Untuk publikasi dan promosi di platform kami Adipala.com. Anda dapat menghubungi via Whatsapp pada link dibawah
-
36 Posts
-
42 Photos
-
Followed by 21 people
Recent Updates
-
5.503 Gedung Koperasi Merah Putih di Jateng Terbangun, Siap Dorong Ekonomi Warga
Pembangunan ribuan gedung Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah menjadi sinyal kuat kebangkitan ekonomi berbasis desa. Dengan dukungan kolaborasi dan pendekatan berbasis potensi lokal, koperasi diharapkan mampu menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat ke depan.Baca
selengkapnya:
https://banyumasraya.com/ekonomi/5-503-gedung-koperasi-merah-putih-di-jateng-terbangun-siap-dorong-ekonomi-warga5.503 Gedung Koperasi Merah Putih di Jateng Terbangun, Siap Dorong Ekonomi Warga Pembangunan ribuan gedung Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah menjadi sinyal kuat kebangkitan ekonomi berbasis desa. Dengan dukungan kolaborasi dan pendekatan berbasis potensi lokal, koperasi diharapkan mampu menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat ke depan.Baca selengkapnya: https://banyumasraya.com/ekonomi/5-503-gedung-koperasi-merah-putih-di-jateng-terbangun-siap-dorong-ekonomi-warga
BANYUMASRAYA.COM5.503 Gedung Koperasi Merah Putih di Jateng Terbangun, Siap Dorong Ekonomi WargaSemarang — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah terus menunjukkan progres signifikan. Hingga April 2026, tercatat 5.503 gedung koperasi telah terbangun dan diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Eddy S Bramiyanto, menyebut dari total 8.523 koperasi berbadan hukum, sebanyak…0 Comments 0 Shares 912 Views 0 ReviewsPlease log in to like, share and comment! -
27 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Siap Beroperasi April 2026
Kesiapan 27 ribu Koperasi Desa Merah Putih menjadi langkah awal dalam transformasi ekonomi desa secara besar-besaran. Dengan target hingga 80 ribu unit, program ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi rakyat berbasis desa di Indonesia.
https://banyumasraya.com/nasional/27-ribu-koperasi-desa-merah-putih-siap-beroperasi-april-202627 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Siap Beroperasi April 2026 Kesiapan 27 ribu Koperasi Desa Merah Putih menjadi langkah awal dalam transformasi ekonomi desa secara besar-besaran. Dengan target hingga 80 ribu unit, program ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi rakyat berbasis desa di Indonesia. https://banyumasraya.com/nasional/27-ribu-koperasi-desa-merah-putih-siap-beroperasi-april-20260 Comments 0 Shares 2K Views 0 Reviews -
Serba-serbi tulisan pemudik lebaran 2026Serba-serbi tulisan pemudik lebaran 20260 Comments 0 Shares 6K Views 0 Reviews
-
🍈 Wisata Petik Melon Premium Organik Langsung dari Greenhouse
Lagi cari wisata seru, sehat, dan bisa dinikmati
bareng keluarga saat Lebaran ?
Sekarang kamu bisa petik melon
premium organik di greenhouse langsung !
Rasakan sensasi panen sendiri dengan kualitas terbaik:
✨ Varietas Kinanti & The Blues
✔️ Manis maksimal
✔️ Tekstur renyah
✔️ Aroma wangi khas melon premium*
🔥 GRATIS MASUK (HTM 0 Rupiah!)
📅 25 – 29 Maret 2026
⏰ 08.00 – 16.00 WIB
⚠️ Panen TERBATAS!
Kalau stok habis sebelum tanggal 29 event langsung ditutup.
💰 Petik Sendiri Hanya:
Rp 35.000 / kg
lebih murah dibanding di toko buah atau di swalayan yang bisa dijual antara 40rb sd 90rb per kg
📍 Lokasi: Greenhouse KWT Desa Mrenek, Maos
🎯 Cocok untuk:
👨👩👧👦 Wisata keluarga
📚 Edukasi anak
📸 Konten Instagramable
🥗 Pecinta hidup sehat
🚨 Jangan nunggu viral baru datang!
Tag teman & keluarga kamu sekarang
sebelum kehabisan! 🍈🔥
Tanyakan Arah Lokasi Open Farm
dan Catat Tanggalnya ya..
Chat WA :
https://wa.me/6282137281411
#WisataMelon
#OpenFarm
#PetikMelon
#WisataKeluarga
#WisataCilacap
#WisataMaos
#HealingTipisTipis
#WisataHits
#Agrowisata
#MelonPremium
#MelonOrganik
#PetikBuah
#WisataMurah
#GratisMasuk
#HiddenGemCilacap
#CilacapExplore
#LiburanKeluarga
#TempatViral
#WeekendSeru
#HayatiNusantara🍈 Wisata Petik Melon Premium Organik Langsung dari Greenhouse Lagi cari wisata seru, sehat, dan bisa dinikmati bareng keluarga saat Lebaran ? Sekarang kamu bisa petik melon premium organik di greenhouse langsung ! Rasakan sensasi panen sendiri dengan kualitas terbaik: ✨ Varietas Kinanti & The Blues ✔️ Manis maksimal ✔️ Tekstur renyah ✔️ Aroma wangi khas melon premium* 🔥 GRATIS MASUK (HTM 0 Rupiah!) 📅 25 – 29 Maret 2026 ⏰ 08.00 – 16.00 WIB ⚠️ Panen TERBATAS! Kalau stok habis sebelum tanggal 29 event langsung ditutup. 💰 Petik Sendiri Hanya: Rp 35.000 / kg lebih murah dibanding di toko buah atau di swalayan yang bisa dijual antara 40rb sd 90rb per kg 📍 Lokasi: Greenhouse KWT Desa Mrenek, Maos 🎯 Cocok untuk: 👨👩👧👦 Wisata keluarga 📚 Edukasi anak 📸 Konten Instagramable 🥗 Pecinta hidup sehat 🚨 Jangan nunggu viral baru datang! Tag teman & keluarga kamu sekarang sebelum kehabisan! 🍈🔥 Tanyakan Arah Lokasi Open Farm dan Catat Tanggalnya ya.. Chat WA : https://wa.me/6282137281411 #WisataMelon #OpenFarm #PetikMelon #WisataKeluarga #WisataCilacap #WisataMaos #HealingTipisTipis #WisataHits #Agrowisata #MelonPremium #MelonOrganik #PetikBuah #WisataMurah #GratisMasuk #HiddenGemCilacap #CilacapExplore #LiburanKeluarga #TempatViral #WeekendSeru #HayatiNusantara0 Comments 0 Shares 8K Views 0 Reviews -
PLN Indonesia Power Adipala Jaga Pasokan Listrik Jamali Jelang Lebaran 2026, Program Indesa 2.0 Sentuh 28 Ribu Warga
CILACAP – PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala memastikan pasokan listrik untuk sistem Jawa–Madura–Bali (Jamali) tetap andal menjelang Idul Fitri 2026. Pembangkit listrik tersebut mampu menjaga produksi listrik stabil di kisaran 400 hingga 450 MWh per hari untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi saat Lebaran.
Komitmen menjaga ketahanan energi tersebut disampaikan oleh Asisten Manajer Umum PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala, Taufik Hidayanto, dalam kegiatan NGOSIK (Ngobrol Asik & Bukber Media) yang digelar di Cilacap pada Rabu (11/3/2026).
Selain memastikan keandalan listrik, PLN Indonesia Power juga memaparkan keberhasilan program ekonomi sirkular Indesa 2.0 (Integrasi Desa) yang kini telah memberikan manfaat kepada sekitar 28.000 warga di wilayah sekitar pembangkit.
Pasokan Listrik Jamali Tetap Stabil
Menjelang momen Idul Fitri, kebutuhan listrik masyarakat biasanya mengalami peningkatan. Oleh karena itu, PLN Indonesia Power memastikan seluruh sistem operasional pembangkit tetap berjalan optimal.
Taufik menjelaskan bahwa listrik yang dihasilkan pembangkit Adipala langsung terhubung dengan jaringan utama transmisi nasional.
“Produksi listrik dari pembangkit ini langsung masuk ke sistem 500 kV atau SUTET melalui Gardu Induk Kesugihan, yang kemudian didistribusikan ke jaringan Jawa–Madura–Bali,” ujarnya.
Untuk memastikan keandalan selama periode Lebaran, perusahaan juga mengaktifkan Posko Siaga Idul Fitri yang beroperasi 24 jam penuh di ruang kontrol pembangkit dan terintegrasi dengan pusat kendali di tingkat nasional.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil bagi masyarakat selama masa libur Lebaran.
Program Indesa 2.0 Dorong Ekonomi Sirkular
Selain fokus pada ketahanan energi, PLN Indonesia Power juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular yang dikenal dengan nama Indesa 2.0.
Program ini mengintegrasikan berbagai sektor ekonomi desa seperti peternakan, pertanian, perikanan, dan pengolahan pangan dalam satu sistem yang saling mendukung.
“Kami mengintegrasikan berbagai sektor mulai dari peternakan, pertanian, hingga pengolahan makanan. Limbah dari satu sektor dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi sektor lainnya,” jelas Taufik.
Salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular tersebut adalah pemanfaatan kotoran ternak domba dan air kolam gurame yang digunakan sebagai nutrisi untuk budidaya tanaman seperti jamur dan bawang.
Hasil pertanian dan perikanan tersebut kemudian diolah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi berbagai produk makanan olahan bernilai tambah seperti abon ikan dan camilan lokal.
Omzet Kelompok Capai Ratusan Juta
Program Indesa 2.0 terbukti memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa di sekitar wilayah operasional pembangkit.
Produk-produk olahan yang dihasilkan kelompok masyarakat bahkan mampu mencatatkan omzet hingga ratusan juta rupiah.
Saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 28.000 penerima manfaat di wilayah Ring 1 pembangkit, termasuk Desa Bunton, Adipala, dan Penggalang.
Pendampingan dan Pelatihan Berkelanjutan
PLN Indonesia Power juga memberikan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat agar program pemberdayaan dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.
Pendampingan tersebut meliputi pelatihan teknis hingga strategi pemasaran produk.
Perusahaan juga menggandeng tenaga ahli dari Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian untuk membantu masyarakat mengatasi berbagai kendala teknis seperti kesehatan ternak maupun pengendalian hama.
Selain itu, pelaku usaha desa juga diberikan pelatihan branding dan pemasaran agar produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui kegiatan NGOSIK tersebut, PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala menegaskan perannya tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik nasional, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.PLN Indonesia Power Adipala Jaga Pasokan Listrik Jamali Jelang Lebaran 2026, Program Indesa 2.0 Sentuh 28 Ribu Warga CILACAP – PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala memastikan pasokan listrik untuk sistem Jawa–Madura–Bali (Jamali) tetap andal menjelang Idul Fitri 2026. Pembangkit listrik tersebut mampu menjaga produksi listrik stabil di kisaran 400 hingga 450 MWh per hari untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi saat Lebaran. Komitmen menjaga ketahanan energi tersebut disampaikan oleh Asisten Manajer Umum PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala, Taufik Hidayanto, dalam kegiatan NGOSIK (Ngobrol Asik & Bukber Media) yang digelar di Cilacap pada Rabu (11/3/2026). Selain memastikan keandalan listrik, PLN Indonesia Power juga memaparkan keberhasilan program ekonomi sirkular Indesa 2.0 (Integrasi Desa) yang kini telah memberikan manfaat kepada sekitar 28.000 warga di wilayah sekitar pembangkit. Pasokan Listrik Jamali Tetap Stabil Menjelang momen Idul Fitri, kebutuhan listrik masyarakat biasanya mengalami peningkatan. Oleh karena itu, PLN Indonesia Power memastikan seluruh sistem operasional pembangkit tetap berjalan optimal. Taufik menjelaskan bahwa listrik yang dihasilkan pembangkit Adipala langsung terhubung dengan jaringan utama transmisi nasional. “Produksi listrik dari pembangkit ini langsung masuk ke sistem 500 kV atau SUTET melalui Gardu Induk Kesugihan, yang kemudian didistribusikan ke jaringan Jawa–Madura–Bali,” ujarnya. Untuk memastikan keandalan selama periode Lebaran, perusahaan juga mengaktifkan Posko Siaga Idul Fitri yang beroperasi 24 jam penuh di ruang kontrol pembangkit dan terintegrasi dengan pusat kendali di tingkat nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil bagi masyarakat selama masa libur Lebaran. Program Indesa 2.0 Dorong Ekonomi Sirkular Selain fokus pada ketahanan energi, PLN Indonesia Power juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular yang dikenal dengan nama Indesa 2.0. Program ini mengintegrasikan berbagai sektor ekonomi desa seperti peternakan, pertanian, perikanan, dan pengolahan pangan dalam satu sistem yang saling mendukung. “Kami mengintegrasikan berbagai sektor mulai dari peternakan, pertanian, hingga pengolahan makanan. Limbah dari satu sektor dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi sektor lainnya,” jelas Taufik. Salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular tersebut adalah pemanfaatan kotoran ternak domba dan air kolam gurame yang digunakan sebagai nutrisi untuk budidaya tanaman seperti jamur dan bawang. Hasil pertanian dan perikanan tersebut kemudian diolah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi berbagai produk makanan olahan bernilai tambah seperti abon ikan dan camilan lokal. Omzet Kelompok Capai Ratusan Juta Program Indesa 2.0 terbukti memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa di sekitar wilayah operasional pembangkit. Produk-produk olahan yang dihasilkan kelompok masyarakat bahkan mampu mencatatkan omzet hingga ratusan juta rupiah. Saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 28.000 penerima manfaat di wilayah Ring 1 pembangkit, termasuk Desa Bunton, Adipala, dan Penggalang. Pendampingan dan Pelatihan Berkelanjutan PLN Indonesia Power juga memberikan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat agar program pemberdayaan dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan. Pendampingan tersebut meliputi pelatihan teknis hingga strategi pemasaran produk. Perusahaan juga menggandeng tenaga ahli dari Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian untuk membantu masyarakat mengatasi berbagai kendala teknis seperti kesehatan ternak maupun pengendalian hama. Selain itu, pelaku usaha desa juga diberikan pelatihan branding dan pemasaran agar produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Melalui kegiatan NGOSIK tersebut, PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala menegaskan perannya tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik nasional, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.0 Comments 0 Shares 7K Views 0 Reviews -
Kecamatan Adipala Cilacap Bebas Desa Miskin Ekstrem,
Karangsari dan Wlahar Berhasil Bangkit
CILACAP – Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, mencatat kemajuan signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Pemerintah setempat memastikan bahwa saat ini tidak ada lagi desa dengan kategori miskin ekstrem di wilayah tersebut.
Capaian ini salah satunya ditandai dengan keluarnya Desa Karangsari dan Desa Wlahar dari kategori desa miskin ekstrem setelah berbagai program penanganan dan pemberdayaan masyarakat dilakukan secara terpadu.
Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tersebut.
“Alhamdulillah saat ini di Kecamatan Adipala sudah tidak ada lagi desa dengan kategori miskin ekstrem. Desa Karangsari dan Wlahar yang sebelumnya masuk kategori tersebut kini sudah berhasil keluar,” ujarnya.
Program Pemberdayaan Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Firdaus menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, hingga dukungan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Berbagai program penanganan kemiskinan dilakukan secara terpadu, meliputi bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan usaha.
Salah satu contoh keberhasilan terlihat di Desa Karangsari, di mana pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta produksi gula kelapa menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
“Selain bantuan sosial, kami juga memberikan pelatihan dan pendampingan usaha agar masyarakat bisa meningkatkan pendapatan keluarga secara mandiri,” jelas Firdaus.
Kolaborasi Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan
Menurutnya, pengentasan kemiskinan ekstrem tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan yang berkelanjutan.
“Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun sektor swasta melalui program CSR,” katanya.
Harapan Pembangunan Berkelanjutan
Pemerintah Kecamatan Adipala berharap berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.
Selain itu, peningkatan akses pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pengembangan usaha di tingkat desa diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
Dengan capaian tersebut, Kecamatan Adipala optimistis mampu mempertahankan status bebas desa miskin ekstrem sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.Kecamatan Adipala Cilacap Bebas Desa Miskin Ekstrem, Karangsari dan Wlahar Berhasil Bangkit CILACAP – Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, mencatat kemajuan signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Pemerintah setempat memastikan bahwa saat ini tidak ada lagi desa dengan kategori miskin ekstrem di wilayah tersebut. Capaian ini salah satunya ditandai dengan keluarnya Desa Karangsari dan Desa Wlahar dari kategori desa miskin ekstrem setelah berbagai program penanganan dan pemberdayaan masyarakat dilakukan secara terpadu. Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tersebut. “Alhamdulillah saat ini di Kecamatan Adipala sudah tidak ada lagi desa dengan kategori miskin ekstrem. Desa Karangsari dan Wlahar yang sebelumnya masuk kategori tersebut kini sudah berhasil keluar,” ujarnya. Program Pemberdayaan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Firdaus menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, hingga dukungan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Berbagai program penanganan kemiskinan dilakukan secara terpadu, meliputi bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan usaha. Salah satu contoh keberhasilan terlihat di Desa Karangsari, di mana pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta produksi gula kelapa menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. “Selain bantuan sosial, kami juga memberikan pelatihan dan pendampingan usaha agar masyarakat bisa meningkatkan pendapatan keluarga secara mandiri,” jelas Firdaus. Kolaborasi Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan Menurutnya, pengentasan kemiskinan ekstrem tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan yang berkelanjutan. “Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun sektor swasta melalui program CSR,” katanya. Harapan Pembangunan Berkelanjutan Pemerintah Kecamatan Adipala berharap berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Selain itu, peningkatan akses pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pengembangan usaha di tingkat desa diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. Dengan capaian tersebut, Kecamatan Adipala optimistis mampu mempertahankan status bebas desa miskin ekstrem sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.0 Comments 0 Shares 7K Views 0 Reviews -
Minibus Pengantar Roti MBG Terjun ke Sawah di Adipala Cilacap, Sopir Selamat
CILACAP – Sebuah minibus pengantar roti mengalami kecelakaan tunggal hingga terjun ke area persawahan di Jalan Raya Doplang, Desa Doplang, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, pada Jumat (13/3/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.23 WIB dan pertama kali dilaporkan oleh anggota Polantas Karangkandri kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Cilacap untuk meminta bantuan evakuasi.
Koordinator Tim SAR Gabungan, Fajar Wadji, mengatakan setelah menerima laporan, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan ekstrikasi serta perlengkapan medis.
“Tim rescue segera diberangkatkan setelah menerima informasi kecelakaan tersebut,” ujar Fajar.
Tim SAR Tiba Kurang dari 30 Menit
Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 04.55 WIB. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan asesmen situasi serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan unsur terkait untuk memulai proses evakuasi korban.
Kecelakaan tersebut melibatkan satu kendaraan minibus yang keluar dari jalur jalan raya hingga terperosok ke area persawahan.
Korban diketahui berinisial MM (40), warga Desa Kesugihan, Kecamatan Kesugihan, Cilacap.
Mobil Sedang Mengantar Roti
Menurut informasi yang dihimpun, kendaraan tersebut sedang dalam perjalanan mengantarkan roti ke dapur SPPG di wilayah setempat ketika kecelakaan terjadi.
Meski kendaraan mengalami kecelakaan, korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR dalam kondisi selamat pada pukul 05.10 WIB.
Setelah proses evakuasi, korban langsung dibawa ke RSU PKU Aghisna Kroya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Operasi SAR Ditutup
Setelah memastikan korban berhasil diselamatkan dan mendapatkan penanganan medis, operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan selesai.
Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing.
Pengingat Pentingnya Keselamatan Berkendara
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara, terutama pada dini hari ketika kondisi jalan cenderung sepi dan visibilitas terbatas.
Meski penyebab pasti kecelakaan belum diketahui, beberapa faktor seperti kelelahan pengemudi, kondisi jalan, maupun cuaca sering menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas.
Masyarakat diimbau selalu memastikan kondisi tubuh dan kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan, terutama untuk aktivitas distribusi logistik pada malam atau dini hari.Minibus Pengantar Roti MBG Terjun ke Sawah di Adipala Cilacap, Sopir Selamat CILACAP – Sebuah minibus pengantar roti mengalami kecelakaan tunggal hingga terjun ke area persawahan di Jalan Raya Doplang, Desa Doplang, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, pada Jumat (13/3/2026) dini hari. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.23 WIB dan pertama kali dilaporkan oleh anggota Polantas Karangkandri kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Cilacap untuk meminta bantuan evakuasi. Koordinator Tim SAR Gabungan, Fajar Wadji, mengatakan setelah menerima laporan, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan ekstrikasi serta perlengkapan medis. “Tim rescue segera diberangkatkan setelah menerima informasi kecelakaan tersebut,” ujar Fajar. Tim SAR Tiba Kurang dari 30 Menit Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 04.55 WIB. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan asesmen situasi serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan unsur terkait untuk memulai proses evakuasi korban. Kecelakaan tersebut melibatkan satu kendaraan minibus yang keluar dari jalur jalan raya hingga terperosok ke area persawahan. Korban diketahui berinisial MM (40), warga Desa Kesugihan, Kecamatan Kesugihan, Cilacap. Mobil Sedang Mengantar Roti Menurut informasi yang dihimpun, kendaraan tersebut sedang dalam perjalanan mengantarkan roti ke dapur SPPG di wilayah setempat ketika kecelakaan terjadi. Meski kendaraan mengalami kecelakaan, korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR dalam kondisi selamat pada pukul 05.10 WIB. Setelah proses evakuasi, korban langsung dibawa ke RSU PKU Aghisna Kroya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Operasi SAR Ditutup Setelah memastikan korban berhasil diselamatkan dan mendapatkan penanganan medis, operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan selesai. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing. Pengingat Pentingnya Keselamatan Berkendara Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara, terutama pada dini hari ketika kondisi jalan cenderung sepi dan visibilitas terbatas. Meski penyebab pasti kecelakaan belum diketahui, beberapa faktor seperti kelelahan pengemudi, kondisi jalan, maupun cuaca sering menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas. Masyarakat diimbau selalu memastikan kondisi tubuh dan kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan, terutama untuk aktivitas distribusi logistik pada malam atau dini hari.0 Comments 0 Shares 7K Views 0 Reviews -
KPK Tangkap 27 Orang dalam OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman
Cilacap — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 27 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman pada Jumat (13/3/2026). Penindakan tersebut dilakukan di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terkait dugaan praktik korupsi di lingkungan pemerintah daerah.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan bahwa Bupati Cilacap termasuk salah satu pihak yang diamankan dalam operasi senyap tersebut. Selain kepala daerah, sejumlah pihak lain juga turut dibawa oleh penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.
27 Orang Diamankan dalam Operasi Senyap
Dalam operasi tersebut, tim penyidik KPK mengamankan total 27 orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang tengah diselidiki. Mereka terdiri dari unsur pejabat pemerintah daerah, pihak swasta, hingga pihak lain yang diduga terlibat dalam transaksi yang menjadi objek penyelidikan.
Seluruh pihak yang diamankan saat ini masih menjalani pemeriksaan awal oleh penyidik KPK. Lembaga antirasuah memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka, termasuk kemungkinan penetapan tersangka.
KPK Sita Uang Tunai
Dalam OTT tersebut, KPK juga menyita sejumlah uang tunai yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Namun hingga kini, penyidik belum mengungkapkan secara rinci jumlah uang yang diamankan maupun konstruksi perkara yang sedang didalami.
Barang bukti tersebut masih dalam proses verifikasi oleh tim penyidik untuk memastikan keterkaitannya dengan dugaan suap atau gratifikasi yang melibatkan sejumlah pihak.
Harta Kekayaan Capai Rp 12 Miliar
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), Syamsul Auliya Rachman tercatat memiliki total kekayaan sekitar Rp 12 miliar. Nilai tersebut meliputi sejumlah aset berupa tanah dan bangunan, kendaraan, serta harta lainnya yang dilaporkan dalam dokumen resmi LHKPN.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah harta kekayaan tersebut memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang ditangani oleh KPK.
KPK Masih Dalami Perkara
KPK hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh pihak yang diamankan. Lembaga antirasuah tersebut diperkirakan akan memberikan keterangan resmi terkait kronologi OTT, jumlah tersangka, serta detail barang bukti setelah proses pemeriksaan awal rampung.
Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat Kabupaten Cilacap merupakan salah satu daerah strategis di Jawa Tengah dengan berbagai proyek pembangunan yang sedang berjalan.
Sumber :
https://banyumasraya.com/cilacap/kpk-kapolresta-cilacap-diduga-jadi-penerima-thr-dari-bupati-syamsul-auliyaKPK Tangkap 27 Orang dalam OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Cilacap — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 27 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman pada Jumat (13/3/2026). Penindakan tersebut dilakukan di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terkait dugaan praktik korupsi di lingkungan pemerintah daerah. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan bahwa Bupati Cilacap termasuk salah satu pihak yang diamankan dalam operasi senyap tersebut. Selain kepala daerah, sejumlah pihak lain juga turut dibawa oleh penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. 27 Orang Diamankan dalam Operasi Senyap Dalam operasi tersebut, tim penyidik KPK mengamankan total 27 orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang tengah diselidiki. Mereka terdiri dari unsur pejabat pemerintah daerah, pihak swasta, hingga pihak lain yang diduga terlibat dalam transaksi yang menjadi objek penyelidikan. Seluruh pihak yang diamankan saat ini masih menjalani pemeriksaan awal oleh penyidik KPK. Lembaga antirasuah memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka, termasuk kemungkinan penetapan tersangka. KPK Sita Uang Tunai Dalam OTT tersebut, KPK juga menyita sejumlah uang tunai yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Namun hingga kini, penyidik belum mengungkapkan secara rinci jumlah uang yang diamankan maupun konstruksi perkara yang sedang didalami. Barang bukti tersebut masih dalam proses verifikasi oleh tim penyidik untuk memastikan keterkaitannya dengan dugaan suap atau gratifikasi yang melibatkan sejumlah pihak. Harta Kekayaan Capai Rp 12 Miliar Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), Syamsul Auliya Rachman tercatat memiliki total kekayaan sekitar Rp 12 miliar. Nilai tersebut meliputi sejumlah aset berupa tanah dan bangunan, kendaraan, serta harta lainnya yang dilaporkan dalam dokumen resmi LHKPN. Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah harta kekayaan tersebut memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang ditangani oleh KPK. KPK Masih Dalami Perkara KPK hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh pihak yang diamankan. Lembaga antirasuah tersebut diperkirakan akan memberikan keterangan resmi terkait kronologi OTT, jumlah tersangka, serta detail barang bukti setelah proses pemeriksaan awal rampung. Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat Kabupaten Cilacap merupakan salah satu daerah strategis di Jawa Tengah dengan berbagai proyek pembangunan yang sedang berjalan. Sumber : https://banyumasraya.com/cilacap/kpk-kapolresta-cilacap-diduga-jadi-penerima-thr-dari-bupati-syamsul-auliya0 Comments 0 Shares 7K Views 0 Reviews -
Kebakaran Hebat Melanda Swalayan Rita Pasaraya Cilacap
CILACAP – Kebakaran hebat melanda Rita Pasaraya Cilacap yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Cilacap, Senin malam (2/2/2026). Api dilaporkan menjalar ke sejumlah bangunan di sekitar pusat perbelanjaan tersebut.
Hingga Selasa (3/2/2026) pukul 06.00 WIB, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama relawan dari berbagai unsur masih melakukan proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian.
Ketua Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Cilacap, Mustangin, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 22.15 WIB. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.
“Kebakaran diketahui sekitar pukul 22.15 WIB. Api cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain,” ujar Mustangin saat dikonfirmasi, Selasa pagi.
Ia menyebutkan, sedikitnya dua bangunan di sekitar Rita Pasaraya ikut terdampak kebakaran. “Dua bangunan di sekitarnya ikut terbakar, yaitu toko sepatu dan sebuah rumah makan sushi,” jelasnya.
https://banyumasraya.com/cilacap/kebakaran-hebat-melanda-swalayan-rita-pasaraya-cilacapKebakaran Hebat Melanda Swalayan Rita Pasaraya Cilacap CILACAP – Kebakaran hebat melanda Rita Pasaraya Cilacap yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Cilacap, Senin malam (2/2/2026). Api dilaporkan menjalar ke sejumlah bangunan di sekitar pusat perbelanjaan tersebut. Hingga Selasa (3/2/2026) pukul 06.00 WIB, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama relawan dari berbagai unsur masih melakukan proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian. Ketua Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Cilacap, Mustangin, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 22.15 WIB. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. “Kebakaran diketahui sekitar pukul 22.15 WIB. Api cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain,” ujar Mustangin saat dikonfirmasi, Selasa pagi. Ia menyebutkan, sedikitnya dua bangunan di sekitar Rita Pasaraya ikut terdampak kebakaran. “Dua bangunan di sekitarnya ikut terbakar, yaitu toko sepatu dan sebuah rumah makan sushi,” jelasnya. https://banyumasraya.com/cilacap/kebakaran-hebat-melanda-swalayan-rita-pasaraya-cilacap0 Comments 0 Shares 31K Views 0 Reviews -
Menkop: 27 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi April 2026
JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menyatakan sebanyak 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih ditargetkan siap beroperasi pada April 2026. Ribuan koperasi tersebut saat ini masih dalam tahap pembangunan fisik.
Dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, Ferry menyampaikan bahwa hingga Januari 2026, tercatat 27.191 Kopdes/Kel Merah Putih tengah dibangun secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Pembangunan fisik koperasi, termasuk gudang dan sarana pendukung, diproyeksikan rampung pada Maret atau paling lambat April 2026.
“Insyaallah Maret atau paling lambat April sudah selesai bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya,” ujar Ferry.
Selain pembangunan fisik, Kementerian Koperasi juga menyiapkan aspek non-fisik agar koperasi dapat langsung beroperasi. Persiapan tersebut meliputi penguatan sumber daya manusia, mulai dari pengawas, pengurus, hingga penerapan sistem informasi manajemen koperasi.
Ferry menegaskan bahwa 27 ribu koperasi yang saat ini sedang dibangun merupakan tahap pertama dari target nasional 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih. Jumlah tersebut akan terus bertambah secara bertahap hingga akhir tahun 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini tahap awal. Secara bertahap akan kita uji coba operasionalnya, dan pada akhir tahun jumlahnya ditargetkan mencapai 80 ribu koperasi,” katanya.
Program pembangunan 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih secara resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025. Program ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa, untuk memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional.
Pendanaan program Kopdes Merah Putih bersumber dari berbagai skema, mulai dari APBN, APBD, Dana Desa, hingga dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk membangun gerai, gudang, serta sarana logistik koperasi.
Setiap unit Kopdes Merah Putih mendapatkan plafon pendanaan hingga Rp3 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp2,5 miliar dialokasikan untuk investasi atau belanja modal (capital expenditure/capex) berupa pembangunan fisik dan kelengkapan operasional, sementara Rp500 juta digunakan untuk biaya operasional (operational expenditure/opex).
Adapun infrastruktur wajib yang dibangun di setiap Kopdes Merah Putih meliputi tujuh unit layanan, yakni kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang berpendingin (cold storage), serta sarana logistik pendukung.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan seluruh Kopdes Merah Putih yang telah memiliki legalitas dapat beroperasi penuh pada Maret 2026. Namun, dengan mempertimbangkan tahapan pembangunan dan kesiapan operasional, target operasional penuh kini diproyeksikan berlangsung hingga April 2026.
Sumber:
https://banyumasraya.com/nasional/menkop-27-ribu-kopdes-merah-putih-siap-beroperasi-april-2026Menkop: 27 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi April 2026 JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menyatakan sebanyak 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih ditargetkan siap beroperasi pada April 2026. Ribuan koperasi tersebut saat ini masih dalam tahap pembangunan fisik. Dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, Ferry menyampaikan bahwa hingga Januari 2026, tercatat 27.191 Kopdes/Kel Merah Putih tengah dibangun secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Pembangunan fisik koperasi, termasuk gudang dan sarana pendukung, diproyeksikan rampung pada Maret atau paling lambat April 2026. “Insyaallah Maret atau paling lambat April sudah selesai bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya,” ujar Ferry. Selain pembangunan fisik, Kementerian Koperasi juga menyiapkan aspek non-fisik agar koperasi dapat langsung beroperasi. Persiapan tersebut meliputi penguatan sumber daya manusia, mulai dari pengawas, pengurus, hingga penerapan sistem informasi manajemen koperasi. Ferry menegaskan bahwa 27 ribu koperasi yang saat ini sedang dibangun merupakan tahap pertama dari target nasional 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih. Jumlah tersebut akan terus bertambah secara bertahap hingga akhir tahun 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Ini tahap awal. Secara bertahap akan kita uji coba operasionalnya, dan pada akhir tahun jumlahnya ditargetkan mencapai 80 ribu koperasi,” katanya. Program pembangunan 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih secara resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025. Program ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa, untuk memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional. Pendanaan program Kopdes Merah Putih bersumber dari berbagai skema, mulai dari APBN, APBD, Dana Desa, hingga dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk membangun gerai, gudang, serta sarana logistik koperasi. Setiap unit Kopdes Merah Putih mendapatkan plafon pendanaan hingga Rp3 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp2,5 miliar dialokasikan untuk investasi atau belanja modal (capital expenditure/capex) berupa pembangunan fisik dan kelengkapan operasional, sementara Rp500 juta digunakan untuk biaya operasional (operational expenditure/opex). Adapun infrastruktur wajib yang dibangun di setiap Kopdes Merah Putih meliputi tujuh unit layanan, yakni kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang berpendingin (cold storage), serta sarana logistik pendukung. Sebelumnya, pemerintah menargetkan seluruh Kopdes Merah Putih yang telah memiliki legalitas dapat beroperasi penuh pada Maret 2026. Namun, dengan mempertimbangkan tahapan pembangunan dan kesiapan operasional, target operasional penuh kini diproyeksikan berlangsung hingga April 2026. Sumber: https://banyumasraya.com/nasional/menkop-27-ribu-kopdes-merah-putih-siap-beroperasi-april-20260 Comments 0 Shares 7K Views 0 Reviews -
Direncanakan Dibangun Tugu di Simpang Lima Adipala Cilacap, Akan Jadi Landmark Baru
CILACAP – Kabupaten Cilacap berpeluang memiliki landmark baru. Sebuah tugu direncanakan akan dibangun di kawasan Simpang Lima Pasar Adipala, Kecamatan Adipala, sebagai penanda wilayah sekaligus penguat identitas daerah.
Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia, S.Psi., M.M., membenarkan adanya rencana pembangunan tugu tersebut. Namun demikian, ia menegaskan bahwa rencana itu masih berada pada tahap awal perencanaan.
“Benar, ada rencana pembangunan tugu di Simpang Lima Adipala. Saat ini masih dalam tahap perencanaan dan rencananya akan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ujar Firdaus saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).
Firdaus menjelaskan, tugu tersebut direncanakan berdiri tepat di depan Pasar Adipala, pada titik pertemuan lima jalur utama. Simpang tersebut menghubungkan arus lalu lintas dari arah Kroya, Binangun atau Nusawungu, Maos di sisi utara, serta jalur menuju selatan ke kawasan Pantai Bunton.
Menurutnya, Simpang Lima Adipala merupakan kawasan strategis yang setiap hari dilalui kendaraan dari dalam maupun luar Kabupaten Cilacap. Oleh karena itu, keberadaan tugu dinilai penting sebagai ikon kawasan sekaligus memperindah wajah wilayah Adipala.
“Lokasi ini sangat strategis dan menjadi salah satu pintu perlintasan utama. Harapannya, tugu ini bisa menjadi ikon baru sekaligus menambah nilai identitas Kabupaten Cilacap,” jelasnya.
Meski masih dalam tahap perencanaan, Firdaus menyebutkan bahwa respons dari pihak penyedia dana CSR cukup positif. Pemerintah kecamatan berharap proses kajian teknis dan perizinan dapat segera diselesaikan agar pembangunan dapat direalisasikan.
“Alhamdulillah, sinyal dari pihak CSR cukup positif. Semoga seluruh proses berjalan lancar dan pembangunan tugu bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.Direncanakan Dibangun Tugu di Simpang Lima Adipala Cilacap, Akan Jadi Landmark Baru CILACAP – Kabupaten Cilacap berpeluang memiliki landmark baru. Sebuah tugu direncanakan akan dibangun di kawasan Simpang Lima Pasar Adipala, Kecamatan Adipala, sebagai penanda wilayah sekaligus penguat identitas daerah. Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia, S.Psi., M.M., membenarkan adanya rencana pembangunan tugu tersebut. Namun demikian, ia menegaskan bahwa rencana itu masih berada pada tahap awal perencanaan. “Benar, ada rencana pembangunan tugu di Simpang Lima Adipala. Saat ini masih dalam tahap perencanaan dan rencananya akan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ujar Firdaus saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026). Firdaus menjelaskan, tugu tersebut direncanakan berdiri tepat di depan Pasar Adipala, pada titik pertemuan lima jalur utama. Simpang tersebut menghubungkan arus lalu lintas dari arah Kroya, Binangun atau Nusawungu, Maos di sisi utara, serta jalur menuju selatan ke kawasan Pantai Bunton. Menurutnya, Simpang Lima Adipala merupakan kawasan strategis yang setiap hari dilalui kendaraan dari dalam maupun luar Kabupaten Cilacap. Oleh karena itu, keberadaan tugu dinilai penting sebagai ikon kawasan sekaligus memperindah wajah wilayah Adipala. “Lokasi ini sangat strategis dan menjadi salah satu pintu perlintasan utama. Harapannya, tugu ini bisa menjadi ikon baru sekaligus menambah nilai identitas Kabupaten Cilacap,” jelasnya. Meski masih dalam tahap perencanaan, Firdaus menyebutkan bahwa respons dari pihak penyedia dana CSR cukup positif. Pemerintah kecamatan berharap proses kajian teknis dan perizinan dapat segera diselesaikan agar pembangunan dapat direalisasikan. “Alhamdulillah, sinyal dari pihak CSR cukup positif. Semoga seluruh proses berjalan lancar dan pembangunan tugu bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.0 Comments 0 Shares 8K Views 0 Reviews -
BUMDes vs Koperasi Desa Merah Putih:
Ini Perbedaan, Fungsi, dan Manfaatnya bagi Warga Desa
Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) belakangan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat desa. Ribuan koperasi jenis baru ini mulai berdiri di berbagai daerah, sehingga memunculkan pertanyaan: apakah Kopdes Merah Putih akan menggantikan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)?
Kekhawatiran tersebut muncul setelah beredar informasi di media sosial yang membahas perbandingan kedua lembaga ekonomi desa ini. Salah satunya berasal dari unggahan video di kanal Facebook desa yang menjelaskan perbedaan mendasar antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih.
Dalam video tersebut ditegaskan bahwa kedua lembaga ini sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Namun mekanisme kerja, orientasi, dan sistem pengelolaannya berbeda.
“Banyak yang mengira Kopdes Merah Putih akan menggantikan BUMDes. Padahal keduanya justru saling melengkapi, bukan saling meniadakan,” ujar narator dalam video tersebut.
Dasar Hukum yang Berbeda
Perbedaan paling mendasar antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih terletak pada dasar hukum pembentukannya.
Kopdes Merah Putih dibentuk berdasarkan Instruksi Presiden serta Surat Edaran Menteri Koperasi dan UKM. Lembaga ini bergerak dengan prinsip koperasi modern berbasis keanggotaan masyarakat.
Sementara itu, BUMDes memiliki payung hukum yang lebih kuat karena diatur langsung melalui Undang-Undang, termasuk dalam regulasi turunan Undang-Undang Cipta Kerja. Pembentukannya dilakukan melalui musyawarah desa dan berstatus sebagai badan hukum milik desa.
“BUMDes adalah badan hukum desa, sedangkan Kopdes Merah Putih berbasis keanggotaan koperasi,” jelas narator dalam tayangan tersebut.
Fokus Usaha yang Berbeda
Dari sisi operasional, kedua lembaga ini juga memiliki fokus kegiatan yang tidak sama.
Kopdes Merah Putih lebih diarahkan pada pelayanan ekonomi langsung kepada warga desa. Bentuk usahanya meliputi:
Penyediaan kebutuhan pokok (sembako),
Simpan pinjam,
Pengelolaan hasil panen,
Distribusi produk lokal,
Layanan ekonomi mikro lainnya.
Sebaliknya, BUMDes memiliki ruang gerak lebih luas karena mengelola potensi dan aset desa secara menyeluruh. Bidang usahanya dapat mencakup:
Pengelolaan pariwisata desa,
Penyediaan air bersih,
Pengelolaan energi desa,
Jasa perdagangan,
Pengelolaan aset dan fasilitas milik desa.
“Kalau Kopdes fokus melayani kebutuhan warga, BUMDes lebih pada pemberdayaan aset dan potensi desa,” terang penjelasan dalam video tersebut.
Modal dan Sistem Pengelolaan
Perbedaan berikutnya terletak pada sumber permodalan dan tata kelola organisasi.
Kopdes Merah Putih memiliki akses pendanaan yang relatif lebih fleksibel, antara lain berasal dari:
Dana Desa,
APBN dan APBD,
Dukungan perbankan Himbara,
Simpanan anggota koperasi.
Pengurus Kopdes dipilih langsung oleh anggota koperasi, sehingga mekanisme pengambilan keputusan lebih demokratis sesuai prinsip koperasi.
Sedangkan BUMDes umumnya memperoleh modal dari penyertaan Dana Desa, meskipun tetap terbuka untuk investasi pihak ketiga. Pengelolaannya dipimpin oleh direktur atau pengurus yang ditetapkan melalui musyawarah desa.
“Pengurus koperasi dipilih anggota, sementara direktur BUMDes ditentukan melalui musyawarah desa,” lanjut penjelasan tersebut.
Bukan Saling Menggantikan, Tapi Saling Melengkapi
Dari seluruh perbedaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kopdes Merah Putih dan BUMDes tidak berada pada posisi saling menggantikan.
Justru keduanya dirancang untuk berjalan berdampingan dengan peran yang berbeda:
BUMDes fokus mengembangkan potensi dan aset desa,
Kopdes Merah Putih fokus melayani kebutuhan ekonomi langsung masyarakat.
Jika dikelola secara transparan dan profesional, kedua lembaga ini dapat menjadi motor utama penggerak ekonomi desa.
“Intinya, BUMDes mengelola aset desa, sementara Kopdes melayani kebutuhan warga. Tinggal bagaimana desa memanfaatkan keduanya secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas narator dalam video tersebut.
Dengan sinergi yang baik, kehadiran BUMDes dan Kopdes Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Sumber :
https://banyumasraya.com/nasional/bumdes-vs-koperasi-desa-merah-putih-ini-perbedaan-fungsi-dan-manfaatnya-bagi-warga-desaBUMDes vs Koperasi Desa Merah Putih: Ini Perbedaan, Fungsi, dan Manfaatnya bagi Warga Desa Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) belakangan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat desa. Ribuan koperasi jenis baru ini mulai berdiri di berbagai daerah, sehingga memunculkan pertanyaan: apakah Kopdes Merah Putih akan menggantikan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)? Kekhawatiran tersebut muncul setelah beredar informasi di media sosial yang membahas perbandingan kedua lembaga ekonomi desa ini. Salah satunya berasal dari unggahan video di kanal Facebook desa yang menjelaskan perbedaan mendasar antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih. Dalam video tersebut ditegaskan bahwa kedua lembaga ini sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Namun mekanisme kerja, orientasi, dan sistem pengelolaannya berbeda. “Banyak yang mengira Kopdes Merah Putih akan menggantikan BUMDes. Padahal keduanya justru saling melengkapi, bukan saling meniadakan,” ujar narator dalam video tersebut. Dasar Hukum yang Berbeda Perbedaan paling mendasar antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih terletak pada dasar hukum pembentukannya. Kopdes Merah Putih dibentuk berdasarkan Instruksi Presiden serta Surat Edaran Menteri Koperasi dan UKM. Lembaga ini bergerak dengan prinsip koperasi modern berbasis keanggotaan masyarakat. Sementara itu, BUMDes memiliki payung hukum yang lebih kuat karena diatur langsung melalui Undang-Undang, termasuk dalam regulasi turunan Undang-Undang Cipta Kerja. Pembentukannya dilakukan melalui musyawarah desa dan berstatus sebagai badan hukum milik desa. “BUMDes adalah badan hukum desa, sedangkan Kopdes Merah Putih berbasis keanggotaan koperasi,” jelas narator dalam tayangan tersebut. Fokus Usaha yang Berbeda Dari sisi operasional, kedua lembaga ini juga memiliki fokus kegiatan yang tidak sama. Kopdes Merah Putih lebih diarahkan pada pelayanan ekonomi langsung kepada warga desa. Bentuk usahanya meliputi: Penyediaan kebutuhan pokok (sembako), Simpan pinjam, Pengelolaan hasil panen, Distribusi produk lokal, Layanan ekonomi mikro lainnya. Sebaliknya, BUMDes memiliki ruang gerak lebih luas karena mengelola potensi dan aset desa secara menyeluruh. Bidang usahanya dapat mencakup: Pengelolaan pariwisata desa, Penyediaan air bersih, Pengelolaan energi desa, Jasa perdagangan, Pengelolaan aset dan fasilitas milik desa. “Kalau Kopdes fokus melayani kebutuhan warga, BUMDes lebih pada pemberdayaan aset dan potensi desa,” terang penjelasan dalam video tersebut. Modal dan Sistem Pengelolaan Perbedaan berikutnya terletak pada sumber permodalan dan tata kelola organisasi. Kopdes Merah Putih memiliki akses pendanaan yang relatif lebih fleksibel, antara lain berasal dari: Dana Desa, APBN dan APBD, Dukungan perbankan Himbara, Simpanan anggota koperasi. Pengurus Kopdes dipilih langsung oleh anggota koperasi, sehingga mekanisme pengambilan keputusan lebih demokratis sesuai prinsip koperasi. Sedangkan BUMDes umumnya memperoleh modal dari penyertaan Dana Desa, meskipun tetap terbuka untuk investasi pihak ketiga. Pengelolaannya dipimpin oleh direktur atau pengurus yang ditetapkan melalui musyawarah desa. “Pengurus koperasi dipilih anggota, sementara direktur BUMDes ditentukan melalui musyawarah desa,” lanjut penjelasan tersebut. Bukan Saling Menggantikan, Tapi Saling Melengkapi Dari seluruh perbedaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kopdes Merah Putih dan BUMDes tidak berada pada posisi saling menggantikan. Justru keduanya dirancang untuk berjalan berdampingan dengan peran yang berbeda: BUMDes fokus mengembangkan potensi dan aset desa, Kopdes Merah Putih fokus melayani kebutuhan ekonomi langsung masyarakat. Jika dikelola secara transparan dan profesional, kedua lembaga ini dapat menjadi motor utama penggerak ekonomi desa. “Intinya, BUMDes mengelola aset desa, sementara Kopdes melayani kebutuhan warga. Tinggal bagaimana desa memanfaatkan keduanya secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas narator dalam video tersebut. Dengan sinergi yang baik, kehadiran BUMDes dan Kopdes Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. Sumber : https://banyumasraya.com/nasional/bumdes-vs-koperasi-desa-merah-putih-ini-perbedaan-fungsi-dan-manfaatnya-bagi-warga-desa0 Comments 0 Shares 2K Views 0 Reviews
More Stories