REKAPITULASI PENCAPAIAN ANGGOTA KOPERASI MERAH PUTIH (KDMP)
TIAP DESA SE-KECAMATAN ADIPALA (31-12-2025)
Kecamatan Adipala memiliki total jumlah penduduk 102.040 jiwa, yang terdiri dari 51.769 laki-laki dan 50.271 perempuan. Dari keseluruhan populasi tersebut, tercatat 869 orang telah bergabung sebagai anggota Koperasi Merah Putih (KDMP) per pembaruan data Rabu, 31 Desember 2025. Data ini menjadi indikator awal tingkat penetrasi koperasi terhadap masyarakat desa di wilayah Adipala.
Desa Adipala sebagai pusat kecamatan memiliki jumlah penduduk terbesar, yaitu 12.966 jiwa (6.581 laki-laki dan 6.385 perempuan). Namun, jumlah anggota KDMP di desa ini baru mencapai 44 orang, atau sekitar 0,34% dari total penduduk desa. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya populasi belum tentu berbanding lurus dengan tingkat partisipasi koperasi.
Desa Adiraja mencatat total penduduk 6.657 jiwa dengan anggota KDMP sebanyak 57 orang atau 0,86%. Sementara itu, Desa Adireja Kulon menunjukkan performa yang sangat menonjol dengan 1.778 penduduk dan 88 anggota KDMP, sehingga persentase keanggotaannya mencapai 4,95%, tertinggi di seluruh desa se-Kecamatan Adipala. Desa Adireja Wetan memiliki 3.894 penduduk dengan 56 anggota, setara 1,44%.
Pada kelompok desa berpenduduk menengah, Desa Bunton memiliki 7.558 jiwa dengan 92 anggota KDMP atau 1,22%, sedangkan Desa Doplang dengan 5.526 penduduk mencatat 77 anggota atau 1,39%. Desa Glempangpasir memiliki populasi cukup besar, yaitu 9.502 jiwa, namun anggota KDMP-nya hanya 46 orang, sehingga persentasenya relatif rendah di angka 0,48%.
Desa Gombolharjo dan Desa Kalikudi menunjukkan kinerja keanggotaan yang stabil. Desa Gombolharjo dengan 3.843 penduduk memiliki 80 anggota KDMP atau 2,08%, sementara Desa Kalikudi dengan 7.475 jiwa juga mencatat 80 anggota, namun persentasenya lebih kecil yaitu 1,07%. Kedua desa ini dapat dikategorikan sebagai desa dengan tingkat adopsi koperasi yang cukup baik.
Sebaliknya, desa Desa Karanganyar, Desa Karangbenda, dan Desa Karangsari menunjukkan tingkat partisipasi yang sangat rendah. Karanganyar dengan 4.103 penduduk hanya memiliki 10 anggota (0,24%), Karangbenda 3.641 penduduk dengan 10 anggota (0,27%), dan Karangsari yang berpenduduk 9.024 jiwa hanya memiliki 12 anggota KDMP, atau 0,13%, terendah di seluruh kecamatan.
Desa Pedasong menjadi salah satu desa dengan tingkat partisipasi yang cukup tinggi. Dari 2.055 penduduk, terdapat 50 anggota KDMP, sehingga persentasenya mencapai 2,43%. Sementara itu, Desa Penggalang yang memiliki 9.980 penduduk mencatat jumlah anggota tertinggi secara absolut, yaitu 95 orang, meskipun persentasenya berada di 0,95%. Desa Welahan Wetan dengan 8.586 penduduk memiliki 22 anggota (0,26%), dan Desa Wlahar dengan 5.452 jiwa mencatat 50 anggota KDMP atau 0,92%.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa tingkat keanggotaan Koperasi Merah Putih di Kecamatan Adipala masih sangat bervariasi antar desa. Desa dengan populasi kecil cenderung memiliki persentase keanggotaan lebih tinggi, sementara desa berpenduduk besar masih memiliki ruang yang sangat luas untuk pengembangan koperasi. Rekapitulasi ini dapat menjadi dasar strategis bagi pengurus KDMP dan pemangku kepentingan untuk menyusun program sosialisasi, edukasi, dan ekspansi keanggotaan yang lebih terarah dan berbasis data.
Sumber :
https://adipala.com/blogs/130/Rekapitulasi-Pencapaian-Anggota-Koperasi-Merah-Putih-KDMP-di-16-desa
TIAP DESA SE-KECAMATAN ADIPALA (31-12-2025)
Kecamatan Adipala memiliki total jumlah penduduk 102.040 jiwa, yang terdiri dari 51.769 laki-laki dan 50.271 perempuan. Dari keseluruhan populasi tersebut, tercatat 869 orang telah bergabung sebagai anggota Koperasi Merah Putih (KDMP) per pembaruan data Rabu, 31 Desember 2025. Data ini menjadi indikator awal tingkat penetrasi koperasi terhadap masyarakat desa di wilayah Adipala.
Desa Adipala sebagai pusat kecamatan memiliki jumlah penduduk terbesar, yaitu 12.966 jiwa (6.581 laki-laki dan 6.385 perempuan). Namun, jumlah anggota KDMP di desa ini baru mencapai 44 orang, atau sekitar 0,34% dari total penduduk desa. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya populasi belum tentu berbanding lurus dengan tingkat partisipasi koperasi.
Desa Adiraja mencatat total penduduk 6.657 jiwa dengan anggota KDMP sebanyak 57 orang atau 0,86%. Sementara itu, Desa Adireja Kulon menunjukkan performa yang sangat menonjol dengan 1.778 penduduk dan 88 anggota KDMP, sehingga persentase keanggotaannya mencapai 4,95%, tertinggi di seluruh desa se-Kecamatan Adipala. Desa Adireja Wetan memiliki 3.894 penduduk dengan 56 anggota, setara 1,44%.
Pada kelompok desa berpenduduk menengah, Desa Bunton memiliki 7.558 jiwa dengan 92 anggota KDMP atau 1,22%, sedangkan Desa Doplang dengan 5.526 penduduk mencatat 77 anggota atau 1,39%. Desa Glempangpasir memiliki populasi cukup besar, yaitu 9.502 jiwa, namun anggota KDMP-nya hanya 46 orang, sehingga persentasenya relatif rendah di angka 0,48%.
Desa Gombolharjo dan Desa Kalikudi menunjukkan kinerja keanggotaan yang stabil. Desa Gombolharjo dengan 3.843 penduduk memiliki 80 anggota KDMP atau 2,08%, sementara Desa Kalikudi dengan 7.475 jiwa juga mencatat 80 anggota, namun persentasenya lebih kecil yaitu 1,07%. Kedua desa ini dapat dikategorikan sebagai desa dengan tingkat adopsi koperasi yang cukup baik.
Sebaliknya, desa Desa Karanganyar, Desa Karangbenda, dan Desa Karangsari menunjukkan tingkat partisipasi yang sangat rendah. Karanganyar dengan 4.103 penduduk hanya memiliki 10 anggota (0,24%), Karangbenda 3.641 penduduk dengan 10 anggota (0,27%), dan Karangsari yang berpenduduk 9.024 jiwa hanya memiliki 12 anggota KDMP, atau 0,13%, terendah di seluruh kecamatan.
Desa Pedasong menjadi salah satu desa dengan tingkat partisipasi yang cukup tinggi. Dari 2.055 penduduk, terdapat 50 anggota KDMP, sehingga persentasenya mencapai 2,43%. Sementara itu, Desa Penggalang yang memiliki 9.980 penduduk mencatat jumlah anggota tertinggi secara absolut, yaitu 95 orang, meskipun persentasenya berada di 0,95%. Desa Welahan Wetan dengan 8.586 penduduk memiliki 22 anggota (0,26%), dan Desa Wlahar dengan 5.452 jiwa mencatat 50 anggota KDMP atau 0,92%.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa tingkat keanggotaan Koperasi Merah Putih di Kecamatan Adipala masih sangat bervariasi antar desa. Desa dengan populasi kecil cenderung memiliki persentase keanggotaan lebih tinggi, sementara desa berpenduduk besar masih memiliki ruang yang sangat luas untuk pengembangan koperasi. Rekapitulasi ini dapat menjadi dasar strategis bagi pengurus KDMP dan pemangku kepentingan untuk menyusun program sosialisasi, edukasi, dan ekspansi keanggotaan yang lebih terarah dan berbasis data.
Sumber :
https://adipala.com/blogs/130/Rekapitulasi-Pencapaian-Anggota-Koperasi-Merah-Putih-KDMP-di-16-desa
REKAPITULASI PENCAPAIAN ANGGOTA KOPERASI MERAH PUTIH (KDMP)
TIAP DESA SE-KECAMATAN ADIPALA (31-12-2025)
[kecamatan] memiliki total jumlah penduduk 102.040 jiwa, yang terdiri dari 51.769 laki-laki dan 50.271 perempuan. Dari keseluruhan populasi tersebut, tercatat 869 orang telah bergabung sebagai anggota Koperasi Merah Putih (KDMP) per pembaruan data Rabu, 31 Desember 2025. Data ini menjadi indikator awal tingkat penetrasi koperasi terhadap masyarakat desa di wilayah Adipala.
[desa] sebagai pusat kecamatan memiliki jumlah penduduk terbesar, yaitu 12.966 jiwa (6.581 laki-laki dan 6.385 perempuan). Namun, jumlah anggota KDMP di desa ini baru mencapai 44 orang, atau sekitar 0,34% dari total penduduk desa. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya populasi belum tentu berbanding lurus dengan tingkat partisipasi koperasi.
[adiraja] mencatat total penduduk 6.657 jiwa dengan anggota KDMP sebanyak 57 orang atau 0,86%. Sementara itu, [adirejakulon] menunjukkan performa yang sangat menonjol dengan 1.778 penduduk dan 88 anggota KDMP, sehingga persentase keanggotaannya mencapai 4,95%, tertinggi di seluruh desa se-Kecamatan Adipala. [adirejawetan] memiliki 3.894 penduduk dengan 56 anggota, setara 1,44%.
Pada kelompok desa berpenduduk menengah, [bunton] memiliki 7.558 jiwa dengan 92 anggota KDMP atau 1,22%, sedangkan [doplang] dengan 5.526 penduduk mencatat 77 anggota atau 1,39%. [glempangpasir] memiliki populasi cukup besar, yaitu 9.502 jiwa, namun anggota KDMP-nya hanya 46 orang, sehingga persentasenya relatif rendah di angka 0,48%.
[gombolharjo] dan [kalikudi] menunjukkan kinerja keanggotaan yang stabil. [gombolharjo] dengan 3.843 penduduk memiliki 80 anggota KDMP atau 2,08%, sementara [kalikudi] dengan 7.475 jiwa juga mencatat 80 anggota, namun persentasenya lebih kecil yaitu 1,07%. Kedua desa ini dapat dikategorikan sebagai desa dengan tingkat adopsi koperasi yang cukup baik.
Sebaliknya, desa [karanganyar], [karangbenda], dan [karangsari] menunjukkan tingkat partisipasi yang sangat rendah. Karanganyar dengan 4.103 penduduk hanya memiliki 10 anggota (0,24%), Karangbenda 3.641 penduduk dengan 10 anggota (0,27%), dan Karangsari yang berpenduduk 9.024 jiwa hanya memiliki 12 anggota KDMP, atau 0,13%, terendah di seluruh kecamatan.
[pedasong] menjadi salah satu desa dengan tingkat partisipasi yang cukup tinggi. Dari 2.055 penduduk, terdapat 50 anggota KDMP, sehingga persentasenya mencapai 2,43%. Sementara itu, [penggalang] yang memiliki 9.980 penduduk mencatat jumlah anggota tertinggi secara absolut, yaitu 95 orang, meskipun persentasenya berada di 0,95%. [welahanwetan] dengan 8.586 penduduk memiliki 22 anggota (0,26%), dan [wlahar] dengan 5.452 jiwa mencatat 50 anggota KDMP atau 0,92%.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa tingkat keanggotaan Koperasi Merah Putih di [kecamatan] masih sangat bervariasi antar desa. Desa dengan populasi kecil cenderung memiliki persentase keanggotaan lebih tinggi, sementara desa berpenduduk besar masih memiliki ruang yang sangat luas untuk pengembangan koperasi. Rekapitulasi ini dapat menjadi dasar strategis bagi pengurus KDMP dan pemangku kepentingan untuk menyusun program sosialisasi, edukasi, dan ekspansi keanggotaan yang lebih terarah dan berbasis data.
Sumber :
https://adipala.com/blogs/130/Rekapitulasi-Pencapaian-Anggota-Koperasi-Merah-Putih-KDMP-di-16-desa
0 Comments
0 Shares
3K Views
0 Reviews