Daftar 19 Desa Wisata Cilacap Terbaik 2026,
Berikut Beberapa Desa Di
Kecamatan Adipala Yang Masuk daftar
CILACAP — Sektor pariwisata di Kabupaten Cilacap kembali menggeliat. Setelah melalui proses panjang dan seleksi ketat sepanjang 2025, sebanyak 19 desa resmi ditetapkan sebagai desa wisata dan siap menjadi motor penggerak ekonomi lokal pada 2026.
Penetapan ini bukan proses instan. Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Cilacap sebelumnya memetakan 30 desa kandidat dengan standar tinggi untuk memastikan kesiapan destinasi, kelembagaan, dan paket wisata.
Lalui Seleksi Ketat
Kepala Disparpora Cilacap, Budi Narimo, menjelaskan evaluasi dilakukan secara mendalam. Sejumlah persoalan klasik ditemukan, mulai dari kelembagaan yang belum kuat hingga konsep paket wisata yang belum jelas.
Akibatnya, lima desa memilih mengundurkan diri karena merasa belum siap secara manajemen, yakni Karangsari (Adipala), Kesugihan Kidul (Kesugihan), Mandala (Jeruklegi), Mentasan (Kawunganten), dan Cisuru (Cipari).
“Dari pemetaan awal, ada lima desa yang memilih mundur karena belum siap secara organisasi dan pengelolaan, sementara desa lainnya kami dorong melakukan reorganisasi dan pembenahan manajemen,” ujar Budi.
Daftar 19 Desa Wisata Terpilih
Hasil penilaian tim gabungan akademisi dan praktisi pada Agustus–Oktober 2025 menetapkan 19 desa yang memenuhi indikator, terbagi dalam tiga kategori:
Kategori Desa Wisata Maju
- Desa Jetis (Kecamatan Nusawungu)
- Desa Karangmangu (Kecamatan Kroya)
- Kategori Desa Wisata Berkembang
- Desa Tambaksari (Kecamatan Wanareja)
- Desa Sindangbarang (Kecamatan Karangpucung)
- Desa Pesanggrahan (Kecamatan Kroya)
- Desa Gentasari (Kecamatan Kroya)
Kategori Desa Wisata Rintisan
-
Desa Bunton (Adipala)
-
Desa Welahan Wetan (Adipala)
- Desa Widarapayung Wetan (Binangun)
- Desa Panisihan (Maos)
- Desa Kamulyan (Bantarsari)
- Desa Bojongsari (Kedungreja)
- Desa Pesahangan (Cimanggu)
- Desa Cipari (Cipari)
- Desa Karanggedang (Sidareja)
- Desa Tayem Timur (Karangpucung)
- Desa Salebu (Majenang)
- Desa Sadahayu (Majenang)
- Desa Sumpinghayu (Dayeuhluhur)
Bukan Garis Akhir
Penetapan 19 desa tersebut telah disahkan melalui Surat Keputusan Bupati Cilacap. Namun, Disparpora menegaskan status desa wisata bukan garis akhir, melainkan awal tanggung jawab.
“Desa wisata harus mampu menghadirkan pengalaman otentik, menggerakkan ekonomi warga, sekaligus menjaga identitas budaya dan alam,” tegas Budi.
Ke depan, desa-desa ini diharapkan mampu menawarkan pengalaman unik—mulai dari wisata pesisir, agrowisata, hingga edukasi budaya—sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Cilacap.
Daftar 19 Desa Wisata Cilacap Terbaik 2026,
Berikut Beberapa Desa Di [kecamatan] Yang Masuk daftar
CILACAP — Sektor pariwisata di Kabupaten Cilacap kembali menggeliat. Setelah melalui proses panjang dan seleksi ketat sepanjang 2025, sebanyak 19 desa resmi ditetapkan sebagai desa wisata dan siap menjadi motor penggerak ekonomi lokal pada 2026.
Penetapan ini bukan proses instan. Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Cilacap sebelumnya memetakan 30 desa kandidat dengan standar tinggi untuk memastikan kesiapan destinasi, kelembagaan, dan paket wisata.
Lalui Seleksi Ketat
Kepala Disparpora Cilacap, Budi Narimo, menjelaskan evaluasi dilakukan secara mendalam. Sejumlah persoalan klasik ditemukan, mulai dari kelembagaan yang belum kuat hingga konsep paket wisata yang belum jelas.
Akibatnya, lima desa memilih mengundurkan diri karena merasa belum siap secara manajemen, yakni Karangsari (Adipala), Kesugihan Kidul (Kesugihan), Mandala (Jeruklegi), Mentasan (Kawunganten), dan Cisuru (Cipari).
“Dari pemetaan awal, ada lima desa yang memilih mundur karena belum siap secara organisasi dan pengelolaan, sementara desa lainnya kami dorong melakukan reorganisasi dan pembenahan manajemen,” ujar Budi.
Daftar 19 Desa Wisata Terpilih
Hasil penilaian tim gabungan akademisi dan praktisi pada Agustus–Oktober 2025 menetapkan 19 desa yang memenuhi indikator, terbagi dalam tiga kategori:
Kategori Desa Wisata Maju
- Desa Jetis (Kecamatan Nusawungu)
- Desa Karangmangu (Kecamatan Kroya)
- Kategori Desa Wisata Berkembang
- Desa Tambaksari (Kecamatan Wanareja)
- Desa Sindangbarang (Kecamatan Karangpucung)
- Desa Pesanggrahan (Kecamatan Kroya)
- Desa Gentasari (Kecamatan Kroya)
Kategori Desa Wisata Rintisan
- [bunton] (Adipala)
- [welahanwetan] (Adipala)
- Desa Widarapayung Wetan (Binangun)
- Desa Panisihan (Maos)
- Desa Kamulyan (Bantarsari)
- Desa Bojongsari (Kedungreja)
- Desa Pesahangan (Cimanggu)
- Desa Cipari (Cipari)
- Desa Karanggedang (Sidareja)
- Desa Tayem Timur (Karangpucung)
- Desa Salebu (Majenang)
- Desa Sadahayu (Majenang)
- Desa Sumpinghayu (Dayeuhluhur)
Bukan Garis Akhir
Penetapan 19 desa tersebut telah disahkan melalui Surat Keputusan Bupati Cilacap. Namun, Disparpora menegaskan status desa wisata bukan garis akhir, melainkan awal tanggung jawab.
“Desa wisata harus mampu menghadirkan pengalaman otentik, menggerakkan ekonomi warga, sekaligus menjaga identitas budaya dan alam,” tegas Budi.
Ke depan, desa-desa ini diharapkan mampu menawarkan pengalaman unik—mulai dari wisata pesisir, agrowisata, hingga edukasi budaya—sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Cilacap.