PLN Indonesia Power Adipala Jaga Pasokan Listrik Jamali Jelang Lebaran 2026, Program Indesa 2.0 Sentuh 28 Ribu Warga
CILACAP – PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala memastikan pasokan listrik untuk sistem Jawa–Madura–Bali (Jamali) tetap andal menjelang Idul Fitri 2026. Pembangkit listrik tersebut mampu menjaga produksi listrik stabil di kisaran 400 hingga 450 MWh per hari untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi saat Lebaran.
Komitmen menjaga ketahanan energi tersebut disampaikan oleh Asisten Manajer Umum PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala, Taufik Hidayanto, dalam kegiatan NGOSIK (Ngobrol Asik & Bukber Media) yang digelar di Cilacap pada Rabu (11/3/2026).
Selain memastikan keandalan listrik, PLN Indonesia Power juga memaparkan keberhasilan program ekonomi sirkular Indesa 2.0 (Integrasi Desa) yang kini telah memberikan manfaat kepada sekitar 28.000 warga di wilayah sekitar pembangkit.
Pasokan Listrik Jamali Tetap Stabil
Menjelang momen Idul Fitri, kebutuhan listrik masyarakat biasanya mengalami peningkatan. Oleh karena itu, PLN Indonesia Power memastikan seluruh sistem operasional pembangkit tetap berjalan optimal.
Taufik menjelaskan bahwa listrik yang dihasilkan pembangkit Adipala langsung terhubung dengan jaringan utama transmisi nasional.
“Produksi listrik dari pembangkit ini langsung masuk ke sistem 500 kV atau SUTET melalui Gardu Induk Kesugihan, yang kemudian didistribusikan ke jaringan Jawa–Madura–Bali,” ujarnya.
Untuk memastikan keandalan selama periode Lebaran, perusahaan juga mengaktifkan Posko Siaga Idul Fitri yang beroperasi 24 jam penuh di ruang kontrol pembangkit dan terintegrasi dengan pusat kendali di tingkat nasional.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil bagi masyarakat selama masa libur Lebaran.
Program Indesa 2.0 Dorong Ekonomi Sirkular
Selain fokus pada ketahanan energi, PLN Indonesia Power juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular yang dikenal dengan nama Indesa 2.0.
Program ini mengintegrasikan berbagai sektor ekonomi desa seperti peternakan, pertanian, perikanan, dan pengolahan pangan dalam satu sistem yang saling mendukung.
“Kami mengintegrasikan berbagai sektor mulai dari peternakan, pertanian, hingga pengolahan makanan. Limbah dari satu sektor dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi sektor lainnya,” jelas Taufik.
Salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular tersebut adalah pemanfaatan kotoran ternak domba dan air kolam gurame yang digunakan sebagai nutrisi untuk budidaya tanaman seperti jamur dan bawang.
Hasil pertanian dan perikanan tersebut kemudian diolah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi berbagai produk makanan olahan bernilai tambah seperti abon ikan dan camilan lokal.
Omzet Kelompok Capai Ratusan Juta
Program Indesa 2.0 terbukti memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa di sekitar wilayah operasional pembangkit.
Produk-produk olahan yang dihasilkan kelompok masyarakat bahkan mampu mencatatkan omzet hingga ratusan juta rupiah.
Saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 28.000 penerima manfaat di wilayah Ring 1 pembangkit, termasuk Desa Bunton, Adipala, dan Penggalang.
Pendampingan dan Pelatihan Berkelanjutan
PLN Indonesia Power juga memberikan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat agar program pemberdayaan dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.
Pendampingan tersebut meliputi pelatihan teknis hingga strategi pemasaran produk.
Perusahaan juga menggandeng tenaga ahli dari Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian untuk membantu masyarakat mengatasi berbagai kendala teknis seperti kesehatan ternak maupun pengendalian hama.
Selain itu, pelaku usaha desa juga diberikan pelatihan branding dan pemasaran agar produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui kegiatan NGOSIK tersebut, PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala menegaskan perannya tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik nasional, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
CILACAP – PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala memastikan pasokan listrik untuk sistem Jawa–Madura–Bali (Jamali) tetap andal menjelang Idul Fitri 2026. Pembangkit listrik tersebut mampu menjaga produksi listrik stabil di kisaran 400 hingga 450 MWh per hari untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi saat Lebaran.
Komitmen menjaga ketahanan energi tersebut disampaikan oleh Asisten Manajer Umum PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala, Taufik Hidayanto, dalam kegiatan NGOSIK (Ngobrol Asik & Bukber Media) yang digelar di Cilacap pada Rabu (11/3/2026).
Selain memastikan keandalan listrik, PLN Indonesia Power juga memaparkan keberhasilan program ekonomi sirkular Indesa 2.0 (Integrasi Desa) yang kini telah memberikan manfaat kepada sekitar 28.000 warga di wilayah sekitar pembangkit.
Pasokan Listrik Jamali Tetap Stabil
Menjelang momen Idul Fitri, kebutuhan listrik masyarakat biasanya mengalami peningkatan. Oleh karena itu, PLN Indonesia Power memastikan seluruh sistem operasional pembangkit tetap berjalan optimal.
Taufik menjelaskan bahwa listrik yang dihasilkan pembangkit Adipala langsung terhubung dengan jaringan utama transmisi nasional.
“Produksi listrik dari pembangkit ini langsung masuk ke sistem 500 kV atau SUTET melalui Gardu Induk Kesugihan, yang kemudian didistribusikan ke jaringan Jawa–Madura–Bali,” ujarnya.
Untuk memastikan keandalan selama periode Lebaran, perusahaan juga mengaktifkan Posko Siaga Idul Fitri yang beroperasi 24 jam penuh di ruang kontrol pembangkit dan terintegrasi dengan pusat kendali di tingkat nasional.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil bagi masyarakat selama masa libur Lebaran.
Program Indesa 2.0 Dorong Ekonomi Sirkular
Selain fokus pada ketahanan energi, PLN Indonesia Power juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular yang dikenal dengan nama Indesa 2.0.
Program ini mengintegrasikan berbagai sektor ekonomi desa seperti peternakan, pertanian, perikanan, dan pengolahan pangan dalam satu sistem yang saling mendukung.
“Kami mengintegrasikan berbagai sektor mulai dari peternakan, pertanian, hingga pengolahan makanan. Limbah dari satu sektor dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi sektor lainnya,” jelas Taufik.
Salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular tersebut adalah pemanfaatan kotoran ternak domba dan air kolam gurame yang digunakan sebagai nutrisi untuk budidaya tanaman seperti jamur dan bawang.
Hasil pertanian dan perikanan tersebut kemudian diolah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi berbagai produk makanan olahan bernilai tambah seperti abon ikan dan camilan lokal.
Omzet Kelompok Capai Ratusan Juta
Program Indesa 2.0 terbukti memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa di sekitar wilayah operasional pembangkit.
Produk-produk olahan yang dihasilkan kelompok masyarakat bahkan mampu mencatatkan omzet hingga ratusan juta rupiah.
Saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 28.000 penerima manfaat di wilayah Ring 1 pembangkit, termasuk Desa Bunton, Adipala, dan Penggalang.
Pendampingan dan Pelatihan Berkelanjutan
PLN Indonesia Power juga memberikan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat agar program pemberdayaan dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.
Pendampingan tersebut meliputi pelatihan teknis hingga strategi pemasaran produk.
Perusahaan juga menggandeng tenaga ahli dari Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian untuk membantu masyarakat mengatasi berbagai kendala teknis seperti kesehatan ternak maupun pengendalian hama.
Selain itu, pelaku usaha desa juga diberikan pelatihan branding dan pemasaran agar produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui kegiatan NGOSIK tersebut, PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala menegaskan perannya tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik nasional, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
PLN Indonesia Power Adipala Jaga Pasokan Listrik Jamali Jelang Lebaran 2026, Program Indesa 2.0 Sentuh 28 Ribu Warga
CILACAP – PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala memastikan pasokan listrik untuk sistem Jawa–Madura–Bali (Jamali) tetap andal menjelang Idul Fitri 2026. Pembangkit listrik tersebut mampu menjaga produksi listrik stabil di kisaran 400 hingga 450 MWh per hari untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi saat Lebaran.
Komitmen menjaga ketahanan energi tersebut disampaikan oleh Asisten Manajer Umum PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala, Taufik Hidayanto, dalam kegiatan NGOSIK (Ngobrol Asik & Bukber Media) yang digelar di Cilacap pada Rabu (11/3/2026).
Selain memastikan keandalan listrik, PLN Indonesia Power juga memaparkan keberhasilan program ekonomi sirkular Indesa 2.0 (Integrasi Desa) yang kini telah memberikan manfaat kepada sekitar 28.000 warga di wilayah sekitar pembangkit.
Pasokan Listrik Jamali Tetap Stabil
Menjelang momen Idul Fitri, kebutuhan listrik masyarakat biasanya mengalami peningkatan. Oleh karena itu, PLN Indonesia Power memastikan seluruh sistem operasional pembangkit tetap berjalan optimal.
Taufik menjelaskan bahwa listrik yang dihasilkan pembangkit Adipala langsung terhubung dengan jaringan utama transmisi nasional.
“Produksi listrik dari pembangkit ini langsung masuk ke sistem 500 kV atau SUTET melalui Gardu Induk Kesugihan, yang kemudian didistribusikan ke jaringan Jawa–Madura–Bali,” ujarnya.
Untuk memastikan keandalan selama periode Lebaran, perusahaan juga mengaktifkan Posko Siaga Idul Fitri yang beroperasi 24 jam penuh di ruang kontrol pembangkit dan terintegrasi dengan pusat kendali di tingkat nasional.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil bagi masyarakat selama masa libur Lebaran.
Program Indesa 2.0 Dorong Ekonomi Sirkular
Selain fokus pada ketahanan energi, PLN Indonesia Power juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular yang dikenal dengan nama Indesa 2.0.
Program ini mengintegrasikan berbagai sektor ekonomi desa seperti peternakan, pertanian, perikanan, dan pengolahan pangan dalam satu sistem yang saling mendukung.
“Kami mengintegrasikan berbagai sektor mulai dari peternakan, pertanian, hingga pengolahan makanan. Limbah dari satu sektor dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi sektor lainnya,” jelas Taufik.
Salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular tersebut adalah pemanfaatan kotoran ternak domba dan air kolam gurame yang digunakan sebagai nutrisi untuk budidaya tanaman seperti jamur dan bawang.
Hasil pertanian dan perikanan tersebut kemudian diolah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi berbagai produk makanan olahan bernilai tambah seperti abon ikan dan camilan lokal.
Omzet Kelompok Capai Ratusan Juta
Program Indesa 2.0 terbukti memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa di sekitar wilayah operasional pembangkit.
Produk-produk olahan yang dihasilkan kelompok masyarakat bahkan mampu mencatatkan omzet hingga ratusan juta rupiah.
Saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 28.000 penerima manfaat di wilayah Ring 1 pembangkit, termasuk Desa Bunton, Adipala, dan Penggalang.
Pendampingan dan Pelatihan Berkelanjutan
PLN Indonesia Power juga memberikan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat agar program pemberdayaan dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.
Pendampingan tersebut meliputi pelatihan teknis hingga strategi pemasaran produk.
Perusahaan juga menggandeng tenaga ahli dari Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian untuk membantu masyarakat mengatasi berbagai kendala teknis seperti kesehatan ternak maupun pengendalian hama.
Selain itu, pelaku usaha desa juga diberikan pelatihan branding dan pemasaran agar produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui kegiatan NGOSIK tersebut, PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala menegaskan perannya tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik nasional, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
0 Comments
0 Shares
7K Views
0 Reviews