• UBP Adipala Salurkan Bantuan Semen dan FABA, Akses Jalan Bogemanjir Kian Mulus

    CILACAP – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala terus menghadirkan kontribusi nyata melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini, bantuan berupa 270 sak semen dan material FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) disalurkan untuk perbaikan dan perluasan jalan di Dusun Bogemanjir, Desa Bunton (28 -04-2026).Bantuan ini dilatarbelakangi oleh kondisi jalan desa yang masih perlu ditingkatkan.

    Saat musim hujan, akses jalan kerap rusak dan menghambat mobilitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian. Melalui program ini, UBP Adipala berupaya menghadirkan akses yang lebih layak, aman, dan mendukung aktivitas masyarakat.Selain mendukung infrastruktur, pemanfaatan FABA juga menjadi bentuk penerapan prinsip ekonomi sirkular. Material hasil samping pembakaran batu bara ini dimanfaatkan kembali secara produktif, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab.

    Perbaikan jalan dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat Dusun Bogemanjir dengan semangat gotong royong, serta didukung Pemerintah Desa Bunton. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan dampak nyata.

    Kepala Desa Bunton, Sudin, menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi bantuan dari UBP Adipala ini. Dukungan berupa semen dan material FABA sangat membantu percepatan perbaikan jalan di Dusun Bogemanjir. Jalan ini sangat vital bagi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian,” ujarnya.

    Senada dengan hal tersebut, Senior Manager UBP Adipala, I Wayan Arimbawa, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung infrastruktur dasar di sekitar wilayah operasional.“Melalui program CSR ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Kami percaya akses jalan yang baik akan membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.

    Melalui program ini, UBP Adipala berharap dapat terus memperkuat sinergi bersama masyarakat. Pemanfaatan FABA menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan, sehingga manfaat yang dihadirkan tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Desa Bunton.(rin/kominfo).
    UBP Adipala Salurkan Bantuan Semen dan FABA, Akses Jalan Bogemanjir Kian Mulus CILACAP – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala terus menghadirkan kontribusi nyata melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini, bantuan berupa 270 sak semen dan material FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) disalurkan untuk perbaikan dan perluasan jalan di Dusun Bogemanjir, Desa Bunton (28 -04-2026).Bantuan ini dilatarbelakangi oleh kondisi jalan desa yang masih perlu ditingkatkan. Saat musim hujan, akses jalan kerap rusak dan menghambat mobilitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian. Melalui program ini, UBP Adipala berupaya menghadirkan akses yang lebih layak, aman, dan mendukung aktivitas masyarakat.Selain mendukung infrastruktur, pemanfaatan FABA juga menjadi bentuk penerapan prinsip ekonomi sirkular. Material hasil samping pembakaran batu bara ini dimanfaatkan kembali secara produktif, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab. Perbaikan jalan dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat Dusun Bogemanjir dengan semangat gotong royong, serta didukung Pemerintah Desa Bunton. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan dampak nyata. Kepala Desa Bunton, Sudin, menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi bantuan dari UBP Adipala ini. Dukungan berupa semen dan material FABA sangat membantu percepatan perbaikan jalan di Dusun Bogemanjir. Jalan ini sangat vital bagi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian,” ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Senior Manager UBP Adipala, I Wayan Arimbawa, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung infrastruktur dasar di sekitar wilayah operasional.“Melalui program CSR ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Kami percaya akses jalan yang baik akan membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya. Melalui program ini, UBP Adipala berharap dapat terus memperkuat sinergi bersama masyarakat. Pemanfaatan FABA menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan, sehingga manfaat yang dihadirkan tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Desa Bunton.(rin/kominfo).
    0 Comments 0 Shares 22K Views 0 Reviews
  • 27 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Siap Beroperasi April 2026

    Kesiapan 27 ribu Koperasi Desa Merah Putih menjadi langkah awal dalam transformasi ekonomi desa secara besar-besaran. Dengan target hingga 80 ribu unit, program ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi rakyat berbasis desa di Indonesia.

    https://banyumasraya.com/nasional/27-ribu-koperasi-desa-merah-putih-siap-beroperasi-april-2026
    27 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Siap Beroperasi April 2026 Kesiapan 27 ribu Koperasi Desa Merah Putih menjadi langkah awal dalam transformasi ekonomi desa secara besar-besaran. Dengan target hingga 80 ribu unit, program ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi rakyat berbasis desa di Indonesia. https://banyumasraya.com/nasional/27-ribu-koperasi-desa-merah-putih-siap-beroperasi-april-2026
    0 Comments 0 Shares 54K Views 0 Reviews
  • PLN Indonesia Power Adipala Jaga Pasokan Listrik Jamali Jelang Lebaran 2026, Program Indesa 2.0 Sentuh 28 Ribu Warga

    CILACAP – PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala memastikan pasokan listrik untuk sistem Jawa–Madura–Bali (Jamali) tetap andal menjelang Idul Fitri 2026. Pembangkit listrik tersebut mampu menjaga produksi listrik stabil di kisaran 400 hingga 450 MWh per hari untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi saat Lebaran.

    Komitmen menjaga ketahanan energi tersebut disampaikan oleh Asisten Manajer Umum PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala, Taufik Hidayanto, dalam kegiatan NGOSIK (Ngobrol Asik & Bukber Media) yang digelar di Cilacap pada Rabu (11/3/2026).

    Selain memastikan keandalan listrik, PLN Indonesia Power juga memaparkan keberhasilan program ekonomi sirkular Indesa 2.0 (Integrasi Desa) yang kini telah memberikan manfaat kepada sekitar 28.000 warga di wilayah sekitar pembangkit.

    Pasokan Listrik Jamali Tetap Stabil

    Menjelang momen Idul Fitri, kebutuhan listrik masyarakat biasanya mengalami peningkatan. Oleh karena itu, PLN Indonesia Power memastikan seluruh sistem operasional pembangkit tetap berjalan optimal.

    Taufik menjelaskan bahwa listrik yang dihasilkan pembangkit Adipala langsung terhubung dengan jaringan utama transmisi nasional.

    “Produksi listrik dari pembangkit ini langsung masuk ke sistem 500 kV atau SUTET melalui Gardu Induk Kesugihan, yang kemudian didistribusikan ke jaringan Jawa–Madura–Bali,” ujarnya.

    Untuk memastikan keandalan selama periode Lebaran, perusahaan juga mengaktifkan Posko Siaga Idul Fitri yang beroperasi 24 jam penuh di ruang kontrol pembangkit dan terintegrasi dengan pusat kendali di tingkat nasional.

    Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil bagi masyarakat selama masa libur Lebaran.

    Program Indesa 2.0 Dorong Ekonomi Sirkular

    Selain fokus pada ketahanan energi, PLN Indonesia Power juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular yang dikenal dengan nama Indesa 2.0.

    Program ini mengintegrasikan berbagai sektor ekonomi desa seperti peternakan, pertanian, perikanan, dan pengolahan pangan dalam satu sistem yang saling mendukung.

    “Kami mengintegrasikan berbagai sektor mulai dari peternakan, pertanian, hingga pengolahan makanan. Limbah dari satu sektor dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi sektor lainnya,” jelas Taufik.

    Salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular tersebut adalah pemanfaatan kotoran ternak domba dan air kolam gurame yang digunakan sebagai nutrisi untuk budidaya tanaman seperti jamur dan bawang.

    Hasil pertanian dan perikanan tersebut kemudian diolah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi berbagai produk makanan olahan bernilai tambah seperti abon ikan dan camilan lokal.

    Omzet Kelompok Capai Ratusan Juta

    Program Indesa 2.0 terbukti memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa di sekitar wilayah operasional pembangkit.

    Produk-produk olahan yang dihasilkan kelompok masyarakat bahkan mampu mencatatkan omzet hingga ratusan juta rupiah.

    Saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 28.000 penerima manfaat di wilayah Ring 1 pembangkit, termasuk Desa Bunton, Adipala, dan Penggalang.

    Pendampingan dan Pelatihan Berkelanjutan

    PLN Indonesia Power juga memberikan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat agar program pemberdayaan dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

    Pendampingan tersebut meliputi pelatihan teknis hingga strategi pemasaran produk.

    Perusahaan juga menggandeng tenaga ahli dari Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian untuk membantu masyarakat mengatasi berbagai kendala teknis seperti kesehatan ternak maupun pengendalian hama.

    Selain itu, pelaku usaha desa juga diberikan pelatihan branding dan pemasaran agar produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

    Melalui kegiatan NGOSIK tersebut, PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala menegaskan perannya tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik nasional, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
    PLN Indonesia Power Adipala Jaga Pasokan Listrik Jamali Jelang Lebaran 2026, Program Indesa 2.0 Sentuh 28 Ribu Warga CILACAP – PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala memastikan pasokan listrik untuk sistem Jawa–Madura–Bali (Jamali) tetap andal menjelang Idul Fitri 2026. Pembangkit listrik tersebut mampu menjaga produksi listrik stabil di kisaran 400 hingga 450 MWh per hari untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi saat Lebaran. Komitmen menjaga ketahanan energi tersebut disampaikan oleh Asisten Manajer Umum PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala, Taufik Hidayanto, dalam kegiatan NGOSIK (Ngobrol Asik & Bukber Media) yang digelar di Cilacap pada Rabu (11/3/2026). Selain memastikan keandalan listrik, PLN Indonesia Power juga memaparkan keberhasilan program ekonomi sirkular Indesa 2.0 (Integrasi Desa) yang kini telah memberikan manfaat kepada sekitar 28.000 warga di wilayah sekitar pembangkit. Pasokan Listrik Jamali Tetap Stabil Menjelang momen Idul Fitri, kebutuhan listrik masyarakat biasanya mengalami peningkatan. Oleh karena itu, PLN Indonesia Power memastikan seluruh sistem operasional pembangkit tetap berjalan optimal. Taufik menjelaskan bahwa listrik yang dihasilkan pembangkit Adipala langsung terhubung dengan jaringan utama transmisi nasional. “Produksi listrik dari pembangkit ini langsung masuk ke sistem 500 kV atau SUTET melalui Gardu Induk Kesugihan, yang kemudian didistribusikan ke jaringan Jawa–Madura–Bali,” ujarnya. Untuk memastikan keandalan selama periode Lebaran, perusahaan juga mengaktifkan Posko Siaga Idul Fitri yang beroperasi 24 jam penuh di ruang kontrol pembangkit dan terintegrasi dengan pusat kendali di tingkat nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil bagi masyarakat selama masa libur Lebaran. Program Indesa 2.0 Dorong Ekonomi Sirkular Selain fokus pada ketahanan energi, PLN Indonesia Power juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular yang dikenal dengan nama Indesa 2.0. Program ini mengintegrasikan berbagai sektor ekonomi desa seperti peternakan, pertanian, perikanan, dan pengolahan pangan dalam satu sistem yang saling mendukung. “Kami mengintegrasikan berbagai sektor mulai dari peternakan, pertanian, hingga pengolahan makanan. Limbah dari satu sektor dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi sektor lainnya,” jelas Taufik. Salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular tersebut adalah pemanfaatan kotoran ternak domba dan air kolam gurame yang digunakan sebagai nutrisi untuk budidaya tanaman seperti jamur dan bawang. Hasil pertanian dan perikanan tersebut kemudian diolah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi berbagai produk makanan olahan bernilai tambah seperti abon ikan dan camilan lokal. Omzet Kelompok Capai Ratusan Juta Program Indesa 2.0 terbukti memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa di sekitar wilayah operasional pembangkit. Produk-produk olahan yang dihasilkan kelompok masyarakat bahkan mampu mencatatkan omzet hingga ratusan juta rupiah. Saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 28.000 penerima manfaat di wilayah Ring 1 pembangkit, termasuk Desa Bunton, Adipala, dan Penggalang. Pendampingan dan Pelatihan Berkelanjutan PLN Indonesia Power juga memberikan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat agar program pemberdayaan dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan. Pendampingan tersebut meliputi pelatihan teknis hingga strategi pemasaran produk. Perusahaan juga menggandeng tenaga ahli dari Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian untuk membantu masyarakat mengatasi berbagai kendala teknis seperti kesehatan ternak maupun pengendalian hama. Selain itu, pelaku usaha desa juga diberikan pelatihan branding dan pemasaran agar produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Melalui kegiatan NGOSIK tersebut, PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala menegaskan perannya tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik nasional, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
    0 Comments 0 Shares 55K Views 0 Reviews
  • Menkop: 27 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi April 2026

    JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menyatakan sebanyak 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih ditargetkan siap beroperasi pada April 2026. Ribuan koperasi tersebut saat ini masih dalam tahap pembangunan fisik.

    Dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, Ferry menyampaikan bahwa hingga Januari 2026, tercatat 27.191 Kopdes/Kel Merah Putih tengah dibangun secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Pembangunan fisik koperasi, termasuk gudang dan sarana pendukung, diproyeksikan rampung pada Maret atau paling lambat April 2026.

    “Insyaallah Maret atau paling lambat April sudah selesai bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya,” ujar Ferry.

    Selain pembangunan fisik, Kementerian Koperasi juga menyiapkan aspek non-fisik agar koperasi dapat langsung beroperasi. Persiapan tersebut meliputi penguatan sumber daya manusia, mulai dari pengawas, pengurus, hingga penerapan sistem informasi manajemen koperasi.

    Ferry menegaskan bahwa 27 ribu koperasi yang saat ini sedang dibangun merupakan tahap pertama dari target nasional 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih. Jumlah tersebut akan terus bertambah secara bertahap hingga akhir tahun 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

    “Ini tahap awal. Secara bertahap akan kita uji coba operasionalnya, dan pada akhir tahun jumlahnya ditargetkan mencapai 80 ribu koperasi,” katanya.

    Program pembangunan 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih secara resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025. Program ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa, untuk memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional.

    Pendanaan program Kopdes Merah Putih bersumber dari berbagai skema, mulai dari APBN, APBD, Dana Desa, hingga dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk membangun gerai, gudang, serta sarana logistik koperasi.

    Setiap unit Kopdes Merah Putih mendapatkan plafon pendanaan hingga Rp3 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp2,5 miliar dialokasikan untuk investasi atau belanja modal (capital expenditure/capex) berupa pembangunan fisik dan kelengkapan operasional, sementara Rp500 juta digunakan untuk biaya operasional (operational expenditure/opex).

    Adapun infrastruktur wajib yang dibangun di setiap Kopdes Merah Putih meliputi tujuh unit layanan, yakni kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang berpendingin (cold storage), serta sarana logistik pendukung.

    Sebelumnya, pemerintah menargetkan seluruh Kopdes Merah Putih yang telah memiliki legalitas dapat beroperasi penuh pada Maret 2026. Namun, dengan mempertimbangkan tahapan pembangunan dan kesiapan operasional, target operasional penuh kini diproyeksikan berlangsung hingga April 2026.

    Sumber:
    https://banyumasraya.com/nasional/menkop-27-ribu-kopdes-merah-putih-siap-beroperasi-april-2026
    Menkop: 27 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi April 2026 JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menyatakan sebanyak 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih ditargetkan siap beroperasi pada April 2026. Ribuan koperasi tersebut saat ini masih dalam tahap pembangunan fisik. Dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, Ferry menyampaikan bahwa hingga Januari 2026, tercatat 27.191 Kopdes/Kel Merah Putih tengah dibangun secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Pembangunan fisik koperasi, termasuk gudang dan sarana pendukung, diproyeksikan rampung pada Maret atau paling lambat April 2026. “Insyaallah Maret atau paling lambat April sudah selesai bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya,” ujar Ferry. Selain pembangunan fisik, Kementerian Koperasi juga menyiapkan aspek non-fisik agar koperasi dapat langsung beroperasi. Persiapan tersebut meliputi penguatan sumber daya manusia, mulai dari pengawas, pengurus, hingga penerapan sistem informasi manajemen koperasi. Ferry menegaskan bahwa 27 ribu koperasi yang saat ini sedang dibangun merupakan tahap pertama dari target nasional 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih. Jumlah tersebut akan terus bertambah secara bertahap hingga akhir tahun 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Ini tahap awal. Secara bertahap akan kita uji coba operasionalnya, dan pada akhir tahun jumlahnya ditargetkan mencapai 80 ribu koperasi,” katanya. Program pembangunan 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih secara resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025. Program ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa, untuk memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional. Pendanaan program Kopdes Merah Putih bersumber dari berbagai skema, mulai dari APBN, APBD, Dana Desa, hingga dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk membangun gerai, gudang, serta sarana logistik koperasi. Setiap unit Kopdes Merah Putih mendapatkan plafon pendanaan hingga Rp3 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp2,5 miliar dialokasikan untuk investasi atau belanja modal (capital expenditure/capex) berupa pembangunan fisik dan kelengkapan operasional, sementara Rp500 juta digunakan untuk biaya operasional (operational expenditure/opex). Adapun infrastruktur wajib yang dibangun di setiap Kopdes Merah Putih meliputi tujuh unit layanan, yakni kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang berpendingin (cold storage), serta sarana logistik pendukung. Sebelumnya, pemerintah menargetkan seluruh Kopdes Merah Putih yang telah memiliki legalitas dapat beroperasi penuh pada Maret 2026. Namun, dengan mempertimbangkan tahapan pembangunan dan kesiapan operasional, target operasional penuh kini diproyeksikan berlangsung hingga April 2026. Sumber: https://banyumasraya.com/nasional/menkop-27-ribu-kopdes-merah-putih-siap-beroperasi-april-2026
    0 Comments 0 Shares 8K Views 0 Reviews
  • Kaleidoskop APBN 2025:
    Ekonomi Indonesia Tetap Ekspansif di Tengah Gejolak Global

    Pemerintah menegaskan belanja negara 2025 diarahkan secara responsif dan antisipatif untuk mendukung program prioritas nasional. Beberapa realisasi utama antara lain:

    - Ketahanan pangan: Rp143,9 triliun (99,5% dari pagu)
    - Makan Bergizi Gratis: Rp51,5 triliun
    - Pembangunan desa, koperasi, dan UMKM: Rp34,0 triliun
    - Revitalisasi sekolah dan madrasah: Rp18,9 triliun
    - Sekolah Rakyat: Rp6,6 triliun
    - Cek Kesehatan Gratis (CKG): Rp2,1 triliun

    Belanja tersebut menjadi instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.

    Baca Selengkapnya:
    https://banyumasraya.com/nasional/kaleidoskop-apbn-2025-ekonomi-indonesia-tetap-ekspansif-di-tengah-gejolak-global
    Kaleidoskop APBN 2025: Ekonomi Indonesia Tetap Ekspansif di Tengah Gejolak Global Pemerintah menegaskan belanja negara 2025 diarahkan secara responsif dan antisipatif untuk mendukung program prioritas nasional. Beberapa realisasi utama antara lain: - Ketahanan pangan: Rp143,9 triliun (99,5% dari pagu) - Makan Bergizi Gratis: Rp51,5 triliun - Pembangunan desa, koperasi, dan UMKM: Rp34,0 triliun - Revitalisasi sekolah dan madrasah: Rp18,9 triliun - Sekolah Rakyat: Rp6,6 triliun - Cek Kesehatan Gratis (CKG): Rp2,1 triliun Belanja tersebut menjadi instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang. Baca Selengkapnya: https://banyumasraya.com/nasional/kaleidoskop-apbn-2025-ekonomi-indonesia-tetap-ekspansif-di-tengah-gejolak-global
    0 Comments 0 Shares 4K Views 0 Reviews
  • Pegawai Kopdes Merah Putih Wajib Terdaftar sebagai Peserta BPJS Kesehatan

    Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh pegawai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih wajib terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas perlindungan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pengelola dan pegawai koperasi.

    Untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan BPJS Kesehatan di Jakarta, Selasa (23/12/2025). Kerja sama ini mencakup pertukaran dan pemanfaatan data, peningkatan literasi program JKN, serta penguatan kepesertaan aktif insan koperasi sebagai peserta BPJS Kesehatan.

    “Sekarang ini seluruh masyarakat Indonesia diwajibkan menjadi peserta BPJS Kesehatan, termasuk pegawai koperasi. Dengan kerja sama ini, implementasinya menjadi lebih mantap,” ujar Ali Ghufron Mukti, dikutip dari Antara.

    Ali Ghufron menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan memiliki program PESIAR (Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi) sebagai salah satu strategi untuk memperluas cakupan kepesertaan JKN. Program tersebut tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga pekerja informal dan mandiri.

    baca selengkapnya:
    https://banyumasraya.com/nasional/pegawai-kopdes-merah-putih-wajib-terdaftar-sebagai-peserta-bpjs-kesehatan
    Pegawai Kopdes Merah Putih Wajib Terdaftar sebagai Peserta BPJS Kesehatan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh pegawai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih wajib terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas perlindungan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pengelola dan pegawai koperasi. Untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan BPJS Kesehatan di Jakarta, Selasa (23/12/2025). Kerja sama ini mencakup pertukaran dan pemanfaatan data, peningkatan literasi program JKN, serta penguatan kepesertaan aktif insan koperasi sebagai peserta BPJS Kesehatan. “Sekarang ini seluruh masyarakat Indonesia diwajibkan menjadi peserta BPJS Kesehatan, termasuk pegawai koperasi. Dengan kerja sama ini, implementasinya menjadi lebih mantap,” ujar Ali Ghufron Mukti, dikutip dari Antara. Ali Ghufron menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan memiliki program PESIAR (Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi) sebagai salah satu strategi untuk memperluas cakupan kepesertaan JKN. Program tersebut tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga pekerja informal dan mandiri. baca selengkapnya: https://banyumasraya.com/nasional/pegawai-kopdes-merah-putih-wajib-terdaftar-sebagai-peserta-bpjs-kesehatan
    BANYUMASRAYA.COM
    Pegawai Kopdes Merah Putih Wajib Terdaftar sebagai Peserta BPJS Kesehatan
    Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan bahwa seluruh pegawai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih wajib terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas perlindungan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pengelola dan pegawai koperasi. Untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan tersebut, Kementerian…
    0 Comments 0 Shares 3K Views 0 Reviews
  • Gerai Koperasi Desa Merah Putih Berpotensi Jadi Etalase Produk Lokal

    Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang saat ini tengah dipercepat pembangunan aset fisiknya dapat dimanfaatkan sebagai etalase pemasaran produk lokal, khususnya hasil karya peserta Program Rocket Youthpreneur 2025.

    Program Rocket Youthpreneur 2025 merupakan inisiatif Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Sandination Academy yang bertujuan menyiapkan generasi muda menjadi wirausaha unggul dan berdaya saing, bahkan siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Hal tersebut disampaikan Menkop Ferry saat memberikan sambutan pada acara Graduation and Awarding Rocket Youthpreneur 2025 yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Kamis (11/12/2025).

    “Silakan produksi dan silakan jual melalui gerai sembako dan ritel modern yang ada di Kopdes. Jangan khawatir produknya tidak terserap,” ujar Menkop Ferry.

    baca selengkapnya:
    https://banyumasraya.com/nasional/gerai-kopdes-berpotensi-jadi-etalase-produk-lokal-program-rocket-youthpreneur
    Gerai Koperasi Desa Merah Putih Berpotensi Jadi Etalase Produk Lokal Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang saat ini tengah dipercepat pembangunan aset fisiknya dapat dimanfaatkan sebagai etalase pemasaran produk lokal, khususnya hasil karya peserta Program Rocket Youthpreneur 2025. Program Rocket Youthpreneur 2025 merupakan inisiatif Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Sandination Academy yang bertujuan menyiapkan generasi muda menjadi wirausaha unggul dan berdaya saing, bahkan siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal tersebut disampaikan Menkop Ferry saat memberikan sambutan pada acara Graduation and Awarding Rocket Youthpreneur 2025 yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Kamis (11/12/2025). “Silakan produksi dan silakan jual melalui gerai sembako dan ritel modern yang ada di Kopdes. Jangan khawatir produknya tidak terserap,” ujar Menkop Ferry. baca selengkapnya: https://banyumasraya.com/nasional/gerai-kopdes-berpotensi-jadi-etalase-produk-lokal-program-rocket-youthpreneur
    BANYUMASRAYA.COM
    Gerai Kopdes Berpotensi Jadi Etalase Produk Lokal Program Rocket Youthpreneur
    Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang saat ini tengah dipercepat pembangunan aset fisiknya dapat dimanfaatkan sebagai etalase pemasaran produk lokal, khususnya hasil karya peserta Program Rocket Youthpreneur 2025. Program Rocket Youthpreneur 2025 merupakan inisiatif Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Sandination Academy…
    0 Comments 0 Shares 3K Views 0 Reviews
  • Integrasi Data Pajak Kopdes Merah Putih Resmi Dimulai

    Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan bersama Kementerian Koperasi resmi menjalin perjanjian kerja sama (PKS) untuk mempercepat integrasi sistem pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) badan bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

    Penandatanganan PKS tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dan Deputi Bidang Kelembagaan dan Digital Koperasi Kementerian Koperasi, Henra Saragih, di kantor pusat DJP, Jakarta, belum lama ini.

    Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi nasional pemerintah untuk membentuk sekitar 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia.

    Melalui PKS ini, DJP dan Kementerian Koperasi sepakat mempercepat implementasi integrasi sistem pendaftaran NPWP badan bagi KDKMP. Selain itu, ruang lingkup kerja sama juga mencakup pertukaran dan pemanfaatan data, kegiatan sosialisasi dan edukasi perpajakan, serta bentuk kolaborasi lain yang disepakati kedua belah pihak.

    Selengkapnya:
    https://banyumasraya.com/nasional/integrasi-data-pajak-kopdes-merah-putih-resmi-dimulai
    Integrasi Data Pajak Kopdes Merah Putih Resmi Dimulai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan bersama Kementerian Koperasi resmi menjalin perjanjian kerja sama (PKS) untuk mempercepat integrasi sistem pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) badan bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Penandatanganan PKS tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dan Deputi Bidang Kelembagaan dan Digital Koperasi Kementerian Koperasi, Henra Saragih, di kantor pusat DJP, Jakarta, belum lama ini. Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi nasional pemerintah untuk membentuk sekitar 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia. Melalui PKS ini, DJP dan Kementerian Koperasi sepakat mempercepat implementasi integrasi sistem pendaftaran NPWP badan bagi KDKMP. Selain itu, ruang lingkup kerja sama juga mencakup pertukaran dan pemanfaatan data, kegiatan sosialisasi dan edukasi perpajakan, serta bentuk kolaborasi lain yang disepakati kedua belah pihak. Selengkapnya: https://banyumasraya.com/nasional/integrasi-data-pajak-kopdes-merah-putih-resmi-dimulai
    BANYUMASRAYA.COM
    Integrasi Data Pajak Kopdes Merah Putih Resmi Dimulai
    Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan bersama Kementerian Koperasi resmi menjalin perjanjian kerja sama (PKS) untuk mempercepat integrasi sistem pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) badan bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Penandatanganan PKS tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dan Deputi Bidang Kelembagaan dan Digital Koperasi Kementerian…
    0 Comments 0 Shares 3K Views 0 Reviews
  • Anggaran Pembangunan Setiap Gerai Koperasi Desa Merah Putih Capai Rp1,6 Miliar? Ini Penjelasannya

    Pemerintah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh Indonesia. Aktivis antikorupsi Madiun Raya, Dimyati Dahlan, menyoroti skema pendanaan program tersebut yang dinilai perlu mendapat pengawasan ketat sejak tahap perencanaan.

    Dimyati menjelaskan bahwa berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 angka 3 huruf (c), setiap KDMP memperoleh alokasi dana sebesar Rp3 miliar. Dana tersebut bersumber dari pinjaman perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan jaminan Dana Desa selama enam tahun.

    Menurut perencanaan pemerintah, dari total anggaran Rp3 miliar tersebut, sekitar Rp1,6 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik gerai KDMP. Sementara sisa anggaran digunakan sebagai modal awal pengadaan barang kebutuhan pokok yang akan diperdagangkan.

    https://banyumasraya.com/nasional/anggaran-pembangunan-setiap-gerai-koperasi-desa-merah-putih-capai-rp16-miliar-ini-penjelasannya
    Anggaran Pembangunan Setiap Gerai Koperasi Desa Merah Putih Capai Rp1,6 Miliar? Ini Penjelasannya Pemerintah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh Indonesia. Aktivis antikorupsi Madiun Raya, Dimyati Dahlan, menyoroti skema pendanaan program tersebut yang dinilai perlu mendapat pengawasan ketat sejak tahap perencanaan. Dimyati menjelaskan bahwa berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 angka 3 huruf (c), setiap KDMP memperoleh alokasi dana sebesar Rp3 miliar. Dana tersebut bersumber dari pinjaman perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan jaminan Dana Desa selama enam tahun. Menurut perencanaan pemerintah, dari total anggaran Rp3 miliar tersebut, sekitar Rp1,6 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik gerai KDMP. Sementara sisa anggaran digunakan sebagai modal awal pengadaan barang kebutuhan pokok yang akan diperdagangkan. https://banyumasraya.com/nasional/anggaran-pembangunan-setiap-gerai-koperasi-desa-merah-putih-capai-rp16-miliar-ini-penjelasannya
    BANYUMASRAYA.COM
    Anggaran Pembangunan Setiap Gerai Koperasi Desa Merah Putih Capai Rp1,6 Miliar? Ini Penjelasannya
    Pemerintah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh Indonesia. Aktivis antikorupsi Madiun Raya, Dimyati Dahlan, menyoroti skema pendanaan program tersebut yang dinilai perlu mendapat pengawasan ketat sejak tahap perencanaan. Dimyati menjelaskan bahwa berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 angka 3 huruf (c),…
    0 Comments 0 Shares 3K Views 0 Reviews
  • 27.000 Gedung Koperasi Desa Merah Putih Rampung Dibangun, 35.000 Lainnya Menyusul

    Pemerintah terus mempercepat pembangunan sarana fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan.

    Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menyampaikan bahwa progres pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Hingga saat ini, sekitar 27.000 koperasi desa telah menyelesaikan pembangunan sarana fisiknya, sementara sekitar 35.000 koperasi lainnya telah memasuki tahap kesiapan pembangunan.

    Secara keseluruhan, Ferry menjelaskan bahwa sebanyak 82.000 Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia telah memiliki badan hukum. Capaian tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak perekonomian rakyat di tingkat desa dan kelurahan.

    Baca Selengkapnya:
    https://banyumasraya.com/nasional/27-000-gedung-koperasi-desa-merah-putih-rampung-dibangun-35-000-lainnya-menyusul
    27.000 Gedung Koperasi Desa Merah Putih Rampung Dibangun, 35.000 Lainnya Menyusul Pemerintah terus mempercepat pembangunan sarana fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan. Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menyampaikan bahwa progres pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Hingga saat ini, sekitar 27.000 koperasi desa telah menyelesaikan pembangunan sarana fisiknya, sementara sekitar 35.000 koperasi lainnya telah memasuki tahap kesiapan pembangunan. Secara keseluruhan, Ferry menjelaskan bahwa sebanyak 82.000 Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia telah memiliki badan hukum. Capaian tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak perekonomian rakyat di tingkat desa dan kelurahan. Baca Selengkapnya: https://banyumasraya.com/nasional/27-000-gedung-koperasi-desa-merah-putih-rampung-dibangun-35-000-lainnya-menyusul
    BANYUMASRAYA.COM
    27.000 Gedung Koperasi Desa Merah Putih Rampung Dibangun, 35.000 Lainnya Menyusul
    Pemerintah terus mempercepat pembangunan sarana fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan. Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menyampaikan bahwa progres pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Hingga saat ini, sekitar 27.000 koperasi…
    0 Comments 0 Shares 3K Views 0 Reviews
  • Kopdes Merah Putih Dorong Inklusi Ekonomi Akar Rumput

    Program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Kehadiran koperasi ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal, mendorong pemerataan, serta menekan angka kemiskinan di desa dan kelurahan melalui inklusi dan pemberdayaan ekonomi berbasis akar rumput.

    Saat ini, sekitar 81 ribu koperasi desa dan kelurahan telah terbentuk di berbagai wilayah Indonesia. Kopdes Merah Putih dirancang sebagai wadah usaha bersama yang mampu menggerakkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

    Baca Selengkapnya :
    https://banyumasraya.com/nasional/kopdes-merah-putih-dorong-inklusi-ekonomi-akar-rumput
    Kopdes Merah Putih Dorong Inklusi Ekonomi Akar Rumput Program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Kehadiran koperasi ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal, mendorong pemerataan, serta menekan angka kemiskinan di desa dan kelurahan melalui inklusi dan pemberdayaan ekonomi berbasis akar rumput. Saat ini, sekitar 81 ribu koperasi desa dan kelurahan telah terbentuk di berbagai wilayah Indonesia. Kopdes Merah Putih dirancang sebagai wadah usaha bersama yang mampu menggerakkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Baca Selengkapnya : https://banyumasraya.com/nasional/kopdes-merah-putih-dorong-inklusi-ekonomi-akar-rumput
    BANYUMASRAYA.COM
    Kopdes Merah Putih Dorong Inklusi Ekonomi Akar Rumput
    Program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Kehadiran koperasi ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal, mendorong pemerataan, serta menekan angka kemiskinan di desa dan kelurahan melalui inklusi dan pemberdayaan ekonomi berbasis akar rumput. Saat ini, sekitar 81…
    0 Comments 0 Shares 3K Views 0 Reviews