebut disampaikan oleh Asisten Manajer Umum PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala, Taufik Hidayanto, dalam kegiatan NGOSIK (Ngobrol Asik & Bukber Media) yang digelar di Cilacap pada Rabu (11/3/2026).

    Selain memastikan keandalan listrik, PLN Indonesia Power juga memaparkan keberhasilan program ekonomi sirkular Indesa 2.0 (Integrasi Desa) yang kini telah memberikan manfaat kepada sekitar 28.000 warga di wilayah sekitar pembangkit.

    Pasokan Listrik Jamali Tetap Stabil

    Menjelang momen Idul Fitri, kebutuhan listrik masyarakat biasanya mengalami peningkatan. Oleh karena itu, PLN Indonesia Power memastikan seluruh sistem operasional pembangkit tetap berjalan optimal.

    Taufik menjelaskan bahwa listrik yang dihasilkan pembangkit Adipala langsung terhubung dengan jaringan utama transmisi nasional.

    “Produksi listrik dari pembangkit ini langsung masuk ke sistem 500 kV atau SUTET melalui Gardu Induk Kesugihan, yang kemudian didistribusikan ke jaringan Jawa–Madura–Bali,” ujarnya.

    Untuk memastikan keandalan selama periode Lebaran, perusahaan juga mengaktifkan Posko Siaga Idul Fitri yang beroperasi 24 jam penuh di ruang kontrol pembangkit dan terintegrasi dengan pusat kendali di tingkat nasional.

    Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil bagi masyarakat selama masa libur Lebaran.

    Program Indesa 2.0 Dorong Ekonomi Sirkular

    Selain fokus pada ketahanan energi, PLN Indonesia Power juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular yang dikenal dengan nama Indesa 2.0.

    Program ini mengintegrasikan berbagai sektor ekonomi desa seperti peternakan, pertanian, perikanan, dan pengolahan pangan dalam satu sistem yang saling mendukung.

    “Kami mengintegrasikan berbagai sektor mulai dari peternakan, pertanian, hingga pengolahan makanan. Limbah dari satu sektor dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi sektor lainnya,” jelas Taufik.

    Salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular tersebut adalah pemanfaatan kotoran ternak domba dan air kolam gurame yang digunakan sebagai nutrisi untuk budidaya tanaman seperti jamur dan bawang.

    Hasil pertanian dan perikanan tersebut kemudian diolah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi berbagai produk makanan olahan bernilai tambah seperti abon ikan dan camilan lokal.

    Omzet Kelompok Capai Ratusan Juta

    Program Indesa 2.0 terbukti memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa di sekitar wilayah operasional pembangkit.

    Produk-produk olahan yang dihasilkan kelompok masyarakat bahkan mampu mencatatkan omzet hingga ratusan juta rupiah.

    Saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 28.000 penerima manfaat di wilayah Ring 1 pembangkit, termasuk Desa Bunton, Adipala, dan Penggalang.

    Pendampingan dan Pelatihan Berkelanjutan

    PLN Indonesia Power juga memberikan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat agar program pemberdayaan dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

    Pendampingan tersebut meliputi pelatihan teknis hingga strategi pemasaran produk.

    Perusahaan juga menggandeng tenaga ahli dari Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian untuk membantu masyarakat mengatasi berbagai kendala teknis seperti kesehatan ternak maupun pengendalian hama.

    Selain itu, pelaku usaha desa juga diberikan pelatihan branding dan pemasaran agar produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

    Melalui kegiatan NGOSIK tersebut, PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala menegaskan perannya tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik nasional, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
    PLN Indonesia Power Adipala Jaga Pasokan Listrik Jamali Jelang Lebaran 2026, Program Indesa 2.0 Sentuh 28 Ribu Warga CILACAP – PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala memastikan pasokan listrik untuk sistem Jawa–Madura–Bali (Jamali) tetap andal menjelang Idul Fitri 2026. Pembangkit listrik tersebut mampu menjaga produksi listrik stabil di kisaran 400 hingga 450 MWh per hari untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi saat Lebaran. Komitmen menjaga ketahanan energi tersebut disampaikan oleh Asisten Manajer Umum PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala, Taufik Hidayanto, dalam kegiatan NGOSIK (Ngobrol Asik & Bukber Media) yang digelar di Cilacap pada Rabu (11/3/2026). Selain memastikan keandalan listrik, PLN Indonesia Power juga memaparkan keberhasilan program ekonomi sirkular Indesa 2.0 (Integrasi Desa) yang kini telah memberikan manfaat kepada sekitar 28.000 warga di wilayah sekitar pembangkit. Pasokan Listrik Jamali Tetap Stabil Menjelang momen Idul Fitri, kebutuhan listrik masyarakat biasanya mengalami peningkatan. Oleh karena itu, PLN Indonesia Power memastikan seluruh sistem operasional pembangkit tetap berjalan optimal. Taufik menjelaskan bahwa listrik yang dihasilkan pembangkit Adipala langsung terhubung dengan jaringan utama transmisi nasional. “Produksi listrik dari pembangkit ini langsung masuk ke sistem 500 kV atau SUTET melalui Gardu Induk Kesugihan, yang kemudian didistribusikan ke jaringan Jawa–Madura–Bali,” ujarnya. Untuk memastikan keandalan selama periode Lebaran, perusahaan juga mengaktifkan Posko Siaga Idul Fitri yang beroperasi 24 jam penuh di ruang kontrol pembangkit dan terintegrasi dengan pusat kendali di tingkat nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil bagi masyarakat selama masa libur Lebaran. Program Indesa 2.0 Dorong Ekonomi Sirkular Selain fokus pada ketahanan energi, PLN Indonesia Power juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular yang dikenal dengan nama Indesa 2.0. Program ini mengintegrasikan berbagai sektor ekonomi desa seperti peternakan, pertanian, perikanan, dan pengolahan pangan dalam satu sistem yang saling mendukung. “Kami mengintegrasikan berbagai sektor mulai dari peternakan, pertanian, hingga pengolahan makanan. Limbah dari satu sektor dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi sektor lainnya,” jelas Taufik. Salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular tersebut adalah pemanfaatan kotoran ternak domba dan air kolam gurame yang digunakan sebagai nutrisi untuk budidaya tanaman seperti jamur dan bawang. Hasil pertanian dan perikanan tersebut kemudian diolah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi berbagai produk makanan olahan bernilai tambah seperti abon ikan dan camilan lokal. Omzet Kelompok Capai Ratusan Juta Program Indesa 2.0 terbukti memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa di sekitar wilayah operasional pembangkit. Produk-produk olahan yang dihasilkan kelompok masyarakat bahkan mampu mencatatkan omzet hingga ratusan juta rupiah. Saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 28.000 penerima manfaat di wilayah Ring 1 pembangkit, termasuk Desa Bunton, Adipala, dan Penggalang. Pendampingan dan Pelatihan Berkelanjutan PLN Indonesia Power juga memberikan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat agar program pemberdayaan dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan. Pendampingan tersebut meliputi pelatihan teknis hingga strategi pemasaran produk. Perusahaan juga menggandeng tenaga ahli dari Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian untuk membantu masyarakat mengatasi berbagai kendala teknis seperti kesehatan ternak maupun pengendalian hama. Selain itu, pelaku usaha desa juga diberikan pelatihan branding dan pemasaran agar produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Melalui kegiatan NGOSIK tersebut, PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala menegaskan perannya tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik nasional, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
    0 Comments 0 Shares 55K Views 0 Reviews
  • Kecamatan Adipala Cilacap Bebas Desa Miskin Ekstrem,
    Karangsari dan Wlahar Berhasil Bangkit

    CILACAP – Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, mencatat kemajuan signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Pemerintah setempat memastikan bahwa saat ini tidak ada lagi desa dengan kategori miskin ekstrem di wilayah tersebut.

    Capaian ini salah satunya ditandai dengan keluarnya Desa Karangsari dan Desa Wlahar dari kategori desa miskin ekstrem setelah berbagai program penanganan dan pemberdayaan masyarakat dilakukan secara terpadu.

    Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tersebut.

    “Alhamdulillah saat ini di Kecamatan Adipala sudah tidak ada lagi desa dengan kategori miskin ekstrem. Desa Karangsari dan Wlahar yang sebelumnya masuk kategori tersebut kini sudah berhasil keluar,” ujarnya.

    Program Pemberdayaan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

    Firdaus menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, hingga dukungan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

    Berbagai program penanganan kemiskinan dilakukan secara terpadu, meliputi bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan usaha.

    Salah satu contoh keberhasilan terlihat di Desa Karangsari, di mana pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta produksi gula kelapa menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

    “Selain bantuan sosial, kami juga memberikan pelatihan dan pendampingan usaha agar masyarakat bisa meningkatkan pendapatan keluarga secara mandiri,” jelas Firdaus.

    Kolaborasi Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan

    Menurutnya, pengentasan kemiskinan ekstrem tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan yang berkelanjutan.

    “Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun sektor swasta melalui program CSR,” katanya.

    Harapan Pembangunan Berkelanjutan

    Pemerintah Kecamatan Adipala berharap berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

    Selain itu, peningkatan akses pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pengembangan usaha di tingkat desa diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

    Dengan capaian tersebut, Kecamatan Adipala optimistis mampu mempertahankan status bebas desa miskin ekstrem sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
    Kecamatan Adipala Cilacap Bebas Desa Miskin Ekstrem, Karangsari dan Wlahar Berhasil Bangkit CILACAP – Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, mencatat kemajuan signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Pemerintah setempat memastikan bahwa saat ini tidak ada lagi desa dengan kategori miskin ekstrem di wilayah tersebut. Capaian ini salah satunya ditandai dengan keluarnya Desa Karangsari dan Desa Wlahar dari kategori desa miskin ekstrem setelah berbagai program penanganan dan pemberdayaan masyarakat dilakukan secara terpadu. Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tersebut. “Alhamdulillah saat ini di Kecamatan Adipala sudah tidak ada lagi desa dengan kategori miskin ekstrem. Desa Karangsari dan Wlahar yang sebelumnya masuk kategori tersebut kini sudah berhasil keluar,” ujarnya. Program Pemberdayaan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Firdaus menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, hingga dukungan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Berbagai program penanganan kemiskinan dilakukan secara terpadu, meliputi bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan usaha. Salah satu contoh keberhasilan terlihat di Desa Karangsari, di mana pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta produksi gula kelapa menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. “Selain bantuan sosial, kami juga memberikan pelatihan dan pendampingan usaha agar masyarakat bisa meningkatkan pendapatan keluarga secara mandiri,” jelas Firdaus. Kolaborasi Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan Menurutnya, pengentasan kemiskinan ekstrem tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan yang berkelanjutan. “Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun sektor swasta melalui program CSR,” katanya. Harapan Pembangunan Berkelanjutan Pemerintah Kecamatan Adipala berharap berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Selain itu, peningkatan akses pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pengembangan usaha di tingkat desa diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. Dengan capaian tersebut, Kecamatan Adipala optimistis mampu mempertahankan status bebas desa miskin ekstrem sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
    0 Comments 0 Shares 53K Views 0 Reviews
  • Kebakaran Hebat Melanda Swalayan Rita Pasaraya Cilacap

    CILACAP – Kebakaran hebat melanda Rita Pasaraya Cilacap yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Cilacap, Senin malam (2/2/2026). Api dilaporkan menjalar ke sejumlah bangunan di sekitar pusat perbelanjaan tersebut.

    Hingga Selasa (3/2/2026) pukul 06.00 WIB, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama relawan dari berbagai unsur masih melakukan proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian.

    Ketua Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Cilacap, Mustangin, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 22.15 WIB. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.

    “Kebakaran diketahui sekitar pukul 22.15 WIB. Api cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain,” ujar Mustangin saat dikonfirmasi, Selasa pagi.

    Ia menyebutkan, sedikitnya dua bangunan di sekitar Rita Pasaraya ikut terdampak kebakaran. “Dua bangunan di sekitarnya ikut terbakar, yaitu toko sepatu dan sebuah rumah makan sushi,” jelasnya.

    https://banyumasraya.com/cilacap/kebakaran-hebat-melanda-swalayan-rita-pasaraya-cilacap
    Kebakaran Hebat Melanda Swalayan Rita Pasaraya Cilacap CILACAP – Kebakaran hebat melanda Rita Pasaraya Cilacap yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Cilacap, Senin malam (2/2/2026). Api dilaporkan menjalar ke sejumlah bangunan di sekitar pusat perbelanjaan tersebut. Hingga Selasa (3/2/2026) pukul 06.00 WIB, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama relawan dari berbagai unsur masih melakukan proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian. Ketua Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Cilacap, Mustangin, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 22.15 WIB. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. “Kebakaran diketahui sekitar pukul 22.15 WIB. Api cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain,” ujar Mustangin saat dikonfirmasi, Selasa pagi. Ia menyebutkan, sedikitnya dua bangunan di sekitar Rita Pasaraya ikut terdampak kebakaran. “Dua bangunan di sekitarnya ikut terbakar, yaitu toko sepatu dan sebuah rumah makan sushi,” jelasnya. https://banyumasraya.com/cilacap/kebakaran-hebat-melanda-swalayan-rita-pasaraya-cilacap
    0 Comments 0 Shares 32K Views 0 Reviews
  • Menkop: 27 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi April 2026

    JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menyatakan sebanyak 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih ditargetkan siap beroperasi pada April 2026. Ribuan koperasi tersebut saat ini masih dalam tahap pembangunan fisik.

    Dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, Ferry menyampaikan bahwa hingga Januari 2026, tercatat 27.191 Kopdes/Kel Merah Putih tengah dibangun secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Pembangunan fisik koperasi, termasuk gudang dan sarana pendukung, diproyeksikan rampung pada Maret atau paling lambat April 2026.

    “Insyaallah Maret atau paling lambat April sudah selesai bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya,” ujar Ferry.

    Selain pembangunan fisik, Kementerian Koperasi juga menyiapkan aspek non-fisik agar koperasi dapat langsung beroperasi. Persiapan tersebut meliputi penguatan sumber daya manusia, mulai dari pengawas, pengurus, hingga penerapan sistem informasi manajemen koperasi.

    Ferry menegaskan bahwa 27 ribu koperasi yang saat ini sedang dibangun merupakan tahap pertama dari target nasional 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih. Jumlah tersebut akan terus bertambah secara bertahap hingga akhir tahun 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

    “Ini tahap awal. Secara bertahap akan kita uji coba operasionalnya, dan pada akhir tahun jumlahnya ditargetkan mencapai 80 ribu koperasi,” katanya.

    Program pembangunan 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih secara resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025. Program ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa, untuk memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional.

    Pendanaan program Kopdes Merah Putih bersumber dari berbagai skema, mulai dari APBN, APBD, Dana Desa, hingga dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk membangun gerai, gudang, serta sarana logistik koperasi.

    Setiap unit Kopdes Merah Putih mendapatkan plafon pendanaan hingga Rp3 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp2,5 miliar dialokasikan untuk investasi atau belanja modal (capital expenditure/capex) berupa pembangunan fisik dan kelengkapan operasional, sementara Rp500 juta digunakan untuk biaya operasional (operational expenditure/opex).

    Adapun infrastruktur wajib yang dibangun di setiap Kopdes Merah Putih meliputi tujuh unit layanan, yakni kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang berpendingin (cold storage), serta sarana logistik pendukung.

    Sebelumnya, pemerintah menargetkan seluruh Kopdes Merah Putih yang telah memiliki legalitas dapat beroperasi penuh pada Maret 2026. Namun, dengan mempertimbangkan tahapan pembangunan dan kesiapan operasional, target operasional penuh kini diproyeksikan berlangsung hingga April 2026.

    Sumber:
    https://banyumasraya.com/nasional/menkop-27-ribu-kopdes-merah-putih-siap-beroperasi-april-2026
    Menkop: 27 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi April 2026 JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menyatakan sebanyak 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih ditargetkan siap beroperasi pada April 2026. Ribuan koperasi tersebut saat ini masih dalam tahap pembangunan fisik. Dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, Ferry menyampaikan bahwa hingga Januari 2026, tercatat 27.191 Kopdes/Kel Merah Putih tengah dibangun secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Pembangunan fisik koperasi, termasuk gudang dan sarana pendukung, diproyeksikan rampung pada Maret atau paling lambat April 2026. “Insyaallah Maret atau paling lambat April sudah selesai bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya,” ujar Ferry. Selain pembangunan fisik, Kementerian Koperasi juga menyiapkan aspek non-fisik agar koperasi dapat langsung beroperasi. Persiapan tersebut meliputi penguatan sumber daya manusia, mulai dari pengawas, pengurus, hingga penerapan sistem informasi manajemen koperasi. Ferry menegaskan bahwa 27 ribu koperasi yang saat ini sedang dibangun merupakan tahap pertama dari target nasional 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih. Jumlah tersebut akan terus bertambah secara bertahap hingga akhir tahun 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Ini tahap awal. Secara bertahap akan kita uji coba operasionalnya, dan pada akhir tahun jumlahnya ditargetkan mencapai 80 ribu koperasi,” katanya. Program pembangunan 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih secara resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025. Program ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa, untuk memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional. Pendanaan program Kopdes Merah Putih bersumber dari berbagai skema, mulai dari APBN, APBD, Dana Desa, hingga dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk membangun gerai, gudang, serta sarana logistik koperasi. Setiap unit Kopdes Merah Putih mendapatkan plafon pendanaan hingga Rp3 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp2,5 miliar dialokasikan untuk investasi atau belanja modal (capital expenditure/capex) berupa pembangunan fisik dan kelengkapan operasional, sementara Rp500 juta digunakan untuk biaya operasional (operational expenditure/opex). Adapun infrastruktur wajib yang dibangun di setiap Kopdes Merah Putih meliputi tujuh unit layanan, yakni kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang berpendingin (cold storage), serta sarana logistik pendukung. Sebelumnya, pemerintah menargetkan seluruh Kopdes Merah Putih yang telah memiliki legalitas dapat beroperasi penuh pada Maret 2026. Namun, dengan mempertimbangkan tahapan pembangunan dan kesiapan operasional, target operasional penuh kini diproyeksikan berlangsung hingga April 2026. Sumber: https://banyumasraya.com/nasional/menkop-27-ribu-kopdes-merah-putih-siap-beroperasi-april-2026
    0 Comments 0 Shares 8K Views 0 Reviews
  • Direncanakan Dibangun Tugu di Simpang Lima Adipala Cilacap, Akan Jadi Landmark Baru

    CILACAP – Kabupaten Cilacap berpeluang memiliki landmark baru. Sebuah tugu direncanakan akan dibangun di kawasan Simpang Lima Pasar Adipala, Kecamatan Adipala, sebagai penanda wilayah sekaligus penguat identitas daerah.

    Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia, S.Psi., M.M., membenarkan adanya rencana pembangunan tugu tersebut. Namun demikian, ia menegaskan bahwa rencana itu masih berada pada tahap awal perencanaan.

    “Benar, ada rencana pembangunan tugu di Simpang Lima Adipala. Saat ini masih dalam tahap perencanaan dan rencananya akan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ujar Firdaus saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).

    Firdaus menjelaskan, tugu tersebut direncanakan berdiri tepat di depan Pasar Adipala, pada titik pertemuan lima jalur utama. Simpang tersebut menghubungkan arus lalu lintas dari arah Kroya, Binangun atau Nusawungu, Maos di sisi utara, serta jalur menuju selatan ke kawasan Pantai Bunton.

    Menurutnya, Simpang Lima Adipala merupakan kawasan strategis yang setiap hari dilalui kendaraan dari dalam maupun luar Kabupaten Cilacap. Oleh karena itu, keberadaan tugu dinilai penting sebagai ikon kawasan sekaligus memperindah wajah wilayah Adipala.

    “Lokasi ini sangat strategis dan menjadi salah satu pintu perlintasan utama. Harapannya, tugu ini bisa menjadi ikon baru sekaligus menambah nilai identitas Kabupaten Cilacap,” jelasnya.

    Meski masih dalam tahap perencanaan, Firdaus menyebutkan bahwa respons dari pihak penyedia dana CSR cukup positif. Pemerintah kecamatan berharap proses kajian teknis dan perizinan dapat segera diselesaikan agar pembangunan dapat direalisasikan.

    “Alhamdulillah, sinyal dari pihak CSR cukup positif. Semoga seluruh proses berjalan lancar dan pembangunan tugu bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.
    Direncanakan Dibangun Tugu di Simpang Lima Adipala Cilacap, Akan Jadi Landmark Baru CILACAP – Kabupaten Cilacap berpeluang memiliki landmark baru. Sebuah tugu direncanakan akan dibangun di kawasan Simpang Lima Pasar Adipala, Kecamatan Adipala, sebagai penanda wilayah sekaligus penguat identitas daerah. Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia, S.Psi., M.M., membenarkan adanya rencana pembangunan tugu tersebut. Namun demikian, ia menegaskan bahwa rencana itu masih berada pada tahap awal perencanaan. “Benar, ada rencana pembangunan tugu di Simpang Lima Adipala. Saat ini masih dalam tahap perencanaan dan rencananya akan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ujar Firdaus saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026). Firdaus menjelaskan, tugu tersebut direncanakan berdiri tepat di depan Pasar Adipala, pada titik pertemuan lima jalur utama. Simpang tersebut menghubungkan arus lalu lintas dari arah Kroya, Binangun atau Nusawungu, Maos di sisi utara, serta jalur menuju selatan ke kawasan Pantai Bunton. Menurutnya, Simpang Lima Adipala merupakan kawasan strategis yang setiap hari dilalui kendaraan dari dalam maupun luar Kabupaten Cilacap. Oleh karena itu, keberadaan tugu dinilai penting sebagai ikon kawasan sekaligus memperindah wajah wilayah Adipala. “Lokasi ini sangat strategis dan menjadi salah satu pintu perlintasan utama. Harapannya, tugu ini bisa menjadi ikon baru sekaligus menambah nilai identitas Kabupaten Cilacap,” jelasnya. Meski masih dalam tahap perencanaan, Firdaus menyebutkan bahwa respons dari pihak penyedia dana CSR cukup positif. Pemerintah kecamatan berharap proses kajian teknis dan perizinan dapat segera diselesaikan agar pembangunan dapat direalisasikan. “Alhamdulillah, sinyal dari pihak CSR cukup positif. Semoga seluruh proses berjalan lancar dan pembangunan tugu bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.
    0 Comments 0 Shares 9K Views 0 Reviews
  • BUMDes vs Koperasi Desa Merah Putih:
    Ini Perbedaan, Fungsi, dan Manfaatnya bagi Warga Desa

    Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) belakangan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat desa. Ribuan koperasi jenis baru ini mulai berdiri di berbagai daerah, sehingga memunculkan pertanyaan: apakah Kopdes Merah Putih akan menggantikan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)?

    Kekhawatiran tersebut muncul setelah beredar informasi di media sosial yang membahas perbandingan kedua lembaga ekonomi desa ini. Salah satunya berasal dari unggahan video di kanal Facebook desa yang menjelaskan perbedaan mendasar antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih.

    Dalam video tersebut ditegaskan bahwa kedua lembaga ini sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Namun mekanisme kerja, orientasi, dan sistem pengelolaannya berbeda.

    “Banyak yang mengira Kopdes Merah Putih akan menggantikan BUMDes. Padahal keduanya justru saling melengkapi, bukan saling meniadakan,” ujar narator dalam video tersebut.

    Dasar Hukum yang Berbeda

    Perbedaan paling mendasar antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih terletak pada dasar hukum pembentukannya.

    Kopdes Merah Putih dibentuk berdasarkan Instruksi Presiden serta Surat Edaran Menteri Koperasi dan UKM. Lembaga ini bergerak dengan prinsip koperasi modern berbasis keanggotaan masyarakat.

    Sementara itu, BUMDes memiliki payung hukum yang lebih kuat karena diatur langsung melalui Undang-Undang, termasuk dalam regulasi turunan Undang-Undang Cipta Kerja. Pembentukannya dilakukan melalui musyawarah desa dan berstatus sebagai badan hukum milik desa.

    “BUMDes adalah badan hukum desa, sedangkan Kopdes Merah Putih berbasis keanggotaan koperasi,” jelas narator dalam tayangan tersebut.

    Fokus Usaha yang Berbeda

    Dari sisi operasional, kedua lembaga ini juga memiliki fokus kegiatan yang tidak sama.

    Kopdes Merah Putih lebih diarahkan pada pelayanan ekonomi langsung kepada warga desa. Bentuk usahanya meliputi:

    Penyediaan kebutuhan pokok (sembako),

    Simpan pinjam,

    Pengelolaan hasil panen,

    Distribusi produk lokal,

    Layanan ekonomi mikro lainnya.

    Sebaliknya, BUMDes memiliki ruang gerak lebih luas karena mengelola potensi dan aset desa secara menyeluruh. Bidang usahanya dapat mencakup:

    Pengelolaan pariwisata desa,

    Penyediaan air bersih,

    Pengelolaan energi desa,

    Jasa perdagangan,

    Pengelolaan aset dan fasilitas milik desa.

    “Kalau Kopdes fokus melayani kebutuhan warga, BUMDes lebih pada pemberdayaan aset dan potensi desa,” terang penjelasan dalam video tersebut.

    Modal dan Sistem Pengelolaan

    Perbedaan berikutnya terletak pada sumber permodalan dan tata kelola organisasi.

    Kopdes Merah Putih memiliki akses pendanaan yang relatif lebih fleksibel, antara lain berasal dari:

    Dana Desa,

    APBN dan APBD,

    Dukungan perbankan Himbara,

    Simpanan anggota koperasi.

    Pengurus Kopdes dipilih langsung oleh anggota koperasi, sehingga mekanisme pengambilan keputusan lebih demokratis sesuai prinsip koperasi.

    Sedangkan BUMDes umumnya memperoleh modal dari penyertaan Dana Desa, meskipun tetap terbuka untuk investasi pihak ketiga. Pengelolaannya dipimpin oleh direktur atau pengurus yang ditetapkan melalui musyawarah desa.

    “Pengurus koperasi dipilih anggota, sementara direktur BUMDes ditentukan melalui musyawarah desa,” lanjut penjelasan tersebut.

    Bukan Saling Menggantikan, Tapi Saling Melengkapi

    Dari seluruh perbedaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kopdes Merah Putih dan BUMDes tidak berada pada posisi saling menggantikan.

    Justru keduanya dirancang untuk berjalan berdampingan dengan peran yang berbeda:

    BUMDes fokus mengembangkan potensi dan aset desa,

    Kopdes Merah Putih fokus melayani kebutuhan ekonomi langsung masyarakat.

    Jika dikelola secara transparan dan profesional, kedua lembaga ini dapat menjadi motor utama penggerak ekonomi desa.

    “Intinya, BUMDes mengelola aset desa, sementara Kopdes melayani kebutuhan warga. Tinggal bagaimana desa memanfaatkan keduanya secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas narator dalam video tersebut.

    Dengan sinergi yang baik, kehadiran BUMDes dan Kopdes Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

    Sumber :
    https://banyumasraya.com/nasional/bumdes-vs-koperasi-desa-merah-putih-ini-perbedaan-fungsi-dan-manfaatnya-bagi-warga-desa
    BUMDes vs Koperasi Desa Merah Putih: Ini Perbedaan, Fungsi, dan Manfaatnya bagi Warga Desa Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) belakangan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat desa. Ribuan koperasi jenis baru ini mulai berdiri di berbagai daerah, sehingga memunculkan pertanyaan: apakah Kopdes Merah Putih akan menggantikan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)? Kekhawatiran tersebut muncul setelah beredar informasi di media sosial yang membahas perbandingan kedua lembaga ekonomi desa ini. Salah satunya berasal dari unggahan video di kanal Facebook desa yang menjelaskan perbedaan mendasar antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih. Dalam video tersebut ditegaskan bahwa kedua lembaga ini sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Namun mekanisme kerja, orientasi, dan sistem pengelolaannya berbeda. “Banyak yang mengira Kopdes Merah Putih akan menggantikan BUMDes. Padahal keduanya justru saling melengkapi, bukan saling meniadakan,” ujar narator dalam video tersebut. Dasar Hukum yang Berbeda Perbedaan paling mendasar antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih terletak pada dasar hukum pembentukannya. Kopdes Merah Putih dibentuk berdasarkan Instruksi Presiden serta Surat Edaran Menteri Koperasi dan UKM. Lembaga ini bergerak dengan prinsip koperasi modern berbasis keanggotaan masyarakat. Sementara itu, BUMDes memiliki payung hukum yang lebih kuat karena diatur langsung melalui Undang-Undang, termasuk dalam regulasi turunan Undang-Undang Cipta Kerja. Pembentukannya dilakukan melalui musyawarah desa dan berstatus sebagai badan hukum milik desa. “BUMDes adalah badan hukum desa, sedangkan Kopdes Merah Putih berbasis keanggotaan koperasi,” jelas narator dalam tayangan tersebut. Fokus Usaha yang Berbeda Dari sisi operasional, kedua lembaga ini juga memiliki fokus kegiatan yang tidak sama. Kopdes Merah Putih lebih diarahkan pada pelayanan ekonomi langsung kepada warga desa. Bentuk usahanya meliputi: Penyediaan kebutuhan pokok (sembako), Simpan pinjam, Pengelolaan hasil panen, Distribusi produk lokal, Layanan ekonomi mikro lainnya. Sebaliknya, BUMDes memiliki ruang gerak lebih luas karena mengelola potensi dan aset desa secara menyeluruh. Bidang usahanya dapat mencakup: Pengelolaan pariwisata desa, Penyediaan air bersih, Pengelolaan energi desa, Jasa perdagangan, Pengelolaan aset dan fasilitas milik desa. “Kalau Kopdes fokus melayani kebutuhan warga, BUMDes lebih pada pemberdayaan aset dan potensi desa,” terang penjelasan dalam video tersebut. Modal dan Sistem Pengelolaan Perbedaan berikutnya terletak pada sumber permodalan dan tata kelola organisasi. Kopdes Merah Putih memiliki akses pendanaan yang relatif lebih fleksibel, antara lain berasal dari: Dana Desa, APBN dan APBD, Dukungan perbankan Himbara, Simpanan anggota koperasi. Pengurus Kopdes dipilih langsung oleh anggota koperasi, sehingga mekanisme pengambilan keputusan lebih demokratis sesuai prinsip koperasi. Sedangkan BUMDes umumnya memperoleh modal dari penyertaan Dana Desa, meskipun tetap terbuka untuk investasi pihak ketiga. Pengelolaannya dipimpin oleh direktur atau pengurus yang ditetapkan melalui musyawarah desa. “Pengurus koperasi dipilih anggota, sementara direktur BUMDes ditentukan melalui musyawarah desa,” lanjut penjelasan tersebut. Bukan Saling Menggantikan, Tapi Saling Melengkapi Dari seluruh perbedaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kopdes Merah Putih dan BUMDes tidak berada pada posisi saling menggantikan. Justru keduanya dirancang untuk berjalan berdampingan dengan peran yang berbeda: BUMDes fokus mengembangkan potensi dan aset desa, Kopdes Merah Putih fokus melayani kebutuhan ekonomi langsung masyarakat. Jika dikelola secara transparan dan profesional, kedua lembaga ini dapat menjadi motor utama penggerak ekonomi desa. “Intinya, BUMDes mengelola aset desa, sementara Kopdes melayani kebutuhan warga. Tinggal bagaimana desa memanfaatkan keduanya secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas narator dalam video tersebut. Dengan sinergi yang baik, kehadiran BUMDes dan Kopdes Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. Sumber : https://banyumasraya.com/nasional/bumdes-vs-koperasi-desa-merah-putih-ini-perbedaan-fungsi-dan-manfaatnya-bagi-warga-desa
    0 Comments 0 Shares 3K Views 0 Reviews
  • Berikut Daftar 16 Sentra UMKM Berbasis Tradisi
    dan Inovasi Di Desa Adireja Kulon

    Desa Adireja Kulon merupakan salah satu desa di Kabupaten Cilacap yang terus menunjukkan perkembangan pesat, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Desa ini memiliki potensi alam dan budaya yang kaya, sehingga menjadi modal utama dalam mendorong lahirnya berbagai produk kreatif dan bernilai ekonomi tinggi.

    Keberagaman UMKM di Adireja Kulon menjadi bukti nyata semangat masyarakat dalam mengembangkan usaha lokal. Berbagai sektor usaha tumbuh dan berkembang, mulai dari produksi makanan tradisional, kerajinan tangan, hingga produk olahan pertanian yang memiliki ciri khas daerah.

    Salah satu produk unggulan yang menjadi kebanggaan Desa Adireja Kulon adalah camilan tradisional “Semprong Mba Ning.” Produk ini dikenal memiliki rasa manis, tekstur renyah, dan cita rasa khas yang disukai banyak kalangan. Popularitasnya tidak hanya terbatas di wilayah desa, tetapi juga telah merambah ke berbagai daerah di luar Cilacap.

    Selain produk makanan, UMKM di Adireja Kulon juga dikenal melalui kerajinan tangan seperti anyaman bambu dan batik tulis. Produk-produk tersebut dihasilkan dengan keterampilan tinggi serta sentuhan budaya lokal yang kental. Setiap karya yang dibuat mencerminkan dedikasi, kreativitas, dan kecintaan masyarakat terhadap warisan tradisi leluhur.

    Letak Desa Adireja Kulon yang strategis turut mendukung pertumbuhan UMKM. Akses yang mudah, ditambah dukungan pemerintah desa serta semangat gotong royong masyarakat, membuat iklim usaha di desa ini semakin kondusif. Kolaborasi antarwarga juga menjadi kunci penting dalam memperkuat daya saing produk lokal.

    Perkembangan teknologi digital semakin membuka peluang baru bagi para pelaku UMKM di Adireja Kulon. Dengan memanfaatkan pemasaran daring dan media sosial, produk-produk lokal kini dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Hal ini mendorong peningkatan penjualan sekaligus memperkenalkan potensi desa ke tingkat regional maupun nasional.

    Desa Adireja Kulon dengan bangga mempersembahkan produk-produk berkualitas yang tidak hanya memanjakan selera, tetapi juga menjaga kelestarian budaya dan tradisi. Kehadiran UMKM di desa ini menjadi bukti bahwa inovasi dapat berjalan selaras dengan kearifan lokal.

    Masyarakat luas diundang untuk lebih mengenal dan mendukung UMKM Desa Adireja Kulon—sebuah desa di mana kreativitas, tradisi, dan semangat kebersamaan berpadu menjadi kekuatan ekonomi yang membanggakan.
    Berikut Daftar 16 Sentra UMKM Berbasis Tradisi dan Inovasi Di [adirejakulon] Desa Adireja Kulon merupakan salah satu desa di Kabupaten Cilacap yang terus menunjukkan perkembangan pesat, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Desa ini memiliki potensi alam dan budaya yang kaya, sehingga menjadi modal utama dalam mendorong lahirnya berbagai produk kreatif dan bernilai ekonomi tinggi. Keberagaman UMKM di Adireja Kulon menjadi bukti nyata semangat masyarakat dalam mengembangkan usaha lokal. Berbagai sektor usaha tumbuh dan berkembang, mulai dari produksi makanan tradisional, kerajinan tangan, hingga produk olahan pertanian yang memiliki ciri khas daerah. Salah satu produk unggulan yang menjadi kebanggaan Desa Adireja Kulon adalah camilan tradisional “Semprong Mba Ning.” Produk ini dikenal memiliki rasa manis, tekstur renyah, dan cita rasa khas yang disukai banyak kalangan. Popularitasnya tidak hanya terbatas di wilayah desa, tetapi juga telah merambah ke berbagai daerah di luar Cilacap. Selain produk makanan, UMKM di Adireja Kulon juga dikenal melalui kerajinan tangan seperti anyaman bambu dan batik tulis. Produk-produk tersebut dihasilkan dengan keterampilan tinggi serta sentuhan budaya lokal yang kental. Setiap karya yang dibuat mencerminkan dedikasi, kreativitas, dan kecintaan masyarakat terhadap warisan tradisi leluhur. Letak Desa Adireja Kulon yang strategis turut mendukung pertumbuhan UMKM. Akses yang mudah, ditambah dukungan pemerintah desa serta semangat gotong royong masyarakat, membuat iklim usaha di desa ini semakin kondusif. Kolaborasi antarwarga juga menjadi kunci penting dalam memperkuat daya saing produk lokal. Perkembangan teknologi digital semakin membuka peluang baru bagi para pelaku UMKM di Adireja Kulon. Dengan memanfaatkan pemasaran daring dan media sosial, produk-produk lokal kini dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Hal ini mendorong peningkatan penjualan sekaligus memperkenalkan potensi desa ke tingkat regional maupun nasional. Desa Adireja Kulon dengan bangga mempersembahkan produk-produk berkualitas yang tidak hanya memanjakan selera, tetapi juga menjaga kelestarian budaya dan tradisi. Kehadiran UMKM di desa ini menjadi bukti bahwa inovasi dapat berjalan selaras dengan kearifan lokal. Masyarakat luas diundang untuk lebih mengenal dan mendukung UMKM Desa Adireja Kulon—sebuah desa di mana kreativitas, tradisi, dan semangat kebersamaan berpadu menjadi kekuatan ekonomi yang membanggakan.
    0 Comments 0 Shares 3K Views 0 Reviews
More Results