• Small Steps Can Lead to Meaningful Mental Health Changes



    Taking care of your mental health does not always begin with a major change. Sometimes, it starts with recognizing that something feels different, acknowledging that you need support, and taking the first step toward professional care.


    You may be experiencing ongoing stress, anxiety, low mood, difficulty focusing, sleep problems, intrusive thoughts, mood changes, or challenges related to trauma. These concerns can affect your daily life, relationships, work, school, and overall sense of well-being.


    You do not have to manage everything on your own.


    At **Cleveland Psychiatry Associates**, personalized mental health services are available for children, adolescents, and adults. The team provides support for a wide range of mental health concerns through services such as psychiatric evaluations, therapy and counseling, medication management, and TMS therapy when appropriate.


    Mental health care should be personal.


    Every individual has different experiences, challenges, and goals. That is why understanding your specific concerns is an important part of finding the right path forward. Professional support can give you a safe space to discuss what you are going through, ask questions, and explore treatment options based on your individual needs.


    Seeking help does not mean you have failed. It means you are taking your well-being seriously.


    Your mental health deserves the same attention as your physical health.


    If you or someone you care about is experiencing ongoing mental health challenges, learning more about professional support can be a positive first step.


    Learn more about available mental health services:
    Cleveland Psychiatry Associates
    https://clvpsych.com/


    #MentalHealthMatters #MentalWellness #Psychiatry #Therapy #Counseling #MentalHealthSupport #AnxietySupport #DepressionSupport #ADHD #OCD #TraumaSupport #InsomniaSupport #TMS #ClevelandOhio #MentalHealthAwareness #EmotionalWellness #PsychiatricCare

    Small Steps Can Lead to Meaningful Mental Health Changes Taking care of your mental health does not always begin with a major change. Sometimes, it starts with recognizing that something feels different, acknowledging that you need support, and taking the first step toward professional care. You may be experiencing ongoing stress, anxiety, low mood, difficulty focusing, sleep problems, intrusive thoughts, mood changes, or challenges related to trauma. These concerns can affect your daily life, relationships, work, school, and overall sense of well-being. You do not have to manage everything on your own. At **Cleveland Psychiatry Associates**, personalized mental health services are available for children, adolescents, and adults. The team provides support for a wide range of mental health concerns through services such as psychiatric evaluations, therapy and counseling, medication management, and TMS therapy when appropriate. Mental health care should be personal. Every individual has different experiences, challenges, and goals. That is why understanding your specific concerns is an important part of finding the right path forward. Professional support can give you a safe space to discuss what you are going through, ask questions, and explore treatment options based on your individual needs. Seeking help does not mean you have failed. It means you are taking your well-being seriously. Your mental health deserves the same attention as your physical health. If you or someone you care about is experiencing ongoing mental health challenges, learning more about professional support can be a positive first step. Learn more about available mental health services: Cleveland Psychiatry Associates https://clvpsych.com/ #MentalHealthMatters #MentalWellness #Psychiatry #Therapy #Counseling #MentalHealthSupport #AnxietySupport #DepressionSupport #ADHD #OCD #TraumaSupport #InsomniaSupport #TMS #ClevelandOhio #MentalHealthAwareness #EmotionalWellness #PsychiatricCare
    Cleveland Psychiatry Associates | Best Psychiatrists in Brecksville Cleveland, OH
    Cleveland Psychiatry Associates provides best mental health services in cleveland. Get confidential mental health services from our best Psychiatrists in Cleveland, OHIO(insomnia, ocd, adhd, bipolar disorder, chronic depression, anxiety).
    0 Comments 0 Shares 291 Views 0 Reviews
  • Kecamatan Adipala Cilacap Bebas Desa Miskin Ekstrem,
    Karangsari dan Wlahar Berhasil Bangkit

    CILACAP – Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, mencatat kemajuan signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Pemerintah setempat memastikan bahwa saat ini tidak ada lagi desa dengan kategori miskin ekstrem di wilayah tersebut.

    Capaian ini salah satunya ditandai dengan keluarnya Desa Karangsari dan Desa Wlahar dari kategori desa miskin ekstrem setelah berbagai program penanganan dan pemberdayaan masyarakat dilakukan secara terpadu.

    Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tersebut.

    “Alhamdulillah saat ini di Kecamatan Adipala sudah tidak ada lagi desa dengan kategori miskin ekstrem. Desa Karangsari dan Wlahar yang sebelumnya masuk kategori tersebut kini sudah berhasil keluar,” ujarnya.

    Program Pemberdayaan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

    Firdaus menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, hingga dukungan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

    Berbagai program penanganan kemiskinan dilakukan secara terpadu, meliputi bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan usaha.

    Salah satu contoh keberhasilan terlihat di Desa Karangsari, di mana pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta produksi gula kelapa menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

    “Selain bantuan sosial, kami juga memberikan pelatihan dan pendampingan usaha agar masyarakat bisa meningkatkan pendapatan keluarga secara mandiri,” jelas Firdaus.

    Kolaborasi Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan

    Menurutnya, pengentasan kemiskinan ekstrem tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan yang berkelanjutan.

    “Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun sektor swasta melalui program CSR,” katanya.

    Harapan Pembangunan Berkelanjutan

    Pemerintah Kecamatan Adipala berharap berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

    Selain itu, peningkatan akses pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pengembangan usaha di tingkat desa diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

    Dengan capaian tersebut, Kecamatan Adipala optimistis mampu mempertahankan status bebas desa miskin ekstrem sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
    Kecamatan Adipala Cilacap Bebas Desa Miskin Ekstrem, Karangsari dan Wlahar Berhasil Bangkit CILACAP – Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, mencatat kemajuan signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Pemerintah setempat memastikan bahwa saat ini tidak ada lagi desa dengan kategori miskin ekstrem di wilayah tersebut. Capaian ini salah satunya ditandai dengan keluarnya Desa Karangsari dan Desa Wlahar dari kategori desa miskin ekstrem setelah berbagai program penanganan dan pemberdayaan masyarakat dilakukan secara terpadu. Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tersebut. “Alhamdulillah saat ini di Kecamatan Adipala sudah tidak ada lagi desa dengan kategori miskin ekstrem. Desa Karangsari dan Wlahar yang sebelumnya masuk kategori tersebut kini sudah berhasil keluar,” ujarnya. Program Pemberdayaan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Firdaus menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, hingga dukungan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Berbagai program penanganan kemiskinan dilakukan secara terpadu, meliputi bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan usaha. Salah satu contoh keberhasilan terlihat di Desa Karangsari, di mana pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta produksi gula kelapa menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. “Selain bantuan sosial, kami juga memberikan pelatihan dan pendampingan usaha agar masyarakat bisa meningkatkan pendapatan keluarga secara mandiri,” jelas Firdaus. Kolaborasi Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan Menurutnya, pengentasan kemiskinan ekstrem tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan yang berkelanjutan. “Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun sektor swasta melalui program CSR,” katanya. Harapan Pembangunan Berkelanjutan Pemerintah Kecamatan Adipala berharap berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Selain itu, peningkatan akses pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pengembangan usaha di tingkat desa diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. Dengan capaian tersebut, Kecamatan Adipala optimistis mampu mempertahankan status bebas desa miskin ekstrem sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
    0 Comments 0 Shares 53K Views 0 Reviews
  • Santri Bahagia 2026: Memuliakan, Melayani, dan
    Membahagiakan Penghafal Al-Qur’an di Adipala Cilacap

    Gerakan Infaq Beras (GIB) Cilacap kembali menghadirkan program sosial penuh makna bertajuk Santri Bahagia 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata untuk menghadirkan kebahagiaan bagi santri yatim penghafal Al-Qur’an, sekaligus menjadi jembatan kebaikan antara para donatur (orang tua asuh) dengan para penerima manfaat.

    Acara ini akan dilaksanakan pada:
    Tanggal : Jumat, 27 Februari 2026
    Waktu : Pukul 15.00 WIB – selesai
    Tempat : Ponpes Padasan Cikal Asma, Adipala, Cilacap

    Sebanyak 75 santri akan menerima manfaat langsung dari program ini.

    Tujuan Kegiatan
    Program Santri Bahagia dirancang bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki misi sosial dan spiritual yang kuat:
    - Mendekatkan hubungan antara orang tua asuh, santri, dan tim Gerakan Infaq Beras
    - Memberikan perhatian dan kebahagiaan kepada santri yatim penghafal Al-Qur’an
    - Menjadi wasilah kebaikan dan keberkahan bagi para donatur
    - Menghadirkan pengalaman yang berkesan dan membangun semangat belajar para santri

    Rangkaian Acara
    Dalam kegiatan ini, para santri akan mendapatkan berbagai bentuk kebahagiaan, di antaranya:
    - Buka bersama santri
    - Pembagian bingkisan santri
    - Pembagian baju baru
    - Paket kebahagiaan senilai **Rp 30.000 per santri**
    - Door prize dan kegiatan kebersamaan

    Kebahagiaan sederhana ini diharapkan menjadi energi positif bagi para santri untuk terus semangat menghafal Al-Qur’an dan meraih masa depan yang lebih baik.

    Ajak Lebih Banyak Kebaikan: Saatnya Anda Terlibat

    Kebaikan akan terasa lebih bermakna ketika dilakukan bersama. Melalui program ini, Anda dapat menjadi bagian dari kebahagiaan mereka.

    Donasi Paket Santri Bahagia
    Rp 30.000 / santri

    Salurkan infaq terbaik Anda melalui:
    Bank BSI
    No. Rekening : 723 2961 605
    a.n. Paskas Cilacap

    Konfirmasi donasi via WhatsApp : 0851 7416 3099

    Mengapa Donasi Anda Penting?
    - Membantu santri yatim mendapatkan kebutuhan dan perhatian
    - Mendukung generasi penghafal Al-Qur’an
    - Menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya
    - Memberikan kebahagiaan yang mungkin tak pernah mereka duga sebelumnya

    Karena sejatinya, kebahagiaan mereka adalah keberkahan bagi kita semua.

    Jangan Bosan Jadi Orang Baik

    Mari bersama menghadirkan senyum untuk para santri. Satu paket dari Anda, berarti satu kebahagiaan untuk mereka.

    #JanganBosanJadiOrangBaik
    Santri Bahagia 2026: Memuliakan, Melayani, dan Membahagiakan Penghafal Al-Qur’an di Adipala Cilacap Gerakan Infaq Beras (GIB) Cilacap kembali menghadirkan program sosial penuh makna bertajuk Santri Bahagia 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata untuk menghadirkan kebahagiaan bagi santri yatim penghafal Al-Qur’an, sekaligus menjadi jembatan kebaikan antara para donatur (orang tua asuh) dengan para penerima manfaat. Acara ini akan dilaksanakan pada: Tanggal : Jumat, 27 Februari 2026 Waktu : Pukul 15.00 WIB – selesai Tempat : Ponpes Padasan Cikal Asma, Adipala, Cilacap Sebanyak 75 santri akan menerima manfaat langsung dari program ini. Tujuan Kegiatan Program Santri Bahagia dirancang bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki misi sosial dan spiritual yang kuat: - Mendekatkan hubungan antara orang tua asuh, santri, dan tim Gerakan Infaq Beras - Memberikan perhatian dan kebahagiaan kepada santri yatim penghafal Al-Qur’an - Menjadi wasilah kebaikan dan keberkahan bagi para donatur - Menghadirkan pengalaman yang berkesan dan membangun semangat belajar para santri Rangkaian Acara Dalam kegiatan ini, para santri akan mendapatkan berbagai bentuk kebahagiaan, di antaranya: - Buka bersama santri - Pembagian bingkisan santri - Pembagian baju baru - Paket kebahagiaan senilai **Rp 30.000 per santri** - Door prize dan kegiatan kebersamaan Kebahagiaan sederhana ini diharapkan menjadi energi positif bagi para santri untuk terus semangat menghafal Al-Qur’an dan meraih masa depan yang lebih baik. Ajak Lebih Banyak Kebaikan: Saatnya Anda Terlibat Kebaikan akan terasa lebih bermakna ketika dilakukan bersama. Melalui program ini, Anda dapat menjadi bagian dari kebahagiaan mereka. Donasi Paket Santri Bahagia Rp 30.000 / santri Salurkan infaq terbaik Anda melalui: Bank BSI No. Rekening : 723 2961 605 a.n. Paskas Cilacap Konfirmasi donasi via WhatsApp : 0851 7416 3099 Mengapa Donasi Anda Penting? - Membantu santri yatim mendapatkan kebutuhan dan perhatian - Mendukung generasi penghafal Al-Qur’an - Menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya - Memberikan kebahagiaan yang mungkin tak pernah mereka duga sebelumnya Karena sejatinya, kebahagiaan mereka adalah keberkahan bagi kita semua. Jangan Bosan Jadi Orang Baik Mari bersama menghadirkan senyum untuk para santri. Satu paket dari Anda, berarti satu kebahagiaan untuk mereka. #JanganBosanJadiOrangBaik
    0 Comments 0 Shares 64K Views 0 Reviews
  • POC Bioganik Fase Generatif – Pupuk Organik Cair Perangsang Bunga & Buah | Panen Lebat, Manis & Berkualitas New
    Rp. 60,000.00
    In stock
    Adireja Wetan
    0 Reviews
    Bunga rontok? Buah kecil? Panen kurang maksimal?
    Masalah utama di fase generatif sering terjadi karena nutrisi tidak seimbang.

    POC Bioganik Fase Generatif hadir sebagai solusi untuk pembungaan, pembuahan, hingga pembesaran buah yang optimal.

    Dirancang khusus untuk membantu tanaman berbuah lebat, besar, manis, dan berkualitas tinggi.

    MANFAAT PRODUK
    - Memacu munculnya bunga
    - Mengurangi & mengatasi kerontokan bunga
    - Mempercepat pembesaran buah secara maksimal
    - Meningkatkan hasil panen
    - Menaikkan brix / tingkat kemanisan buah
    - Meningkatkan kualitas hasil panen

    KANDUNGAN NUTRISI UNGGUL
    Nitrogen (N) 25% – keseimbangan pertumbuhan
    Fosfor (P) 40% – pembungaan & pembuahan
    Kalium (K) 70% – buah besar, padat & manis
    Kalsium (Ca) 30% – mencegah busuk & rontok
    Magnesium (Mg) 35% – fotosintesis maksimal
    Zat Besi (Fe) 20% – kualitas daun & buah
    ZPT Pertumbuhan 35% – dorong pembentukan buah
    Asam Amino 50% – nutrisi cepat serap

    ISI PAKET
    - Kemasan formula pekatan 500 mL
    - Dapat diencerkan hingga ±500 liter larutan siap pakai

    Lebih hemat & ekonomis untuk pemakaian rutin

    DOSIS & CARA APLIKASI
    Semprot daun: 5 ml / 1 liter air
    Kocor tanah: 7 ml / 1 liter air

    Waktu aplikasi:
    Setiap 7–10 hari sekali pada fase generatif
    (dari pembungaan hingga pembuahan)

    COCOK UNTUK
    - Tanaman buah
    - Tanaman hortikultura
    - Pertanian organik
    - Greenhouse & kebun intensif

    KEUNGGULAN PRODUK
    - Formula khusus fase generatif
    - Mendukung bunga & buah tidak mudah rontok
    - Buah lebih besar, padat & manis
    - 100% organik, ramah lingkungan

    Petunjuk Penyimpanan:
    Kocok sebelum digunakan. Simpan di tempat sejuk dan teduh. Hindari sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

    Klik Beli Sekarang

    Optimalkan fase generatif tanaman Anda dan rasakan panen lebih lebat & berkualitas.
    Bunga rontok? Buah kecil? Panen kurang maksimal? Masalah utama di fase generatif sering terjadi karena nutrisi tidak seimbang. POC Bioganik Fase Generatif hadir sebagai solusi untuk pembungaan, pembuahan, hingga pembesaran buah yang optimal. Dirancang khusus untuk membantu tanaman berbuah lebat, besar, manis, dan berkualitas tinggi. MANFAAT PRODUK - Memacu munculnya bunga - Mengurangi & mengatasi kerontokan bunga - Mempercepat pembesaran buah secara maksimal - Meningkatkan hasil panen - Menaikkan brix / tingkat kemanisan buah - Meningkatkan kualitas hasil panen KANDUNGAN NUTRISI UNGGUL Nitrogen (N) 25% – keseimbangan pertumbuhan Fosfor (P) 40% – pembungaan & pembuahan Kalium (K) 70% – buah besar, padat & manis Kalsium (Ca) 30% – mencegah busuk & rontok Magnesium (Mg) 35% – fotosintesis maksimal Zat Besi (Fe) 20% – kualitas daun & buah ZPT Pertumbuhan 35% – dorong pembentukan buah Asam Amino 50% – nutrisi cepat serap ISI PAKET - Kemasan formula pekatan 500 mL - Dapat diencerkan hingga ±500 liter larutan siap pakai Lebih hemat & ekonomis untuk pemakaian rutin DOSIS & CARA APLIKASI Semprot daun: 5 ml / 1 liter air Kocor tanah: 7 ml / 1 liter air Waktu aplikasi: Setiap 7–10 hari sekali pada fase generatif (dari pembungaan hingga pembuahan) COCOK UNTUK - Tanaman buah - Tanaman hortikultura - Pertanian organik - Greenhouse & kebun intensif KEUNGGULAN PRODUK - Formula khusus fase generatif - Mendukung bunga & buah tidak mudah rontok - Buah lebih besar, padat & manis - 100% organik, ramah lingkungan Petunjuk Penyimpanan: Kocok sebelum digunakan. Simpan di tempat sejuk dan teduh. Hindari sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Klik Beli Sekarang Optimalkan fase generatif tanaman Anda dan rasakan panen lebih lebat & berkualitas.
    0 Comments 0 Shares 31K Views 0 Reviews
  • Menkop: 27 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi April 2026

    JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menyatakan sebanyak 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih ditargetkan siap beroperasi pada April 2026. Ribuan koperasi tersebut saat ini masih dalam tahap pembangunan fisik.

    Dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, Ferry menyampaikan bahwa hingga Januari 2026, tercatat 27.191 Kopdes/Kel Merah Putih tengah dibangun secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Pembangunan fisik koperasi, termasuk gudang dan sarana pendukung, diproyeksikan rampung pada Maret atau paling lambat April 2026.

    “Insyaallah Maret atau paling lambat April sudah selesai bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya,” ujar Ferry.

    Selain pembangunan fisik, Kementerian Koperasi juga menyiapkan aspek non-fisik agar koperasi dapat langsung beroperasi. Persiapan tersebut meliputi penguatan sumber daya manusia, mulai dari pengawas, pengurus, hingga penerapan sistem informasi manajemen koperasi.

    Ferry menegaskan bahwa 27 ribu koperasi yang saat ini sedang dibangun merupakan tahap pertama dari target nasional 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih. Jumlah tersebut akan terus bertambah secara bertahap hingga akhir tahun 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

    “Ini tahap awal. Secara bertahap akan kita uji coba operasionalnya, dan pada akhir tahun jumlahnya ditargetkan mencapai 80 ribu koperasi,” katanya.

    Program pembangunan 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih secara resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025. Program ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa, untuk memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional.

    Pendanaan program Kopdes Merah Putih bersumber dari berbagai skema, mulai dari APBN, APBD, Dana Desa, hingga dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk membangun gerai, gudang, serta sarana logistik koperasi.

    Setiap unit Kopdes Merah Putih mendapatkan plafon pendanaan hingga Rp3 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp2,5 miliar dialokasikan untuk investasi atau belanja modal (capital expenditure/capex) berupa pembangunan fisik dan kelengkapan operasional, sementara Rp500 juta digunakan untuk biaya operasional (operational expenditure/opex).

    Adapun infrastruktur wajib yang dibangun di setiap Kopdes Merah Putih meliputi tujuh unit layanan, yakni kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang berpendingin (cold storage), serta sarana logistik pendukung.

    Sebelumnya, pemerintah menargetkan seluruh Kopdes Merah Putih yang telah memiliki legalitas dapat beroperasi penuh pada Maret 2026. Namun, dengan mempertimbangkan tahapan pembangunan dan kesiapan operasional, target operasional penuh kini diproyeksikan berlangsung hingga April 2026.

    Sumber:
    https://banyumasraya.com/nasional/menkop-27-ribu-kopdes-merah-putih-siap-beroperasi-april-2026
    Menkop: 27 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi April 2026 JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menyatakan sebanyak 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih ditargetkan siap beroperasi pada April 2026. Ribuan koperasi tersebut saat ini masih dalam tahap pembangunan fisik. Dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, Ferry menyampaikan bahwa hingga Januari 2026, tercatat 27.191 Kopdes/Kel Merah Putih tengah dibangun secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Pembangunan fisik koperasi, termasuk gudang dan sarana pendukung, diproyeksikan rampung pada Maret atau paling lambat April 2026. “Insyaallah Maret atau paling lambat April sudah selesai bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya,” ujar Ferry. Selain pembangunan fisik, Kementerian Koperasi juga menyiapkan aspek non-fisik agar koperasi dapat langsung beroperasi. Persiapan tersebut meliputi penguatan sumber daya manusia, mulai dari pengawas, pengurus, hingga penerapan sistem informasi manajemen koperasi. Ferry menegaskan bahwa 27 ribu koperasi yang saat ini sedang dibangun merupakan tahap pertama dari target nasional 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih. Jumlah tersebut akan terus bertambah secara bertahap hingga akhir tahun 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Ini tahap awal. Secara bertahap akan kita uji coba operasionalnya, dan pada akhir tahun jumlahnya ditargetkan mencapai 80 ribu koperasi,” katanya. Program pembangunan 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih secara resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025. Program ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa, untuk memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional. Pendanaan program Kopdes Merah Putih bersumber dari berbagai skema, mulai dari APBN, APBD, Dana Desa, hingga dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk membangun gerai, gudang, serta sarana logistik koperasi. Setiap unit Kopdes Merah Putih mendapatkan plafon pendanaan hingga Rp3 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp2,5 miliar dialokasikan untuk investasi atau belanja modal (capital expenditure/capex) berupa pembangunan fisik dan kelengkapan operasional, sementara Rp500 juta digunakan untuk biaya operasional (operational expenditure/opex). Adapun infrastruktur wajib yang dibangun di setiap Kopdes Merah Putih meliputi tujuh unit layanan, yakni kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang berpendingin (cold storage), serta sarana logistik pendukung. Sebelumnya, pemerintah menargetkan seluruh Kopdes Merah Putih yang telah memiliki legalitas dapat beroperasi penuh pada Maret 2026. Namun, dengan mempertimbangkan tahapan pembangunan dan kesiapan operasional, target operasional penuh kini diproyeksikan berlangsung hingga April 2026. Sumber: https://banyumasraya.com/nasional/menkop-27-ribu-kopdes-merah-putih-siap-beroperasi-april-2026
    0 Comments 0 Shares 8K Views 0 Reviews
  • Direncanakan Dibangun Tugu di Simpang Lima Adipala Cilacap, Akan Jadi Landmark Baru

    CILACAP – Kabupaten Cilacap berpeluang memiliki landmark baru. Sebuah tugu direncanakan akan dibangun di kawasan Simpang Lima Pasar Adipala, Kecamatan Adipala, sebagai penanda wilayah sekaligus penguat identitas daerah.

    Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia, S.Psi., M.M., membenarkan adanya rencana pembangunan tugu tersebut. Namun demikian, ia menegaskan bahwa rencana itu masih berada pada tahap awal perencanaan.

    “Benar, ada rencana pembangunan tugu di Simpang Lima Adipala. Saat ini masih dalam tahap perencanaan dan rencananya akan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ujar Firdaus saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).

    Firdaus menjelaskan, tugu tersebut direncanakan berdiri tepat di depan Pasar Adipala, pada titik pertemuan lima jalur utama. Simpang tersebut menghubungkan arus lalu lintas dari arah Kroya, Binangun atau Nusawungu, Maos di sisi utara, serta jalur menuju selatan ke kawasan Pantai Bunton.

    Menurutnya, Simpang Lima Adipala merupakan kawasan strategis yang setiap hari dilalui kendaraan dari dalam maupun luar Kabupaten Cilacap. Oleh karena itu, keberadaan tugu dinilai penting sebagai ikon kawasan sekaligus memperindah wajah wilayah Adipala.

    “Lokasi ini sangat strategis dan menjadi salah satu pintu perlintasan utama. Harapannya, tugu ini bisa menjadi ikon baru sekaligus menambah nilai identitas Kabupaten Cilacap,” jelasnya.

    Meski masih dalam tahap perencanaan, Firdaus menyebutkan bahwa respons dari pihak penyedia dana CSR cukup positif. Pemerintah kecamatan berharap proses kajian teknis dan perizinan dapat segera diselesaikan agar pembangunan dapat direalisasikan.

    “Alhamdulillah, sinyal dari pihak CSR cukup positif. Semoga seluruh proses berjalan lancar dan pembangunan tugu bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.
    Direncanakan Dibangun Tugu di Simpang Lima Adipala Cilacap, Akan Jadi Landmark Baru CILACAP – Kabupaten Cilacap berpeluang memiliki landmark baru. Sebuah tugu direncanakan akan dibangun di kawasan Simpang Lima Pasar Adipala, Kecamatan Adipala, sebagai penanda wilayah sekaligus penguat identitas daerah. Camat Adipala, Firdaus Azy Mutia, S.Psi., M.M., membenarkan adanya rencana pembangunan tugu tersebut. Namun demikian, ia menegaskan bahwa rencana itu masih berada pada tahap awal perencanaan. “Benar, ada rencana pembangunan tugu di Simpang Lima Adipala. Saat ini masih dalam tahap perencanaan dan rencananya akan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ujar Firdaus saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026). Firdaus menjelaskan, tugu tersebut direncanakan berdiri tepat di depan Pasar Adipala, pada titik pertemuan lima jalur utama. Simpang tersebut menghubungkan arus lalu lintas dari arah Kroya, Binangun atau Nusawungu, Maos di sisi utara, serta jalur menuju selatan ke kawasan Pantai Bunton. Menurutnya, Simpang Lima Adipala merupakan kawasan strategis yang setiap hari dilalui kendaraan dari dalam maupun luar Kabupaten Cilacap. Oleh karena itu, keberadaan tugu dinilai penting sebagai ikon kawasan sekaligus memperindah wajah wilayah Adipala. “Lokasi ini sangat strategis dan menjadi salah satu pintu perlintasan utama. Harapannya, tugu ini bisa menjadi ikon baru sekaligus menambah nilai identitas Kabupaten Cilacap,” jelasnya. Meski masih dalam tahap perencanaan, Firdaus menyebutkan bahwa respons dari pihak penyedia dana CSR cukup positif. Pemerintah kecamatan berharap proses kajian teknis dan perizinan dapat segera diselesaikan agar pembangunan dapat direalisasikan. “Alhamdulillah, sinyal dari pihak CSR cukup positif. Semoga seluruh proses berjalan lancar dan pembangunan tugu bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.
    0 Comments 0 Shares 9K Views 0 Reviews
  • BUMDes vs Koperasi Desa Merah Putih:
    Ini Perbedaan, Fungsi, dan Manfaatnya bagi Warga Desa

    Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) belakangan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat desa. Ribuan koperasi jenis baru ini mulai berdiri di berbagai daerah, sehingga memunculkan pertanyaan: apakah Kopdes Merah Putih akan menggantikan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)?

    Kekhawatiran tersebut muncul setelah beredar informasi di media sosial yang membahas perbandingan kedua lembaga ekonomi desa ini. Salah satunya berasal dari unggahan video di kanal Facebook desa yang menjelaskan perbedaan mendasar antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih.

    Dalam video tersebut ditegaskan bahwa kedua lembaga ini sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Namun mekanisme kerja, orientasi, dan sistem pengelolaannya berbeda.

    “Banyak yang mengira Kopdes Merah Putih akan menggantikan BUMDes. Padahal keduanya justru saling melengkapi, bukan saling meniadakan,” ujar narator dalam video tersebut.

    Dasar Hukum yang Berbeda

    Perbedaan paling mendasar antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih terletak pada dasar hukum pembentukannya.

    Kopdes Merah Putih dibentuk berdasarkan Instruksi Presiden serta Surat Edaran Menteri Koperasi dan UKM. Lembaga ini bergerak dengan prinsip koperasi modern berbasis keanggotaan masyarakat.

    Sementara itu, BUMDes memiliki payung hukum yang lebih kuat karena diatur langsung melalui Undang-Undang, termasuk dalam regulasi turunan Undang-Undang Cipta Kerja. Pembentukannya dilakukan melalui musyawarah desa dan berstatus sebagai badan hukum milik desa.

    “BUMDes adalah badan hukum desa, sedangkan Kopdes Merah Putih berbasis keanggotaan koperasi,” jelas narator dalam tayangan tersebut.

    Fokus Usaha yang Berbeda

    Dari sisi operasional, kedua lembaga ini juga memiliki fokus kegiatan yang tidak sama.

    Kopdes Merah Putih lebih diarahkan pada pelayanan ekonomi langsung kepada warga desa. Bentuk usahanya meliputi:

    Penyediaan kebutuhan pokok (sembako),

    Simpan pinjam,

    Pengelolaan hasil panen,

    Distribusi produk lokal,

    Layanan ekonomi mikro lainnya.

    Sebaliknya, BUMDes memiliki ruang gerak lebih luas karena mengelola potensi dan aset desa secara menyeluruh. Bidang usahanya dapat mencakup:

    Pengelolaan pariwisata desa,

    Penyediaan air bersih,

    Pengelolaan energi desa,

    Jasa perdagangan,

    Pengelolaan aset dan fasilitas milik desa.

    “Kalau Kopdes fokus melayani kebutuhan warga, BUMDes lebih pada pemberdayaan aset dan potensi desa,” terang penjelasan dalam video tersebut.

    Modal dan Sistem Pengelolaan

    Perbedaan berikutnya terletak pada sumber permodalan dan tata kelola organisasi.

    Kopdes Merah Putih memiliki akses pendanaan yang relatif lebih fleksibel, antara lain berasal dari:

    Dana Desa,

    APBN dan APBD,

    Dukungan perbankan Himbara,

    Simpanan anggota koperasi.

    Pengurus Kopdes dipilih langsung oleh anggota koperasi, sehingga mekanisme pengambilan keputusan lebih demokratis sesuai prinsip koperasi.

    Sedangkan BUMDes umumnya memperoleh modal dari penyertaan Dana Desa, meskipun tetap terbuka untuk investasi pihak ketiga. Pengelolaannya dipimpin oleh direktur atau pengurus yang ditetapkan melalui musyawarah desa.

    “Pengurus koperasi dipilih anggota, sementara direktur BUMDes ditentukan melalui musyawarah desa,” lanjut penjelasan tersebut.

    Bukan Saling Menggantikan, Tapi Saling Melengkapi

    Dari seluruh perbedaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kopdes Merah Putih dan BUMDes tidak berada pada posisi saling menggantikan.

    Justru keduanya dirancang untuk berjalan berdampingan dengan peran yang berbeda:

    BUMDes fokus mengembangkan potensi dan aset desa,

    Kopdes Merah Putih fokus melayani kebutuhan ekonomi langsung masyarakat.

    Jika dikelola secara transparan dan profesional, kedua lembaga ini dapat menjadi motor utama penggerak ekonomi desa.

    “Intinya, BUMDes mengelola aset desa, sementara Kopdes melayani kebutuhan warga. Tinggal bagaimana desa memanfaatkan keduanya secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas narator dalam video tersebut.

    Dengan sinergi yang baik, kehadiran BUMDes dan Kopdes Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

    Sumber :
    https://banyumasraya.com/nasional/bumdes-vs-koperasi-desa-merah-putih-ini-perbedaan-fungsi-dan-manfaatnya-bagi-warga-desa
    BUMDes vs Koperasi Desa Merah Putih: Ini Perbedaan, Fungsi, dan Manfaatnya bagi Warga Desa Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) belakangan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat desa. Ribuan koperasi jenis baru ini mulai berdiri di berbagai daerah, sehingga memunculkan pertanyaan: apakah Kopdes Merah Putih akan menggantikan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)? Kekhawatiran tersebut muncul setelah beredar informasi di media sosial yang membahas perbandingan kedua lembaga ekonomi desa ini. Salah satunya berasal dari unggahan video di kanal Facebook desa yang menjelaskan perbedaan mendasar antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih. Dalam video tersebut ditegaskan bahwa kedua lembaga ini sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Namun mekanisme kerja, orientasi, dan sistem pengelolaannya berbeda. “Banyak yang mengira Kopdes Merah Putih akan menggantikan BUMDes. Padahal keduanya justru saling melengkapi, bukan saling meniadakan,” ujar narator dalam video tersebut. Dasar Hukum yang Berbeda Perbedaan paling mendasar antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih terletak pada dasar hukum pembentukannya. Kopdes Merah Putih dibentuk berdasarkan Instruksi Presiden serta Surat Edaran Menteri Koperasi dan UKM. Lembaga ini bergerak dengan prinsip koperasi modern berbasis keanggotaan masyarakat. Sementara itu, BUMDes memiliki payung hukum yang lebih kuat karena diatur langsung melalui Undang-Undang, termasuk dalam regulasi turunan Undang-Undang Cipta Kerja. Pembentukannya dilakukan melalui musyawarah desa dan berstatus sebagai badan hukum milik desa. “BUMDes adalah badan hukum desa, sedangkan Kopdes Merah Putih berbasis keanggotaan koperasi,” jelas narator dalam tayangan tersebut. Fokus Usaha yang Berbeda Dari sisi operasional, kedua lembaga ini juga memiliki fokus kegiatan yang tidak sama. Kopdes Merah Putih lebih diarahkan pada pelayanan ekonomi langsung kepada warga desa. Bentuk usahanya meliputi: Penyediaan kebutuhan pokok (sembako), Simpan pinjam, Pengelolaan hasil panen, Distribusi produk lokal, Layanan ekonomi mikro lainnya. Sebaliknya, BUMDes memiliki ruang gerak lebih luas karena mengelola potensi dan aset desa secara menyeluruh. Bidang usahanya dapat mencakup: Pengelolaan pariwisata desa, Penyediaan air bersih, Pengelolaan energi desa, Jasa perdagangan, Pengelolaan aset dan fasilitas milik desa. “Kalau Kopdes fokus melayani kebutuhan warga, BUMDes lebih pada pemberdayaan aset dan potensi desa,” terang penjelasan dalam video tersebut. Modal dan Sistem Pengelolaan Perbedaan berikutnya terletak pada sumber permodalan dan tata kelola organisasi. Kopdes Merah Putih memiliki akses pendanaan yang relatif lebih fleksibel, antara lain berasal dari: Dana Desa, APBN dan APBD, Dukungan perbankan Himbara, Simpanan anggota koperasi. Pengurus Kopdes dipilih langsung oleh anggota koperasi, sehingga mekanisme pengambilan keputusan lebih demokratis sesuai prinsip koperasi. Sedangkan BUMDes umumnya memperoleh modal dari penyertaan Dana Desa, meskipun tetap terbuka untuk investasi pihak ketiga. Pengelolaannya dipimpin oleh direktur atau pengurus yang ditetapkan melalui musyawarah desa. “Pengurus koperasi dipilih anggota, sementara direktur BUMDes ditentukan melalui musyawarah desa,” lanjut penjelasan tersebut. Bukan Saling Menggantikan, Tapi Saling Melengkapi Dari seluruh perbedaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kopdes Merah Putih dan BUMDes tidak berada pada posisi saling menggantikan. Justru keduanya dirancang untuk berjalan berdampingan dengan peran yang berbeda: BUMDes fokus mengembangkan potensi dan aset desa, Kopdes Merah Putih fokus melayani kebutuhan ekonomi langsung masyarakat. Jika dikelola secara transparan dan profesional, kedua lembaga ini dapat menjadi motor utama penggerak ekonomi desa. “Intinya, BUMDes mengelola aset desa, sementara Kopdes melayani kebutuhan warga. Tinggal bagaimana desa memanfaatkan keduanya secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas narator dalam video tersebut. Dengan sinergi yang baik, kehadiran BUMDes dan Kopdes Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. Sumber : https://banyumasraya.com/nasional/bumdes-vs-koperasi-desa-merah-putih-ini-perbedaan-fungsi-dan-manfaatnya-bagi-warga-desa
    0 Comments 0 Shares 3K Views 0 Reviews
  • Daftar 19 Desa Wisata Cilacap Terbaik 2026,
    Berikut Beberapa Desa Di Kecamatan Adipala Yang Masuk daftar

    CILACAP — Sektor pariwisata di Kabupaten Cilacap kembali menggeliat. Setelah melalui proses panjang dan seleksi ketat sepanjang 2025, sebanyak 19 desa resmi ditetapkan sebagai desa wisata dan siap menjadi motor penggerak ekonomi lokal pada 2026.

    Penetapan ini bukan proses instan. Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Cilacap sebelumnya memetakan 30 desa kandidat dengan standar tinggi untuk memastikan kesiapan destinasi, kelembagaan, dan paket wisata.

    Lalui Seleksi Ketat

    Kepala Disparpora Cilacap, Budi Narimo, menjelaskan evaluasi dilakukan secara mendalam. Sejumlah persoalan klasik ditemukan, mulai dari kelembagaan yang belum kuat hingga konsep paket wisata yang belum jelas.

    Akibatnya, lima desa memilih mengundurkan diri karena merasa belum siap secara manajemen, yakni Karangsari (Adipala), Kesugihan Kidul (Kesugihan), Mandala (Jeruklegi), Mentasan (Kawunganten), dan Cisuru (Cipari).

    “Dari pemetaan awal, ada lima desa yang memilih mundur karena belum siap secara organisasi dan pengelolaan, sementara desa lainnya kami dorong melakukan reorganisasi dan pembenahan manajemen,” ujar Budi.

    Daftar 19 Desa Wisata Terpilih

    Hasil penilaian tim gabungan akademisi dan praktisi pada Agustus–Oktober 2025 menetapkan 19 desa yang memenuhi indikator, terbagi dalam tiga kategori:

    Kategori Desa Wisata Maju
    - Desa Jetis (Kecamatan Nusawungu)
    - Desa Karangmangu (Kecamatan Kroya)
    - Kategori Desa Wisata Berkembang
    - Desa Tambaksari (Kecamatan Wanareja)
    - Desa Sindangbarang (Kecamatan Karangpucung)
    - Desa Pesanggrahan (Kecamatan Kroya)
    - Desa Gentasari (Kecamatan Kroya)

    Kategori Desa Wisata Rintisan
    - Desa Bunton (Adipala)
    - Desa Welahan Wetan (Adipala)
    - Desa Widarapayung Wetan (Binangun)
    - Desa Panisihan (Maos)
    - Desa Kamulyan (Bantarsari)
    - Desa Bojongsari (Kedungreja)
    - Desa Pesahangan (Cimanggu)
    - Desa Cipari (Cipari)
    - Desa Karanggedang (Sidareja)
    - Desa Tayem Timur (Karangpucung)
    - Desa Salebu (Majenang)
    - Desa Sadahayu (Majenang)
    - Desa Sumpinghayu (Dayeuhluhur)

    Bukan Garis Akhir

    Penetapan 19 desa tersebut telah disahkan melalui Surat Keputusan Bupati Cilacap. Namun, Disparpora menegaskan status desa wisata bukan garis akhir, melainkan awal tanggung jawab.

    “Desa wisata harus mampu menghadirkan pengalaman otentik, menggerakkan ekonomi warga, sekaligus menjaga identitas budaya dan alam,” tegas Budi.

    Ke depan, desa-desa ini diharapkan mampu menawarkan pengalaman unik—mulai dari wisata pesisir, agrowisata, hingga edukasi budaya—sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Cilacap.
    Daftar 19 Desa Wisata Cilacap Terbaik 2026, Berikut Beberapa Desa Di [kecamatan] Yang Masuk daftar CILACAP — Sektor pariwisata di Kabupaten Cilacap kembali menggeliat. Setelah melalui proses panjang dan seleksi ketat sepanjang 2025, sebanyak 19 desa resmi ditetapkan sebagai desa wisata dan siap menjadi motor penggerak ekonomi lokal pada 2026. Penetapan ini bukan proses instan. Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Cilacap sebelumnya memetakan 30 desa kandidat dengan standar tinggi untuk memastikan kesiapan destinasi, kelembagaan, dan paket wisata. Lalui Seleksi Ketat Kepala Disparpora Cilacap, Budi Narimo, menjelaskan evaluasi dilakukan secara mendalam. Sejumlah persoalan klasik ditemukan, mulai dari kelembagaan yang belum kuat hingga konsep paket wisata yang belum jelas. Akibatnya, lima desa memilih mengundurkan diri karena merasa belum siap secara manajemen, yakni Karangsari (Adipala), Kesugihan Kidul (Kesugihan), Mandala (Jeruklegi), Mentasan (Kawunganten), dan Cisuru (Cipari). “Dari pemetaan awal, ada lima desa yang memilih mundur karena belum siap secara organisasi dan pengelolaan, sementara desa lainnya kami dorong melakukan reorganisasi dan pembenahan manajemen,” ujar Budi. Daftar 19 Desa Wisata Terpilih Hasil penilaian tim gabungan akademisi dan praktisi pada Agustus–Oktober 2025 menetapkan 19 desa yang memenuhi indikator, terbagi dalam tiga kategori: Kategori Desa Wisata Maju - Desa Jetis (Kecamatan Nusawungu) - Desa Karangmangu (Kecamatan Kroya) - Kategori Desa Wisata Berkembang - Desa Tambaksari (Kecamatan Wanareja) - Desa Sindangbarang (Kecamatan Karangpucung) - Desa Pesanggrahan (Kecamatan Kroya) - Desa Gentasari (Kecamatan Kroya) Kategori Desa Wisata Rintisan - [bunton] (Adipala) - [welahanwetan] (Adipala) - Desa Widarapayung Wetan (Binangun) - Desa Panisihan (Maos) - Desa Kamulyan (Bantarsari) - Desa Bojongsari (Kedungreja) - Desa Pesahangan (Cimanggu) - Desa Cipari (Cipari) - Desa Karanggedang (Sidareja) - Desa Tayem Timur (Karangpucung) - Desa Salebu (Majenang) - Desa Sadahayu (Majenang) - Desa Sumpinghayu (Dayeuhluhur) Bukan Garis Akhir Penetapan 19 desa tersebut telah disahkan melalui Surat Keputusan Bupati Cilacap. Namun, Disparpora menegaskan status desa wisata bukan garis akhir, melainkan awal tanggung jawab. “Desa wisata harus mampu menghadirkan pengalaman otentik, menggerakkan ekonomi warga, sekaligus menjaga identitas budaya dan alam,” tegas Budi. Ke depan, desa-desa ini diharapkan mampu menawarkan pengalaman unik—mulai dari wisata pesisir, agrowisata, hingga edukasi budaya—sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Cilacap.
    0 Comments 0 Shares 4K Views 0 Reviews
  • Firdaus Azy Mutia Resmi Menjabat Camat Adipala per Januari 2026

    Pemerintah Kabupaten Cilacap menetapkan Firdaus Azy Mutia, S.Psi., M.M. sebagai Camat Adipala definitif. Ia resmi dilantik oleh Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, pada 30 Desember 2025, setelah sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Adipala.

    Memasuki awal masa jabatannya di tahun 2026, Firdaus Azy Mutia langsung menjalankan sejumlah agenda kedinasan. Di antaranya menghadiri acara tasyakuran dan doa bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026 yang dirangkaikan dengan pisah sambut pejabat di lingkungan Kecamatan Adipala.

    Selain itu, pada 5 Januari 2026, Firdaus turut menandatangani Pakta Integritas pejabat pemerintah daerah di hadapan Bupati Cilacap sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

    Ia juga aktif melakukan pemantauan pelaksanaan seleksi perangkat desa di wilayah Kecamatan Adipala pada awal Januari 2026, guna memastikan proses berjalan sesuai ketentuan dan prinsip transparansi.

    Informasi terkait struktur organisasi, layanan publik, serta kegiatan resmi Kecamatan Adipala dapat diakses melalui laman resmi Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap.
    Firdaus Azy Mutia Resmi Menjabat Camat Adipala per Januari 2026 Pemerintah Kabupaten Cilacap menetapkan Firdaus Azy Mutia, S.Psi., M.M. sebagai Camat Adipala definitif. Ia resmi dilantik oleh Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, pada 30 Desember 2025, setelah sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Adipala. Memasuki awal masa jabatannya di tahun 2026, Firdaus Azy Mutia langsung menjalankan sejumlah agenda kedinasan. Di antaranya menghadiri acara tasyakuran dan doa bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026 yang dirangkaikan dengan pisah sambut pejabat di lingkungan Kecamatan Adipala. Selain itu, pada 5 Januari 2026, Firdaus turut menandatangani Pakta Integritas pejabat pemerintah daerah di hadapan Bupati Cilacap sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Ia juga aktif melakukan pemantauan pelaksanaan seleksi perangkat desa di wilayah Kecamatan Adipala pada awal Januari 2026, guna memastikan proses berjalan sesuai ketentuan dan prinsip transparansi. Informasi terkait struktur organisasi, layanan publik, serta kegiatan resmi Kecamatan Adipala dapat diakses melalui laman resmi Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap.
    0 Comments 0 Shares 3K Views 0 Reviews
  • PLN IP untuk Rakyat Melalui Pelatihan Budidaya Cabai

    PT PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pemberian pelatihan budidaya cabai kepada KWT Sri Lestari, Dusun Cibolang, Desa Gumbulharjo, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.

    Ada sebanyak 25 anggota kelompok tani tersebut mengikuti pelatihan yang digelar di Pendopo Desa Gombolharjo, pada Senin (8/12/2025). Dengan menghadirkan pemateri Weni Supiastuti, A.Md, dari Balai Penyuluhan Kecamatan Adipala, Dinas Pertanian Cilacap, dan Yusuf, S.Kom.I, dari Pusat Pelatihan dan Pedesaan Swadaya (P4S).

    Kepala Desa Gombolharjo, Wagio Astoto, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian PLN Indonesia Power terhadap masyarakatnya, khususnya ibu-ibu kelompok wanita tani.

    “Kami sangat berterima kasih atas pelatihan ini. Harapannya, ibu-ibu KWT semakin maju dalam kemampuan bercocok tanam, mampu meningkatkan ekonomi keluarga, serta membawa keberkahan bagi desa kami,” ujarnya.

    Ia berharap pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam memajukan desa serta mendorong kemandirian ekonomi warganya.

    Pelaksana Senior CSR Humas dan Keamanan UBP Adipala, Galih Eka Purnomo yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pertanian menjadi salah satu fokus program BUMN.

    “Besar harapan kami, setelah pelatihan ini ibu-ibu bisa lebih paham bagaimana membudidayakan cabai, meski selama ini pun sudah tahu cara menanam cabai, tapi lewat pelatihan ini jadi lebih handal dan kompeten dalam menanam salah satunya cabai, kami juga berharap para peserta dapat memperoleh pengetahuan menyeluruh mengenai teknik budidaya cabai, mulai dari pemilihan benih berkualitas, pengolahan lahan, teknik pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga proses panen dan strategi pemasaran yang efektif,” katanya.

    “Harapan kami, ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi wawasan baru, tetapi benar-benar diterapkan dan dikembangkan sehingga mampu menciptakan usaha yang produktif dan berkelanjutan. Sehingga mengembalikan gombol Harjo dengan pengenalan pasar Lombok,” tambah Galih.

    PLN Indonesia Power juga berkomitmen untuk terus mendampingi KWT Sri Lestari agar ilmu yang diterima dapat langsung dipraktikkan melalui penanaman cabai di lahan kelompok.

    Sementara itu, Ketua KWT Sri Lestari, Rina Sugiarti, merasa bersyukur atas kesempatan mengikuti pelatihan tersebut.

    “Selama ini kami sudah menanam pepaya, tomat, hingga terong. Dengan pelatihan ini, kami siap mengembangkan budidaya cabai secara lebih serius,” katanya.

    Ia menambahkan, pelatihan ini sangat bermanfaat mengingat harga cabai tengah melonjak. Dengan menanam sendiri, kedepan anggota KWT dapat memenuhi kebutuhan cabai rumah tangga sekaligus berpeluang meningkatkan pendapatan kelompok.

    “Insyaallah setelah pelatihan ini, kalau cabai tumbuh bagus, akan kami galakkan untuk dibudidayakan lebih luas,” katanya.

    sumber : rri.co.id
    PLN IP untuk Rakyat Melalui Pelatihan Budidaya Cabai PT PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pemberian pelatihan budidaya cabai kepada KWT Sri Lestari, Dusun Cibolang, Desa Gumbulharjo, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Ada sebanyak 25 anggota kelompok tani tersebut mengikuti pelatihan yang digelar di Pendopo Desa Gombolharjo, pada Senin (8/12/2025). Dengan menghadirkan pemateri Weni Supiastuti, A.Md, dari Balai Penyuluhan Kecamatan Adipala, Dinas Pertanian Cilacap, dan Yusuf, S.Kom.I, dari Pusat Pelatihan dan Pedesaan Swadaya (P4S). Kepala Desa Gombolharjo, Wagio Astoto, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian PLN Indonesia Power terhadap masyarakatnya, khususnya ibu-ibu kelompok wanita tani. “Kami sangat berterima kasih atas pelatihan ini. Harapannya, ibu-ibu KWT semakin maju dalam kemampuan bercocok tanam, mampu meningkatkan ekonomi keluarga, serta membawa keberkahan bagi desa kami,” ujarnya. Ia berharap pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam memajukan desa serta mendorong kemandirian ekonomi warganya. Pelaksana Senior CSR Humas dan Keamanan UBP Adipala, Galih Eka Purnomo yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pertanian menjadi salah satu fokus program BUMN. “Besar harapan kami, setelah pelatihan ini ibu-ibu bisa lebih paham bagaimana membudidayakan cabai, meski selama ini pun sudah tahu cara menanam cabai, tapi lewat pelatihan ini jadi lebih handal dan kompeten dalam menanam salah satunya cabai, kami juga berharap para peserta dapat memperoleh pengetahuan menyeluruh mengenai teknik budidaya cabai, mulai dari pemilihan benih berkualitas, pengolahan lahan, teknik pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga proses panen dan strategi pemasaran yang efektif,” katanya. “Harapan kami, ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi wawasan baru, tetapi benar-benar diterapkan dan dikembangkan sehingga mampu menciptakan usaha yang produktif dan berkelanjutan. Sehingga mengembalikan gombol Harjo dengan pengenalan pasar Lombok,” tambah Galih. PLN Indonesia Power juga berkomitmen untuk terus mendampingi KWT Sri Lestari agar ilmu yang diterima dapat langsung dipraktikkan melalui penanaman cabai di lahan kelompok. Sementara itu, Ketua KWT Sri Lestari, Rina Sugiarti, merasa bersyukur atas kesempatan mengikuti pelatihan tersebut. “Selama ini kami sudah menanam pepaya, tomat, hingga terong. Dengan pelatihan ini, kami siap mengembangkan budidaya cabai secara lebih serius,” katanya. Ia menambahkan, pelatihan ini sangat bermanfaat mengingat harga cabai tengah melonjak. Dengan menanam sendiri, kedepan anggota KWT dapat memenuhi kebutuhan cabai rumah tangga sekaligus berpeluang meningkatkan pendapatan kelompok. “Insyaallah setelah pelatihan ini, kalau cabai tumbuh bagus, akan kami galakkan untuk dibudidayakan lebih luas,” katanya. sumber : rri.co.id
    0 Comments 0 Shares 2K Views 0 Reviews